Cinta Dalam Persimpangan

Cinta Dalam Persimpangan
Bapak sakit, Episode 36


__ADS_3

 


Hari demi hari sangat terasa berbeda, Azil yang sudah tidak ada lagi di tempat kerja, dan mas Vino mulai sibuk lagi dengan pekerjaan dan kuliahnya, belum lagi Naya yang mulai mencari info pekerjaan lain, ya dari awal memang dia ingin mencari pekerjaan yang gajihnya lebih dari tempat kerja saat ini karena dia sudah mentargetkan akan masuk kuliah tahun depan,


 


"Mi ayo masuk bentar lagi mulai jam kerja" ajak Rian,


Aku hanya diam tidak menjawabnya sama sekali


"ayo semangat dong" kata Rian sambil menarik tanganku,


 


Aku sudah benar-benar hampir kehilangan semangat bekerja, sempat terlintas pertanyaan dalam pikiranku, apa aku harus keluar kerja juga dari sini? tapi, jika aku ingat perjuanganku saat mencari pekerjaan, akupun harus berpikir dua kali untuk ingin keluar, karena semua perjuanganku tidaklah mudah.


Waktu demi waktu terus aku lalui tak terasa sudah hampir satu tahun aku bekerja di sini, aku mendapatkan kabar kalau bapak sedang sakit, aku akan ambil cuti dan pulang besok,


 


"Assalamualaikum" kataku saat sampai di rumah


"Waalaikumsalam, kamu udah sampe" kata Umi


"Bapak gimana Umi? udah berobat belum?" tanyaku

__ADS_1


"bapak lagi di kamar istirahat, kemarin sudah berobat kok kamu jangan terlalu khawatir ya" kata Umi


"terus kata dokter sakit apa?" kataku


"darah tinggi katanya" jawab Umi


Aku langsung ke kamar untuk melihat kondisi bapak,


"bapak gimana udah baikan belum, apa mau aku bawa ke rumah sakit aja biar di rawat" kataku sambil duduk di samping bapak


"bapak gak papa, udah baikan ko" jawab bapak dengan suara yang lemas


"kamu dan mas Vino gimana kabarnya" kata Umi


"baik, mas Vino seperti biasa sibuk kerja dan kuliah" kataku


"gak tau pak, aku aja paling cuma telefon atau video call sama dia gak bisa ketemu" kataku


"apa dia serius sama kamu?" tanya bapak


"emmmm mungkin.....!" kataku


"ajaklah dia main ke sini bapak ingin tau keseriusannya sama kamu, bapak dan Umi tidak akan mendesak dia untuk meresmikan hubungan kalian dengan tunangan atau menikah tapi, kami hanya ingin tau akan di bawa kemana arah hubungan kalian jika sudah jelas bapak dan Umi akan tenang karena tau kamu sudah ada yang menjaga di sana" jelas bapak


"iya insya allah, udah sekarang bapak istirahat dulu ya jangan banyak pikiran" kataku

__ADS_1


"ayo kamu makan dulu nak, kamu pasti belum makan" kata Umi


Akupun pergi meninggalkan bapak di kamar supaya bisa istirahat, aku mengerti jika bapak khawatir karena aku mengontrak sendirian jauh dari mereka dan sama sekali tidak ada saudara yang dekat denganku di sana, apalagi aku ini seorang perempuan.


 


Dua hari aku berada di rumah dan menemani bapak, ucapan bapak kemarin selalu terngiang di pikiranku, kondisi bapak sudah cukup membaik akupun bisa berangkat kerja lagi dengan tenang, akupun mengajak mas Vino untuk bertemu setelah nanti pulang kerja,


 


"halo mas nanti setelah pulang kerja sibuk gak?" tanyaku


"aku ada jam kuliah paling pulangnya jam 9 malam" kata mas Vino


"ya udah gak papa aku tunggu di taman dekat tempat kerjaku ya" kataku


"memangnya ada apa? tumben kamu maksa mau ketemu?" tanya mas Vino


"emmm kangen aja sih..." kataku


"pasti ada yang lain kan?" kata mas Vino


"udah nanti aja ngomongnya pas ketemu" kataku


"ya udah sampe ketemu nanti malem ya" kata mas Vino

__ADS_1


"iya Assalamualaikum" kataku sambil menutup telefonnya.


__ADS_2