Cinta Diujung Penantian

Cinta Diujung Penantian
02


__ADS_3

Sejak pukul 18.00 Reina sudah menyumpal kedua telinganya dengan menggunakan headseat.Dengan berpura-pura belajar didalam kamar ia menunggu radio itu mulai bersiaran.


Hampir putus asa tatkala sudah lebih dari 90 menit belum ada tanda-tanda radio akan bersiaran.Saat hendak mulepas headseatnya terdengar sang penyiar mulai bicara.


Tanpa disadari Reina tersenyum kecil saat mendengar suara itu.


Cepat2 ia mengirim pesan keradio itu,ada dua pesan satu menggunakan namanya satu menggunakan nama samaran.


10 menit berlalu,penyiar yang mengaku bernama Yulyant Rendra Mahesa atau Rendra itu mulai berbicara lagi.Tapi kali sudah berdua ditemani Arnes yang ternyata suaranya jauh lebih medok dari Rendra.Sontak membuat Reina tertawa terpingkal-pingkal.


"Hay guys balik sama babang Rendra dan siapa disamping gue..."Ucap Rendra."Arnes cowok imut yang baik hati tidak suombong"Sahut Arnas.Didalam studio itu Rendra yang mendengar ucapan Arnas hanya mencebikkan bibirnya.


"Langsung kita baca pesan pertama cuss."


'Hay mas Rendra kenalin monitor setia nih gue,gue minta lagu Cinta dan Dilema ya mas.Gue khususkan buat penyiarnya aja suaranya medok binggo.Thanks by Detha' Pesan dari Detha.

__ADS_1


"Biarin medok mbak.Yang penting kece."Sahut Rendra sedikit kesal.


Selang beberapa pesan Rendra membacakan pesan dari Ninka.


'Assalamualaikum mas.Aku Ninka,monitor setia juga.Ogh ya malam ini aku bawa monitor-monitor baru loh mas mereka Reina,Ifah,Iyya,dan beberapa teman sekelas aku yang nggak mungkin aku sebutkan satu-satu.Minta lagu Takkan pisah ya.Tak khususkan buat dedek Reina sohib gila gue.Makasih mas.'


Rendra membaca pesan itu dengan sedikit tersenyum saat Ninka menyebut nama Reina.


Reina yang sedang fokus mendengar sesi kirim pesan pun dibuat kaget saat Ninka harus menyebutkan nama-nama temannya,ditambah diakhir pesan lagu itu ia khususkan buat Reina.Reina memasang wajah kesal tapi tetap mendengarkan siaran itu.


'Satu nama tetap dihati boleh kayaknya mas'


'Cinta disininya Ungu donk mas*.'


Itu hanya sebagian dari pesan-pesan yang masuk keradio itu.Dan ini ada pesan dari Reina dengan nama aslinya.

__ADS_1


'Selamat malam mas Rendra.Kenalin Reina monitor baru yang cantik.Hehehhe...Minta lagunya ya jangan ada dusta diantara kita.Terkhususkan yang sangat khusus buat penyiarnya aja.Semangat.Ok thank you mas Rendra.'


Rendra tersenyum manis saat membaca pesan itu.Ada hal aneh didalam dirinya saat membaca pesan itu.


"Ok jangan ada dusta diantara kita ya Reina ya.Hehehhe...Kita putar.Ok!"Ucap Rendra.


Reina terus-terusan tersenyum saat mendengar pesannya dibacakan.


Waktu menunjukkan pukul 21.51 Reina yang biasanya sudah terbang kealam mimpi kini masih setia mendengar radio sambil senyum2 sendiri.Apalagi mendengar pesan teman2nya yang tak kalah kocak.Semakin membuat perutnya sakit karena tertawa..Pukul 22.00 siaran ditutup.Ada sedikit rasa kecewa tatkala pesan Reina yang satu belum dibacakan.


Tetapi ternyata pesan yang Reina kirimkan dibacakan Rendra sebagai penutup malam itu.


'Terkadang rasa hadir tanpa tahu seperti apa rupanya.Ia hadir saat angin membawanya masuk kedalam hati.Hanya saat suara mengalun indah ditelinga,seakan semua berubah.Hati yang dulunya tandus kini menjadi sedikit hidup.Hidup yang dulu hampa kini sedikit bewarna saat angin membawa suara itu kehatiku.By Rei'


"Wah wah wah...boleh juga ya guys kata2nya.Siaran malam ini cukup sampai disini ya guys.Lanjut lagi besok sama gue babang Rendra.Terakhir lagunya Pujaan hatinya kangen band aja kayaknya cocok buat kata2 yang tadi.Ok see you.Good night."Ucap Rendra diakhir acara. Dilain sisi Reina masih senyum2 nggak jelas saat sajaknya dibacakan diakhir acara.

__ADS_1


Waktu terus berlalu,tidak terasa sudah hampir satu bulan Reina dan kawan-kawan aktif berkirim salam diradio Rendra.


__ADS_2