Cinta Diujung Penantian

Cinta Diujung Penantian
08


__ADS_3

Akhirnya mereka makan dikantin depan sekolah.Paperbag dari Rendra masih nangkring ditangannya.Ia putuskan membuka isi paperbag itu dikantin.Sambil menunggu pesanan datang.Ditambah teman2nya juga kepo dengan isi paperbag itu.


Reina terkejut saat melihat satu set pakaian didalamnya.Dreess selutut bewarna putih tanpa lengan dan juga sepatu  ket bewarna putih pula,serta jaket jeans dengan lengan 3/4 berwarna hitam campur putih.Ia bingung darimana Rendra tahu ukuran sepatunya.


Melihat isi paperbag itu membuat penasaran teman2nya.


"Jujur deh Rein siapa cowok tadi yang ngasih ini paperbag ke elo."Tanya Iyya.


"Aaaa itu abang kurir.Hehehe."Jawab Reina berbohong.


"Onlineshop lu Rein?Bagus sih."Sahut Ifach.Detha dan Ninka hanya menganggukan kepala karena mereka madih sibuk dengan makanannya.


"Oooo sekarang abang kurir kalo dah habis anter paket pake nyium kening segala ya?hmmm...baru tau gue."Ucap Iyya lagi dengan ekspresi seakan sedang berpikir.Sedang Reina sudah tidak dapat berbohong lagi.


"Lo bohongin kita Rein?"Tanya Ninka yang menghentikan aktifitas makannya setelah mendengar penuturan Iyya.


Reina terus berpikir mencari alasan yang tepat.Ia juga belom siap buat bercerita tentang hubungannya dengan Rendra.Tetapi saat ini keadaan yang memaksanya.

__ADS_1


"Iya dia pacar gue.Tadi ngasih paperbag ini kegue.Dia ijin ditempat dia kerja buat nganterin ini ke gue."Jelas Reina yang berusaha sebisa mungkin untuk tidak menyebut nama Rendra.


"Bukan anak sekolahan to pacar lo?Kerja dimana?"Sahut Ifach kepo.


"Pabrik.Heheheh"Cengir Reina.


"Kalo udah siap cerita kekita ya!Siapapun dan seperti apapun kita dukung.Ya kan cuy?"Ucap Detha.Semua mengangguk dan langsung berpelukan.


Rendra pov


Aku mungkin memang sudah gila jatuh hati pada gadis SMA yang lebih pantas menjadi adikku.Ditengah badai rumah tanggaku dengan Putri dia hadir mengisi kekosongan hidupku.Dia Yang tak pernah menuntutku lebih,yang menerimaku apa adanya,dan mau menuruti apapun yang kuminta,mungkin menjadi alasan untukku merasa nyaman bersamanya.Sudah hampir 7 bulan kami menjalin hubungan.Kurasa dia juga belum menceritakan hubungan kami kepada teman-temannya.Tapi itu bukanlah sebuah masalah bagiku.Yang penting aku happy dalam menjalani kisah ini.


Hubunganku dengan Reina masih lancar jaya,seminggu sekali aku mengantarnya sekolah.Akupun masih bekerja sebagai karyawan pabrik dan masih pula aktif sebagai penyiar radio lokal sekitar tempat tinggalku.


Beberapa hari lagi pabrik dan line ku akan mengadakan piknik.Awalnya aku ingin sangat ingin mengajak Reina.Tetapi dia yang kini sudah kelas 3 disibukkan dengan kegiatan pelajaran tambahan sebelum ujian.


"Rein Kamis depan aku mau piknik sama line pabrik aku.Kamu bisa ikut kan?"Tanyaku padanya saat kami sedang makan disalah satu rumah makan steak dikota kami.Ya,setiap malam minggu kami selalu jalan dan pergi bersama.Itu cara kami agar hubungan ini tidak terasa membosankan.Mungkin akan lain lagi ceritanya jika kami setiap hari jalan dan keluar bareng.Dan mungkin kami akan lebih meras bosan.

__ADS_1


"Gimana ya mas.Mas kan tahu aku udah ada les dan pelajaran tambahan lainnya.Meskipun satupun nggak ada yang masuk ke otak aku."Jawabnya mengeluh padaku.Aku sedikit kasihan padanya.Aku tahu dia bukan siswa yang poanda.Makanya saat mendapatkan pelajaran tambahan usai jam sekolah satu minggu full justru membuatnya semakin pusing dengan segala rumus yang ada.


"Ya sudah anggap ini refresing deh kalo gitu.Mas yang bayarin kok.Kamu tinggal bawa bada sehat aja.Mau ya please!Kan seterusnya kamu bakalan sibuk terus.Mau dianggurin akunya?"Bujukku.


"Aku harus bolos gitu?Yang benar saja.Bisa mati ditangan bapakku mas.Dan pasti sampai malam kan?Meskipun mereka kurang perhatian terhadap anak-anaknya tapi bukan berarti aku benas pulang atau enggak mas."Jawabnya.Kulihat raut wajah yang bimbang diwajah kekasihku itu.Aku tahu dia bimbang tapi aku sangat ingin mengajaknya.


"Ya sudahlah aku juga nggak akan ikut."Rajukku akhirnya.Dia hanya menghela nafas.


"Maaf ya?Lain kali deh setelah ujian mas mau kemana aja aku turutin.Asal yang masih wajar aja."Bujuknya dan aku hanya tersenyum mendengar jawabannya.


Dan akhirnya akupun gagal berangkat karena Reina menolak ikut.


Disisi lain kedekatanku dengan Risma Maharani semakin kesini semakin menunjukkan titik terang.Tetapi meskipun begitu aku tidak berniatan untuk mengajaknya keacara pabrikku.


Beberapa hari yang lalu aku memutuskan untuk bertemu dengannya disebuah taman dikota kami.Aku tak sendiri kala itu.Kuajak Very tetangga desaku untuk menemaniku.


Aku tahu betul ini salah.Disaat statusku masih beristri Putri dan mempunyai kekasih Reina dibelakang mereka berdua aku juga mendekati wanita lain.Padahal dilubuk hatiku masih ada nama Putri meski itu sangat kecil.Dan hatiku yang kini masih didominasi oleh Reina.Tapi sosok Risma juga ikut mengisi hatiku

__ADS_1


Aku tak bisa membayangkan seperti apa jadinya jika sampai Reina mengetahui hal ini.


__ADS_2