
Malampun tiba.Reina sangat tidar bersemangat untuk sekadar membuka buku pelajaran.Adiknya yang biasa suka mengganggunyapun tidak sejahil biasanya.Mungkin mengerti jika suasana hati kakaknya sedang buruk.
Akhirnya ia putuskan untuk mendengarkan radio saja.Mungkin itu akan membuat moodnya lebih baik.Tapi ia tak berniat untuk mengirimkan pesan.
Tetapi sahabat-sahabatnya memberi semangat lewat pesan itu.Dan juga Rendra tak kalah memberi semangat pada Reina.
'Buat Reina kuat y beb.Ardi emang brengsek.Luka disini ya mas dar Ifach.'
'Sabar ya Rein.Berarti dia bukan jodoh elu.Lagunya ngikut.Ninka.'
'Bebeb.Udahlah cari yang baru.Jangan karena dia kamu bersedih2 ria.Dari Detha cuntik.'
'Mbak Rein aku ikut bersedih atas putusnya kamu.Mas Rendra boleh dong minta nomernya mbak Reina buat tambah2 kenalan.Ini aku Anto.'
Reina menaikkan alisnya mendengar pesan terakhir yang dibacakan Rendra.
"Yakinlah kamu Reina dibalik setiap kegelapan yang sekarang kamu hadapi.Didepan sana sudah ada siterang yang menunggumu.Jangan sampai terpuruk hanya karena satu laki2 yang tidak pantas kamu ratapi.Sedungguhnya air matamu terlalu berharga untuknya.Tetap semangat yaRein!"
__ADS_1
"Maaf ya guys dikarenakan babang Rendra akan ada acara siaran cukup sampai disini.Lanjut besok cusss.End lagunya yang melo2 aja.See you."Ucap Rendra menutup acara.Buru2 Reina menelfon Rendra.Ia takut Rendra membagi nomor ponselnya pada Anto Anto tadi.
"Hallo."Ucap Rendra diseberang sana.Ada rasa bahagia saat melihat nomor yang masuk dalam panggilan dihpnya.
"Emm...mas,mas Rendra gak bagi nomor aku kan?"Tanya Reina ragu.Rendra justru tertawa membayangkan wajah kusut Reina.
"Hahahaha.Jadi kamu takut aku bagi nomor kamu?Astagah.Tenang aman disaya.Jangan takut!"Jawab Rendra menggombal.
"Ok selamat malam.Good night.Heve a nice dream.Thank you."Sahut Reina langsung memutus sambungan.
Keesokan harinya,Rendra pov
Tapi pagi ini kuputuskan untuk melihat kebelakan dan menyaksikan Putri marah-marah pada ibunya.
"Bosen tau nggak sih bu hidup yang gini-gini aja."Omel Putri.Rasa sesak mulai merasukiku.
"Jangan sampai mas Rendra tahu kalau aku sering memarahi ibu.Atau ibu akan menjadi janda secepatnya.Huh."Lanjut Putri lagi.
__ADS_1
"Seperti biasa saat aku dan mas Rendra kerja cucikan semua pakaian kami disore hari.Jemur ketika malam hari.Jadi dengan begitu mas Rendra pikir aku yang mencucinya."Ucap Putri lagi.
Aku memutuskan kembali kekamar dan akan aku selesaikan nanti saat sarapaan
Sarapan pagi itu terasa sangat canggung.Aku sudah sangat kecewa terhadap Putri.Dan tiba-tiba ia marah-marah nggak jelas kepadaku.
Aku yang dari subuh sudah memendam amarahpun juga mengeluarkan emosiku pagi itu.Rasanya begitu lelah menghadapi Putri yang tidak menentu sisikapnyq.Mungkin pagi ini adalah awal kehancuran rumah tanggaku dengan Putryq
"Aku capek sama kamu mas."Ungkapnya tiba2.
"Lalu kamu mau apa?Pergi dari rumah ini?Kita sudah menikah bukan pacaran atau sekadar main-main.Harusnya sikap tempramen kamu dikurangi Put.Aku nggak nyangka jadi ternyata seperti itu sikapmu terhadap kedua orang tuaku.Kuharap kamu masih bisa berubah.Kurasa sudah cukup lama juga aku bersabar akan dirimu.Sudah hampir jam 6.Aku tunggu dimotor.Buruan!"Jawabku.Kucoba sebisa mungkin agar rumah tanggaku bisa diperbaiki.
1 bulan berjalan tanpa kusadari aku mengundang Reina masuk kedalam hidupku.Awalnya yang hanya kugunakan untuk main-main makin kesini justru aku yang tak mau melepaskannya.Bahkan aku sudah enggan memperbaiki masalah rumah tanggaku dengan Putri yang tak jelas seperti apa.Kupikir tak apa toh dia sepertinya juga fine-fine saja.
Hari ini hari minggu pertama dibulan Agustus.Pagi-pagi aku sudah dibuat kesal bukan main oleh Putri.Dia memutuskan pulang kerumah orang tua kandungnya.Tanpa berbicara sepatah katapun sebelumnya.Dia hanya memesan taxi online untuk menjemputnya dirumahku.
"Aku mau pulang kerumah ibu ddisemaran.Capek aku hidup sama kamu."Ucapnya.
__ADS_1
"Jangan salahkan aku dan jangan pernah menyesal jika pada akhirnya kita tak bisa memperbaiki semua jika kamu memilih untuk pulang kerumah ibumu hari ini."Sahutku.
"Tak akan."Ucapnya lalu meninggalkanku.