Cinta Diujung Penantian

Cinta Diujung Penantian
36


__ADS_3

"Papa."Leandra berlari kearah Arif yang sedang membenahi motor dengan bajunya penuh dengan bekas oli.Tangannya juga hitam karena oli dan berbagai peralatan lainnya.


Leandra tak peduli dan langsung memeluk Arif.Beberapa pasang mata menatap kaget saat Arif dipanggil papa oleh anak laki-laki.Setahu mereka anak Arif itu perempuan bukan laki-laki.


Arif yang melihat kakak iparnya berjalan kearahnya langsung tersadar dari rasa terkejutnya.Ia tersenyum karena tak menyangka jika kakak iparnya pulang hari ini.


"Hey jagoan baju papa kotor hlo.Dit lanjutin motor ini!"Perintah Arif.Ia coba melepaskan pelukan Leandra tapi Leandra tak mau justru semakin erat memeluk Arif.


"Leandra salim dulu sama kakek."Reina mengingatkan anaknya.Ia sendiri juga segera mendekat kearah Kusno dan mencium punggung tangan ayah mertuanya.Leandra yang masih digendong Arif juga menyalami kakeknya.


"Kakek.Leandra kangen kakek."Ucap Leandra antusias.


"Pak kita kedalam dulu ya."Ucap Arif pada Kusno.Dan Kusno hanya mengangguk.Akhirnya Arif Leandra dan Reina masuk kedalam rumah.


Didalam rumah Leandra langsung merengek minta digantiin baju karena bajunya kotor terkena bekas oli dibaju Arif.


"Kamu ini mas baju kotor kok ya gendong-gendong Leandra."Omel Feris.


"Mommy buruan."Leandra terus merengek.Dan Reinapun segera mengambil baju dalam kopernya.


"Persis papanya tidak sabaran."Celetuk Arif.


Usai digantikam baju santai Leandra berlari keteras dan langsung memeluk Nesia.


"Dhek"Ucap Leandra menyapa Nesia.Nesia sendiri yang melihat kakaknya langsung berdiri dan memeluk Leandra.


Sedang Yeksa dan Ayesha terlihat bingung.

__ADS_1


"Kapan tiba?Kok Nesia tidak tahu?"Tanya Nesia.


"Kamu aja sibuk sama Yeksa dan Ayesha mana sadar aku sudah sampai dari tadi."Leandra pura-pura marah dan mengomeli Nesia.


"Kamu Ale?"Yeksa bertanya.


"Ale yang cengeng itu kan?"Sahut Ayesha.


"Aku Leandra bukan Ale."Jawab Leandra ketus.


Didalam rumah


Reina Arif dan Feris tengah mengobrol sekadar melepas rindu.Hingga Arif mengatakan jika kamarnya tak direnovasi sedikitpun.Bahkan kamar itu dibersihkan sendiri oleh Feris.Pembantu tidak boleh memasuki kamar itu atau mereka akan dipecat jika masuk kekamar itu.


Tak lama Reina masuk kedalam kamar.Saat membuka pintu dan melihat semua masih sama Reina menghirup udara didalam kamar itu dalam-dalam,lalu ia hembuskan perlahan.


Tak ada yang berubah.Semua masih sama.Sedikitpun tidak ada yang bergeser.Reina senang kamar itu tidak ada yang berubah sama sekali.


Masih sama ia belum siap membuka surat itu.


Keesokan harinya.


Semalam Arif dan Feris bilang jika hari ini akan ada bazar makanan yang berpusat disekitar tempat tinggal mereka.Leandra yang mendengar terlihat sangat semangat dan antusias.


Seperti biasa Reina selalu memberikan style pakaian yang keren untuk Leandra.Celana jeans pendek lalu kaos dan kemeja berlengan ssesik.Lalu sepatu yang kalau beli harus sesuai keinginan Leandra.Stylenya tak jauh beda dari almarhum papanya.Membuatnya terlihat semakin tampan.Ia sudah berangkat terlebih dahulu dengan Nesia.Pagi-pagi Nesia sudah heboh minta segera dimandikan.


Feris sendiri yang kini perutnya sudah mulai buncit memakai celana kain yang longgar dan kaos yang cukup besar.Tak lupa rambutnya ia kuncir kuda.

__ADS_1


Arif sendiri mengenakan celana jeans selutut dan kaos hitam didalamnya lalu diluar ia memakai kemeja lengan pendek yang tidak ia kancingkan.


Sementara Reina sendiri,ia memakai dress sedikit diatas lutut berwarna peach lalu sneakers bewarna pink muda juga rambut panjang sepunggung yamg sengaja ia gerai.Kini penampilannya tak menunjukkan jika umurnya sudah hampir 30 tahun.


Mereka bertiga berjalan bersama dan sesekali bercanda.Jelas saja Reina yang berjalan tanpa Leandra dikira gadis yang sengaja jauh-jauh datang keacara itu.Karena baru kali ini merwka melihat Reina.Bahkan banyak dari mereka yang menggoda dan mencoba untuk mengajak Reina berkenalan.


"Wuidih Rif bini muda lo?"Tanya salah seorang tetangga Arif.Arif yang ditanya langsung memelototkan matanya.Sedang Feris bukannya cemburu dia justru cekikikan mendengar pertanyaan konyol itu.


"Cewek.Kenalan donk.Kenalin atuh Rif sama temannya."Sahut teman yang satunya.


"Boleh kalee Rif gue jadikan gebetan."


"Cantik kenalan donk sama abang."


Dan masih banyak lagi sahut-sahutan orang-orang yang menggoda Reina.


Dan semua terdiam ketika Leandra memanggil mamanya.


"Mommy."Leandra memanggil Reina.Lalu memeluk erat leher Reina yamg kini sedang berjongkok didepan Leandra.


Orang-orang yang sedari tadi menggoda Reina wajahnya berubah kecut semua setelah mengetahui Reina menikah.Dan mereka lebih tercengang saat melihat wajah fotocopy Very pada Leandra.


"Astoghfirulloh Very."Ucap salah seorang yang tadi menggoda Reina.


"Mom siapa om jelek itu?"Tanya sinis Leandra.Laki-laki tadi memasang wajah cengo mendengar jika dirinya dikatai jelek.


"Maaf ya mas ya gini nggak jauh beda sama almarhum bapaknya ketus bicara."Ucap Reina.

__ADS_1


"Heh ini istri almarhum mas Very.Nggak usah aneh-aneh deh."Sahut Arif.Lalu ia mengajak Feris Reina Leandra dan putri cantiknya Nesia pergi dari situ.


Sepanjang jalan banyak pasang mata yang melihat serius kearah Reina dan Leandra.


__ADS_2