
Ini pertama kalinya aku pulang setelah mendapat pekerjaan, senang rasanya bisa bertemu orangtuaku, bisa melepaskan rindu dan penatnya pikiran di tempat kerja.
"Assalamualaikum" kataku sambil mengetuk pintu
"Waalaikumsalam, nak kamu sampai juga, bapak sampe belum berangkat ngojek loh nungguin pengen cepet ketemu kamu katanya" kata umi sambil memelukku dengan erat
Sudah lama rasanya aku tidak merasakan kehangatan peluka umi ini,
"di ajak masuk dong umi anaknya, jangan di luar terus" kata bapak sambil ikut memeluk kami berdua
"aku laper mi kangen banget sama masakan umi" kataku
"jadi sama umi doang nih kangen nyaaa....?" kata bapak menggodaku
"sama bapak juga dong hehe" kataku sambil tertawa
Kamipun masuk dan makan bersama, kebersamaan bersama mereka tidak bisa di gantikan oleh apapun, aku slalu mendoakan supaya mereka tetap di beri kesehatan.
Sambil mencuci piring umi mengajakku mengobrol,
"gimana kerjanya betah...!" kata umi
__ADS_1
"Allhamdulilah sampe saat ini masih betah" jawabku
"syukur kalau gitu umi sama bapak cuma pesan, sesibuk apapun kerjamu jangan pernah tinggalkan shalat" kata umi
"iya Mi pasti, eh insya allah" kataku
"emmm punya banyak teman baru dong sekarang" kata umi
"lumayan, dan mereka semuanya baik banget baik itu bekerja team maupun jadi teman" kataku
"terus kalau cowok ada yang deket?" tanya umi
"emmmm ada, kan di tempat kerja aku ada cewek ada cowok" kataku
"emmm gak tau" jawabku
"kenapa gak tau?, masa gak ada satupun cowok yang tertarik sama putri umi yang cantik ini" kata umi menggodaku
"ada kali...! " jawabku
"tuh kan ada, kamu sama umi sendiri masih aja malu-malu, umi tau seusia kamu sekarang ini sedang mencari jati diri, dan pasti banyak pilihan dalam cinta ataupun kehidupan kamu sekarang" kata umi
"kenapa umi bisa tau? " tanyaku
"umi juga pernah muda sayang, umi cuma mau ngingetin sama kamu kalau dalam agama kita tidak ada istilah pacaran, jadi kalau memang sudah ada lelaki yang dekat sama kamu dan kamu suka, ajaklah ke sini kenalkan sama umi dan bapak" kata umi
__ADS_1
"apaan sih umi aku kan masih muda masa udah kenalin calon ke umi sama bapak aja" jawabku
"mengenalkan lelaki sama umi dan bapak itu bukan berarti dia harus cepat-cepat menikahi kamu, tapi supaya kami tau kamu sudah ada yang menjaga dan juga bisa mengingatkan kalian tentang ajaran agama kita kalau pacaran itu gak boleh, harus menjaga jarak harus tau tentang keluarganya dan keluarga kita juga" kata umi menasihatiku
Kalau umi udah mulai nasehatin pasti panjang lebar, tapi aku tidak pernah bosan mendengarkannya walaupun yang di bahas hal itu melulu, maafin aku ya umi, aku sebenernya emang udah punya pacar tapi, bapak sama umi pasti bakal bilang gak boleh jadi terpaksa aku harus sedikit berbohong.
"inget jangan sampe bikin malu keluarga ya nak" kata bapak
"umi lagi ceramah di tambah sama bapak, amit-amit pak jangan sampe kayak gitu" kataku
"ya intinya harus selalu bisa jaga diri, apalagi kamu sekarang ngontrak sendiri kan" kata umi
"iya umi siap" kataku
Saat sedang sendiri terkadang aku memikirkan tentang nasehat umi, dan juga bagaimana reaksi mereka kalau aku mengenalkan mas Vino.
"jangan ngelamun gih istirahat biar badannya enak besok masuk kerjanya" kata umi.
__ADS_1