
Akhirnya aku pindah kontrakan juga, jadi aku tidak perlu naik angkot ke tempat kerja, cukup dengan berjalan kaki sekitar 10 menit aku sudah sampai di tempat kerja, semoga aku betah mengontrak sendirian, berarti sudah 2 orang yang mengetahui aku pindah ke kontrakan Naya dan Azil.
Mulai hari ini aku harus bangun lebih pagi, karena sekarang selain aku harus menyiapkan sarapan dan bekal makan siang aku harus berangkat berjalan kaki, saat aku sampai di tempat kerja Azil langsung menghampiriku,
"Ami kamu udah sampe aja, aku tadi ke kontrakan kamu loh" kata Azil
"kan aku sekarang bisa jalan kaki Az deket ko ke sini, cuma harus bangun lebih pagi aja hehe" jawabku
"emmm gitu" kata Azil sambil tersenyum
Saatnya bekerja dan bertemu dengan Rian lagi, harus semangat Ami tinggal beberapa hari lagi, ya aku berusaha menyemangati diriku sendiri, saat aku membuka lokerku ada coklat dan secarik yang bertuliskan "semangat untuk hari ini Ami", manis banget sih yang ngasih aku kejutan buat aku pagi-pagi gini, tapi siapa yang menaruh coklat dan tulisan ini? gumamku dalam hati, apa mungkin Azil? atau mas Vino?, tapikan Azil baru dateng setelah aku, berarti mas Vino yang ngasih ini, ternyata mas Vino romantis juga dia jadi bikin aku senyum-senyum sendiri, nanti istirahat aku akan keruangannya untuk berterimakasih, kataku dalam hati.
"Woy Ami ngapain senyum-senyum sendiri gitu" kata Rian mengagetkanku
"ngagetin aja deh, terserah aku dong mau cemberut atau senyum ayo ke gudang kita mulai kerja" kataku
Seperti biasa Rian selalu menggodaku saat di bekerja lalu pak satpam mengetuk dan masuk ke gudang,
"Mba, mas maaf ganggu itu di luar ada 2 orang cewek nanyain mas Rian" kata pak satpam
__ADS_1
"mereka siapa ya pak? dan mau apa katanya? " tanyaku
"gak tau mba mereka cuma nanyain mas Rian udah gitu aja" jelasnya
"ok pak saya ke luar deh" jawab Rian
"kalau gak penting jangan lama-lama lagi jam kerja nih" kataku
"siap komandan" kata Rian sambil pergi keluar bersama pak satpam
Cewek-cewek itu pasti fans nya Rian, dia kan tukang tebar pesona sana sini, tukang pemberi harapan palsu (PHP), gak pernah berubah dia dari dulu, eh ngapain aku malah mikirin Rian ya...!, mending lanjutin kerjaan, gummku, tak lama Rianpun masuk lagi ke gudang.
"mereka temen sekolah SMA aku bukan fans mereka nanyain kerjaan di sini, terus aku bilang belom ada udah gitu aja" jawab Rian
"halah kamukan emang tukang sebar pesona sana sini mereka pasti nanti jadi korban PHP doang" kataku
"kamu ko sinis gitu Mi? cemburu ya..! " kata Rian meledek ku
"cemburu apaan sih, udah ayo kerja lagi" kataku
" iya iya" jawab Rian.
__ADS_1
Sudah jam istirahat aku akan langsung ke ruangan mas Vino,
"permisi mas" kataku sambil mengetuk dan membuka pintu ruangannya
"iya Mi, oh sudah jam istirahat ya..!" kata mas Vino
"iya mas, emmm mas makasih ya coklat sama tulisan kertasnya" kataku
"coklat apa? tulisan apa? " mas Vino terlihat heran
"mas naro coklat sama tulisan kan tadi pagi di loker aku?" tanyaku
"gak ko, aku baru mau kasih kamu ini" kata mas Vino sambil menyerahkan satu buket bunga mawar putih yang wangi dan cantik
"bagus banget makasih ya mas, kalau bukan mas Vino terus siapa ya..!" kataku
"mungkin pengagum rahasia atau fans kamu Ami hehe" kata mas Vino sambil meledek
"emangnya aku artis punya fans segala" kataku sambil tersenyum
"ya udah aku mau ngajak kamu makan siang bareng, hari ini aku ulang tahun jadi kamu gak boleh nolak ya" kata mas Vino
"hah...! ya ampun selamat ulang tahun ya mas maaf aku gak tau, harusnya aku yang kasih kado tapi malah mas Vino yang kasih bunga ke aku" kataku
"gak papa Ami, gak pernah di rayain juga ko, ayo kita berangkat sekarang" ajak mas Vino
__ADS_1
"baik mas" kataku.