Cinta Diujung Penantian

Cinta Diujung Penantian
25


__ADS_3

Hari pernikahanpun sudah tiba.


Hari ini,Reina terlihat sangat cantik dengan menggunakan kebaya putih saat ijab kabul.Ia yang sedari dulu tidak terlalu suka dengan make up yang berlebihan terlihat sangat cantik.Sebab make upnya hari ini sedikit lebih tebal dari biasanya.


Very dibuatnya melongo melihat kecantikan Reina.Tepatnya bukan hanya Very tapi mereka-mereka yang saat itu tengah menunggu kedatangan Reina.


"Saya terima nikahnya Reina Risank Agatha binti Kevin Agatha untuk saya sendiri dengan mas kawin yang tersebut dibayar TUNAI."Jawab Very lantang dengan satu kali nafas sesaat setelah ayah Reina mengucapkan kalimat ijab.


"Bagaimana para saksi?Sahhh...Sahhhh?"Tanya penghulu


"SAHHHH".Jawab orang-orang disana serempak.Lantas penghulu membacakan doa dan memberikan beberapa wejangan untuk kedua mempelai.Seusai ijab kabul Reina dan Very bertukar cincin terlebih dahulu.Lalu Reina mencium punggung tangan Very,dan Very mencium kening Reina.Semua tersenyum.Semua berbahagia.Tidak ada yang kesedihan hari itu.


Acara dilanjutkan dengan resepsi.


Tidak terlalu banyak undangan,sebab semua terbilang terlalu dadakan.


Saat acara sesi foto-foto dengan percaya diri Rendra naik keatas panggung untuk berfoto dengan pengantin.Dia tersenyum kecil didepan Reina dan Very.


Reina yang sudah sangat lama tak bertemu Rendra seketika terkejut dengan kedatangan RendrnRApalagi melihat ia tersenyum.Reina tahu dan hafal betul itu buka senyum bahagia.Tapi sebuah senyum yang dipaksakan.


Rendra berdiri ditengah-tengah Very dan Reina.Lalu mengangkat kedua tangannya den memeluk sepasang pengantin itu.Ia tersenyum lebar saat suara sorakan terdengar.Bagaimana tidak.Seluruh teman-teman Reina dan rombongan dari pihak Very  mengetahui jika Rendra mantan pacar Reina.


"Wuih Rend yang sabar bro.Jangan sampai pulang-pulang lo gantung diri."Celetuk salah satu rombongan dari Very.

__ADS_1


"Uluh-uluh sakit hati abang dek."


"Hebat juga tuh orang tersenyum lebar."


"Semoga aja Rendra nggak ada niatan bunuh diri karena ditinggal nikah Reina."


"Wah Rend ntar pulang kerumah ya bukan ke rumah sakit.Wkwkwk"


Itu hanya beberapa celetukkan orang-orang dari rombongan Very.Sedangkan Very dan Reina hanya tersenyum kecil menanggapi itu semua.Jangan ditanya Rendra lagi-lagi memaksakan senyumnya.


"Selamat bro.Jaga noh bini lo."Ucap Rendra sambil menyalami Very.


"Selamat ya Rein.Bahagia-bahagia kamu sama Very."Ucap Rendra saat menyalami Reina.Terlihat jelas rasa canggung dikeduanya."Kalau sampai Veru nyakitin lo.Bilang ma gue bakal gue potong noh burungnya."Bisik Rendra ditelinga Reina yang dapat Very dengar.Saat itu Rendra bernikan memeluk Reina sebentar.


Sorak-sorakan terdengar lebih keras tatkala tiba-tiba Rendra memeluk Reina sebentar.


"Aku selalu berdoa buat kebahagiaan kalian berdua."Ucapnya turun dari atas panggung.Saat sampai ditempat ia duduk teman-temannya sudah heboh sendiri menanggapi sikap Rendra barusan.


"Woy njir istri orang itu."


"Nyet dia istri Very.Wah parah lo."


"Nggak nyangka gue punya temen nyalinya gede banget."

__ADS_1


"Bisa diem nggak?Sakit hati gue sebenarnya."Sahut Very dengan ekspresi yang dibuat seolah-olah akan menangis.


Ucapan beberapa orang sambil menepuk-nepuk pundak Rendra.


Padahal dilubuk hati Rendra yang sangat dalam ia merasakan sakit yang luar biasa ketika melihat Reina duduk dipelaminan bersama Very.Terasa lebih sakit saat ia harus berpura-pura tersenyum lebar ketika berdiri diantara Reina dan Very.


Pukul 15.05 acara selesai.Seluruh tamu undangan sudah bubar dan pulang kerumah masing-masing.


Rendra yang sampai dirumah langsung metebahkan badannya ke kasur dan memejamkan matanya sejwnak.Sekelebat bayangan Reina hadir dang membuat Rendra langsung membuka matanya.


Sepanjang perjalanan pulang dia terus kepikiran sama Reina.Dan selama itu pula ia selalu merutuki dirinya sendiri yang belum bisa move on sari Reina.


"Gila ini gila.Sadar Rend istri orang itu.Istri temen lo sendiri."Ucap Rendra sambil menepuk-nepuk pipinya.


"Gue butuh pencerahan nih kayaknya.Bisa gila beneran kalau gue masih kayak gini."Omelnya pada diri sendiri.


Lantas ia mengemasi beberapa pakaiannya dan berniat ingin menginap dirumah salah satu teman pabriknya.


Kehidupan pernikahan Very dan Reina berjalan lancar.Diusia pernikahan yang menginjak 6 bulan Reina sudah hamil.Kehamilannya memasuki usia 4 bulan 1 minggu.Ia begitu bahagia dengan hal tersebut.


Arif dan Feris juga sudah menikah satu bulan yang lalu.


Very memperlakukan Reina dengan sangat baik.Ia menepati janjinya untuk selalu membahagikan Reina.Reina sendiri dengan mudah dapat betadaptasi dengan kehidupan keluarga Very.Semenjak menikah usaha bengkel rumahan yang ia bangun lebih berkembang.Dirumah itu ia juga membuka toko yang menjual berbagai kebutuhan.Meskipun orang tua Reina menawarkan beberapa pekerjaan,ia lebih memilih untuk hidup sederhana dan membangun usaha kecil-kecilan dan memulai hidupnya dengan Very dari NOL.

__ADS_1


__ADS_2