Cinta Diujung Penantian

Cinta Diujung Penantian
38


__ADS_3

Reina segera mengajak dua anak kecil itu mandi.Tapi keduanya lebih memilih mandi dibawah kran depan teras.Reina meminta Feris mengambil peralatan mandi dan menyiapkan segala baju ganti.


Bukannya mandi mmerka bertiga justru bermain air.Terlihat Reina tertawa lepas.Semenjak kepergian Very,Reina jarang sekali tertawa lepas.Dan sore ini hanya karena bermain air ia tertawa lagi.


Rendra diam-diam mengambil gambar mereka bertiga.Feris yang melihat tingkah konyol ketiganya jadi ikut tertawa.


Nesia yang selalu terlihat bersih dan anggun hari ini terlihat sedikit bar-bar dan kotor terkena oli karena ajakan Leandra.Reina sendiri tidak pernah melarang Leandra melakukan apapun jika itu masih dalam hal positif.


"Mommy marah kalau kalian main terus.Sudah sore.Nanti kalian salit."Ancam Reina.Keduanya lantas diam saja saat Reina membersihkan badan kedua anak kecil itu.


Setelah selesai dan badannya ikut basah semua Reina meminta Feris untuk mengganti baju dua bocah itu.Reina juga ingin segera mandi takut kalau masuk angin.


Usai mandi Reina enggan keluar rumah.Ia belum ingin bertemu dengan Rendra,jadi lebih memilih menonton tv.


Suara rengekan Leandra tiba-tiba terdengar menggelegar ditelingan Reina.Ternyata Leandra ingin pergi jalan-jalan.


"Ayolah mom."Ajak Leandra sambil menarik-narik lengan Reina.


"Mommy capek sayang.Besok saja ya?"Bujuk Reina.Tapi Leandra tidak menyerah dan terus memohon pada mommynya.


Karena tidak kunjung dituruti Leandra berlari keluar dan mengajak Arif.


"Papa Leandra pengen jalan-jalan.Kita makan diluar ya pa?"Tanya Leandra manja pada Arif.


"Nesi juga setuju pa."Sahut Nesia meski baru sampai dipintu.

__ADS_1


"Sayang mama Feris sudah masak banyak.Kan sayang kalau cuma dibuang.Kasian juga mana Feris.Lain kali ya kita makan diluar."Bujuk Reina pada putranya.


"TIDAK."Leandra menjawab penuh penekanan.


"Sayang mommy kamu benar.Mama Feris sudah masak banyak."Jawab Arif.


Leandra masih terus merengek.Bahkan Reina sampai memijat pelipisnya karena Leandra yang kadang sangat sulit dibujuk.


Tak disangka Rendra mendekat kearah Leandra dan memangkunya.


"Om tua ada apa?"Tanya Leandra saat Rendra sudah memangkunya.Semua orang tertawa karena Rendra dikatai tua oleh Leandra.


"Hello boy.Lupa sama om?Gini om kasih tahu apa kamu tidak kasihan sama mama Feris kalau kamu makan diluar.Padahal mama Feris sedang mengandung calon adik kamu lho.Mama Feris rela masak banyak buat kamu.Masa' kamu ngajak jajan diluar.Kasihan nanti calon adik kecilnya.Om janji besok kita beli ice cream yang banyak.Tapi malam ini kita makan dirumah.Kita semua makan disini.Bareng-bareng."Bujuk Rendra.


"Ok om."Leandra langsung mengiyakan bujukan Rendra.Reina sangat terkejut dengan pemandangan didepannya.Seketika ia teringat isi surat Very jika hanya Rendra yang pantas menjadi papa pengganti untuk Leandra.


"Kamu ingat tidak kalau mau lindungi appa sama mommy harus jadi laki-laki yang seperti apa?"Tanya Rendra berharap bocah didepannya masih mengingat ucapannya 7 tahun yang lalu.Meski tidak mungkin tapi ia tetap berharap.


Leandra nampak berpikir cukup lama.Sepertinya ia sedang mengumpulkan ingatannya tentang ucapan Rendra dulu.


Sedikit-sedikit Leandra mulai mengingat.Dan senyumnya terlihat jelas tatkala ia mengingat akan sebuah nasehat seseorang.


"Laki-laki itu harus kuat tidak boleh cengeng ataupun lemah.Karena apa,kalau sudah besar Ale emm maksudtnya Leandra harus melindungi mommy,appa dan adik-adik Leandra.Leandra harus melindungi orang-oranhg disekitar Leandra."Leandra mengucapkan kalimat yang sama persis seperti yang Rendra ucapkan 7 tahun lalu.


Rendra tersenyum ternyata ingatan bocah ini sangat kuat.Leandra juga tersenyum.Ia bertekad akan melindungi mommynya,papa Arif mama Feris dan Nesia.

__ADS_1


Makan malam sudah tersedia.Rendra dan beberapa tetangga yang bertamu kerumah Arif ikut makan malam disana.Mereka tertawa lepas tapi tidak dengan Reina.


Ia kembali teringat Very.Ia berdiri dan berpamitan ingin menghirup udara segar sebentar.


Reina berbohong,jelas.Ia tak ingin ada yang melihatnya menangis apalagi Leandra.


Ia sudah berjanji pada putranya untuk tidak menangis lagi.


Ia berdiri didekat gapura jalan masuk menuju pekarangan rumah Arif.Disans dia menangis sesegukan.


Ia masih terus menangis jika mengingat Very.


"Mommy."Ucap Leandra dibelakang Reina.Reina terkejut karena ternyata Leandra mengikutinya.


Tadi sesaat setelah mommynya berpamitan ingin mencari udara segar ia tahu jika mommynya sedang merindukan appanya.


"Please.Don't cry.Leandra sedih kalau mommy menangis."Ucap Leandra sembari mengusap air mata mommynya."Mommy bilang mommy tidak akan menangisi appa lagi.Mom appa pasti sedih kalau lihat mommy menangis.Leandra tidak mau melihat mommy menangis."Lanjut Leandra lalu mengecup kedua mata Reina.Reina memeluk erat tubuh anaknya.


Ia begitu menyayangi Leandra.


Akhirnya Leandra mengajak Reina bergabung lagi.Suasana yang awalnya santai karena penuh dengan candaan berubah seketika saat Leandra mengatakan pada mommynya jika ia ingin Rendra jadi papanya.


"Mom Leandra pengen om tua ini jadi papa Leandra."Celetuk Leandra yang sukses membuat Reina dan Rendra terbatuk-batuk.


Suasana berubah menjadi canggung.Tak ada yang mulai berbicara hingga terdengar kembali ucapan konyol Leandra.

__ADS_1


"Nes kamu maukan nanti kalau om tua ini jadi papa aku kamu juga panggil dia papa?"Tanya Leandra.Reina menggeleng-gelengkan kepalanya karena mendengar ucapan tak berfaedah putranya.Nesia sendiri mengangguk dengan antusias.


__ADS_2