Cinta Diujung Penantian

Cinta Diujung Penantian
23


__ADS_3

2 minggu telah berlalu.


Hari ini Reina dan Very akan menyebar beberapa undangan kerumah teman-temannya.


Rasa bahagia bukan main yang Very rasakan.Impiannya,impian bersanding dengan Reina dalam hitungan hari akan terwujud.


"Kerumah Detha dulu aja.Biar dia kaget.Hehe hehe."Ajak Reina pada Very.Very hanya menuruti usul Reina.


Saat sampai dirumah Detha,Detha ternyata sedang berkumpul dengan teman-temannya disuatu rumah makan.Istilah lainnya reunilah untuk satu kelasnya.


"Kamu telfon dulu si Detha.Tanya dimana.Bilang mau nyusul."Usul Reina.Undangan-undangan itu harus segera sampai kealamat yang dituju sebab acara pernikahan tinggal satu minggu lagi.


Tak banyak sebenarnya yang mereka undang.Hanya teman-teman dekat Very dan Reina,kerabat dekat dan tetangga itupun tidak semuanya.


"Hallo.Dimana lo Tha?"Tanya Very saat Detha mengangkat telfon Very.


"Kenapa?Gue lagi di D'asmo reuni anak IPA.Lo mau nyusul?Datang aja belum ngumpul semua kok."Jelas Detha.


Very dan Reina bergegas kerumah makan yang dikatakan Detha.


Sepanjang perjalanan Reina senyum-senyum membayangkan reaksi teman-temannya akan kedatangannya belum lagi undangan pernikahannya dengan Very.


Very hanya geleng-geleng kepala akan tingkah konyol Reina.


30 menit kemudian mereka telah sampai dirumah makan D'asmo.Very memarkirkan mobil Reina tak jauh dari pintu masuk.


"Ver dingin."Ucap Reina manja.Bagaimana tidak dingin hari sudah mulai malam dan ia hanya mengenakan dress selutut lengan pendek.


Merasa kasihan terhadap calon istrinya lantas ia melepas jaketnya dan memakaikan pada Reina.


"Makasih sayang."Ucap Reina tersenyum.Very yang mendengar panggilan 'sayang' seakan tak percaya.

__ADS_1


Very masuk duluan kedalam,diikuti Reina dari belakang.Detha yang melihat Very melambaikan tangan pada Very.Verypun mendekat dan gabung dengan mereka.


Saat itu yang paling bahagia adalah Ayu.Ternyata 2 tahun ini Ayu masih menyimpan rasa untuk Very.


"Tumben lo mau gabung ma kita?Suntuk lo nggak punya teman?"Tanya Detha saat Very duduk disampingnya.


"Kangen sama kalian-kalian."Sahut Very santai.Ia mencoba mencari benda pipih kesayangannya.Tetapi benda itu tadi ia simpan disaku jaketnya dan kini jaket itu sedang dipakai Reina.


"Nyari hp gue."Sahut Very santai.Semua hanya diam


Hingga Ayu membuka suara dan justru membuat suasana menjadi canggung.


"Sama gue juga Ver?"Tanya Ayu.


Very tersenyum kikuk mendengar pertanyaan Ayu.Padahal apa yang ia ucapkan barusan hanya sebuah candaan,tapi nyatanya dianggap serius oleh Ayu.


Seketika suasana menjadi canggung.Tak ada yang bicara apapun.Very merasa tak enak hati karena candaanya membuat suasana menjadi seperti ini.


Very tersenyum merasa terselamatkan.


"Reina.Ini bener elo?"Tanya Ifach.Lantas ia berlari kearah Reina mencoba memastikan jika yang mereka lihat benar Reina.


Reina tersenyum melihat tingkah Ifach.


"Ehm...jadi cuma Ifach yang kangen gue?Kalian-kalian enggak?"Tanya Reina pura-pura kesal.


Detha,Ninka,Iyya dan yang lainnya mendekat dan berpelukan bersama.Setelah hampir 15 menit akhirnya semua duduk Reina duduk menempel disamping Very.


"Ini."Ucap Reina dengan senyum manisnya saat menyerahkan undangan pernikahannya dengan Very.


"Apa ini?"Tanya Ninka.

__ADS_1


"Buka donk biar tahu."Sahut Reina yang masih tersenyum.


"Lo masih waras kan Rein?"Tanya Iyya sembari membuka undangannya.


Mata meteka terbelalak saat membaca nama yang tertera didalamnya.


"Harus datang dihari bahagia gue."Ucap Reina.


"Ini serius?Kapan sih lo nyampainya kok undangan udah jadi aja?"Sahut Detha yang masih heran.


"Hampir 2 minggu yang lalu."Jawab Reina.Lalu ia memakan pesana Very karena makanan sudah datang.


Ayu jelas sangat tidak suka dengan undangan itu.Ia berharap masih bisa membatalkan acara itu.


"Sorry ya Yu gue ingkarin janji gue.Sorry ternyata 2 tahun pergi dari Very membuat gue sadar kalau gue butuh Very dan cuma Very yang bisa bikin gue bahagia."Ucap Reina yang membuat semuanya tak percaya.Ia dapat melihat raut kesedihan diwajah Ayu saat membuka undangan itu.


"Elo emang pembohong Rein.Sorry guys gue duluan.Udah hilang selera makan gue."Ucap Ayu lalu menyambar tas slempangnya diatas meja.


Reina sejenak terdiam.Lalu melanjutkan acara makannya.


"Rein kamu nggak pa-pa kan?"Tanta Very heran dengan reaksi Reina yang santai-santai saja.


"Kenapa?Aku udah kasih waktu 2 tahun dan dia nggak bisa buat kamu jatuh cinta


sama dia.Itu artinya kesempatan yang aku berikan buat dia hilang.Toh harusnya dia malu jika mengingat penolakan dia terhadapmu sayang.Kalian tahu bagaimana Ayu menolak Very dulu?"Jawab Reina yag juga memberi pertanyaan pada memadiaSemuanya menggeleng.


"Sorry ya Ver gue udah punya pacar.Dan mas Edi jauh lebih baik dari elo.Dan gue juga udah terlanjur cinta sama dia.Jadi jangan pernah ganggu gue!"Lanjut Reina sambil menerawang.Ia masih ingat betul pesan yang Ayu kirim buat Very.Sebab Very pernah menunjukkan pesan itu.


"Dan tak lama si Edi ketahuan main belakan sama elo Deth.Kan sebelumnya si Edi pacaran sana Nurul ekh dibelakangnya juga deketin Ayu.Ekh dibelakang Ayu dia deketin Detha.Tak cukup sampai disitu.Ternyata Edi juga mendekati Ninka dibelakan Detha.Terlalu rumit kisah percintaan kalian dengan makhluk jenis Edi itu."Lanjut Reina lagi.Membuat mereka malu sendiri jika mengingat masa-masa itu.


Perbincangan hari itu berlanjut hingga pukul 20.00.Reina pamit pulang dulu karena Reina tidak dibolehkan pergi hingga larut malam karena hari pernikahan semakin dekat.

__ADS_1


__ADS_2