Cinta Dalam Persimpangan

Cinta Dalam Persimpangan
Tertarik??, episode 9


__ADS_3

**Setelah selesai mengompres tangan mas Vino aku kembali lagi ke gudang untuk membereskan pekerjaanku, tapi saat di ruangan mas Vino tadi, aku merasa ada yang memperhatikan kami ah entahlah, mungkin hanya perasaanku saja.


Tak terasa sudah malam pekerjaankupun sudah selesai,waktunya pulang sekarang,


Angkotnya tumben belum datang, gumamku dalam hati,


"Ami kamu belum pulang? "tanya Azil


"belum lagi nunggu angkot dulu, emmm Naya udah pulang belum ya..! "kataku


"Naya sudah pulang duluan tadi buru-buru katanya, kamu pulang sama aku aja naik motor aku anterin" kata Azil


"emmm gimana ya?" kataku


"kalian belum pualang?" kata mas Vino yang baru mau pulang juga


"belum" kataku

__ADS_1


"kamu pulang naik apa Ami? "tanya mas Vino


"aku naik angkot mas, ini lagi nunggu dulu" kataku


"gak pak, Ami mau pulang sama saya iya kan Ami? " kata Azil


"emmmm" aku bingung mau menjawab iya atau tidak


"orang tadi kata Ami dia mau pulang naik angkot, atau kamu pulang naik motor sama saya saja Ami" kata mas Vino


"loh pak saya kan yang ngajak Ami pulanv bareng duluan..! "kata Azil terlihat kesal


"ya udah kita tanya saja sama Ami nya langsung, dia mau pulang sama siapa? " kata Azil


"Ami kamu mau pulangnya sama saya atau sama dia?" tanya mas Vino


"emmmm" aku tidak bisa berpikir apa-apa, aku bingung harus dengan siapa aku pulang dan kenapa angkotnya belum datang juga sih, aku tidak bisa berkata-kata atau menjawab pertanyaan mereka tapi akhirnya angkotnya pun datang,

__ADS_1


"itu angkotnya udah dateng, maaf ya aku gak bisa ikut kalian berdua aku mau naik angkot aja Assalamualaikum" kataku sambil langsung masuk ke dalam angkot


Lega rasanya, untung saja angkotnya segera datang kalau tidak, aku gak tau harus berapa lama kebingungan harus memilih di antar pulang dengan siapa, dan kenapa sikap mereka berbeda seperti itu?, entahlah aku tidak mau memikirkannya itu hanya membuatku semakin bingung.


Setelah sampai di kost aku menceritakan semuanya pada Diana, dan dia malah meledakku katanya mas Vino dan Azil tertarik padaku, aku hanya tertawa menanggapi ledekan Diana itu, karena manamungkin lelaki kota seperti mereka tertarik pada cewek culun,cuek, dan gak gaul kayak aku, Diana bilang sikapku berubah setelah bekerja, bukan ke arah negatif tapi justru aku lebih terbuka dan lebih ceria, mungkin sikapku berubah karena lingkungan baru di pekerjaan atau mungkin karena orang-orang yang aku ceritakan tadi, begitulah kata Diana.


Tapi tanpa aku sadari rasa sepi yang aku rasakan selama ini yang susah juga untuk aku hilangkan, perlahan tarasa terisi, dan akupun masih tidak tau apakah itu karena aku mempunyai pekerjaan atau karena orang-orang di sana atau mungkin ada perasaan baru yang tumbuh.


Yang jelas aku tidak boleh lupa untuk apa alasanku ada di sini dan untuk siapa aku bekerja keras, rasanya aku mulai rindu pada kedua orangtuaku, kalau nanti aku libur pasti aku akan pulang.


Pas pagi-pagi Hp ku berbunyi ternyata Azil menelfon ku,


"Halo mi, berangkat kerja bareng yu, aku sudah sampe depan kost kamu? " kata Azil


aku heran dan kaget


"kamu tau nomor telpon dan alamat kost aku dari mana? " tanyaku

__ADS_1


"kalau nomor kan kita ada di grup whatsapp yang sama, kalau alamat kamu aku nanya sama Naya, ayo keluar dong kita berangkat biar gak telat" jelas Azil


"iya bentar aku sebentar lagi selesai ko". jawabku**


__ADS_2