
Author pov
Suasana kelas yang ramai seperti pasar membuat Reina,Detha,Ninka,dan Ifach bergosip ria.Hingga akhirnya Ninka mengatakan tentang Rendra yang beberapa waktu lalu janjian untuk bertemu dengan seorang wanita.Seketika Reina merasa disengat listrik ribuan watt.
"Si Rendra penyiar abal2 minggu lalu ngajakin Very keketemuan sama cewek cuy.Ditaman kota.Katanya aih bu guru."Ungkap Ninka.Reina masih diam.Ia sedang mengingat minggu lalu mereka tidak bisa jalan bareng dikarenakan Rendra sedang ada acara dengan teman2 pabriknya satu line.Tapi mengapa pas sekali dengan hari yang dikatakan Ninka tadi.
Reina masih mencoba untuk biasa saja,ia ingin tahu banyak hal yang tidak ia ketahui.
"Wuidih.Gila tuh orang.Emang udah cerai gitu sama si Putri?Kayaknya juga belom udah gandeng cewek lain aja."Sahut Ifach.Ifach memang sangat kesal dengan sikap Rendra yang sok kegantengan itu.
"Mana gue tahu.Menurut lo udah cerai belom Rein?"Goda Ninka.Mereka seakan tahu jika Reina ada rasa dengan Rendra.Melihat gelagat Reina tiap kali diradio itu.
"Hah.Gimana?"Jawabnya.Ia melamun.Ia masih tak percaya dengan ucapan Ninka.Tapi hatinya seolah menyetujui ungkapan Ninka.
"Lo ngelamunin apa sih?"Tanya Detha khawatir.
"Enggak.lagi banyak pikiran aja.hehehe"Tawa Reina ysng terdengar sangat ambigu.
__ADS_1
"Ekh berarti elo masih donk ada hubungan sama si Very brengsek itu?"Lanjut Reina mengalihkan pembicaraan.
"Kagak gue cuma sekadar chatting aja sama dia.Terus dia bilang ke gue buat ngingetin elo supaya jangan samapi deket2 sama si Rendra.Kan kalo diradio kayaknya akrab gitu sama Rendra.Takutnya elo ntar cuma mau disakiti sama dia Very bilang gitu ke gue.Elo sendiri juga semakin akrab kan sama dia?"Jelas Ninka.Ada keganjalan tatkala Very terlalu peduli terhadap Reina.
"Gue cuma temenan sama dia."Sahut Reina.
"Kok kesannya Very peduli banget ya ama elo Rein?Dan elo Rein kalo berteman ngapain ngatain Very brengsek?"Sahut Detha yang sejujurnya sangat penasaran dengan sikap Very.
"Kan dia udah oernah nyakitin Ninka beberapa kali."Celetuk Reina.
"Dan beberapa waktu yang lalu dia minta nomor telfon elo Rein."Lanjut Detha.
"Elo sama Very aja.Gue udah ada kok cowok lain.Hihihi"Goda Ninka.
"Sakit kalian semua."Ucap Reina.
Meski terlihat biasa saja sedari tadi pikiran Reina masih seputar Rendra.Ia ingin tak peduli dengan ucapan Ninka.Tapi hatinya seakan percaya akan hal itu.Ia menahan supaya tidak menangis didepan teman2nya.
__ADS_1
Buliran air diujung mata yang sedari tadi ia tahan tak terasa meluncur dengan cepat dipipi Reina.Ia buru2 kekamar mandi untuk membasuh muka.
Teman2nya bingung.Hingga saat ini mereka belum mendapatkan cerita dari Reina.Reina sendiri sangat pandai menutupi rahasia itu.
Hingga ide muncul dari Iyya untuk menelfon Very dan menanyakan apa maksudt ucapannya itu.
Sambungan telfon tersambung.Tapi hingga 5 kali panggilan belum ada jawaban dari Very.Membuat mereka semakin kesal.
Tak lama Reina datang dan langsung mengambil tasnya dan berlari keluar kelas.Menit berikutnya terlihat mobil Reina keluar dari gerbanat
"Buruan telfon Very lagi.Biar kita bisa bantuin Reina."Ucap Ifach khawatir.
Baru saja Ninka ingin menelfon Very,si empu nama sudah menelfon Detha dan menanyakan mengapa dijam sekolah begini Ninka menelfonnya berulang kali.Tapi saat ditelfon balik nomor Ninka tidak bisa dihubungi.
"Gue belum bisa cerita banyak.Hanya itu yang bisa gue ceritain.Reina sendiri gimana keadaanya?Dia nggak pa-pa kan?Dia nggak nangis kan?Gue khawatir sama dia."Tanya Very dengan pertanyaannya yang berbondong bondong.Keempat teman Reina hanya tertawa mendengar kekhawatiran Very.
"Kenapa lo suka Bhin sama Reina?Segitu khawatirnya,ceileh."Goda Ninka.
__ADS_1
"Apaan sih kalian semua.Gue lagi serius ini.Buruan kirim nomor telfon Rein.Dan apa alasan gue,sorry gue belom bisa cerita.Ok!Biruan kirim!"Teriak Very diseberang sana dan langsung menutup telfon secara sepihak.