Cinta Diujung Penantian

Cinta Diujung Penantian
30


__ADS_3

Reina dan teman-temannya keluar dari ruangan meninggalkan Very dengan Rendra juga Ale yang tertidur disamping Very.


Cukup lama keduanya diam.Tak ada yang membuka keheningan.Hanya suara helaan nafas yang terdengar diruangan itu.Entahlah biasanya mereka akan terlihat sangat berisik sekali tapi kali ini mereka terlihat sangat canggung.


"Ehm..."Very berdeham memecah keheningan."Kok kita jadi kayak orang bego ya Rend?"Tanya Very setelah menyadari kecanggungan keduanya.


"Elo aja gue kagak."Sahut Rendra santai.


"Rend gue boleh kan minta tolong?"Tanya Very lagi.


"Apaan?"Jawan Rendra singkat.Ia masih sibuk mengupas jeruk untuk dirinya sendiri.


"Tolong jagain Reina dan Ale kalau kelak gue pergi duluan."Jawan Very.Rendra seketika berhenti makan jeruk.Lalu ia menatap Very seksama.Rendra tak menjawab karena ia sendiri juga bingung harus menjawab apa.


"Gue merasa nggak lama lagi bareng mereka Rend.Makanya tolong jagain makaikat-malaikat gue."Lanjut Very dengan tatapan kosongnya.


"Be*o lo Ver.Lusa juga lo udah pulang.Ngomong dipikir dulu.Jangan asal nyeplos.Lihat noh anak lo yang lo peluk sebentar aja udah pules banget tidurnya.Bisa-bisanya ngomong nggak jelas gitu.Sadar Ver sadar.Apa perlu gue jitak kepala lo biar lo sadar dikit."Omel Rendra mendengar permintaan tidak masuk akal dari Very.


Very hanya tersenyum mengusap kepala Ale pelan.Karena dia juga menyadari pernyataan bodoh yang baru saja ia ucapkan.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


Keesoka lusa.


Andai saja bisa ia tak akan menjawab itu.Untuk saat ini Reina tidak mengijinkan Very bekerja dibengkel miliknya sendiri.


Very sudah membaik.Dia sudah sehat.Dua hari dirumah dia sudah bisa bermain dengan Ale.


Ale yang sudah 10 hari lebih tidak bermain dengan papanya juga terlihat sangat bahagia.Ale adalah sosok yang sangat manja terhadap Very.


"Appa.Hhhhhhhhh."Ucap Ale saat bermain kejar-kejaran dengan Very.


"Ale.Awas ya,papa tangkap kamu."Ucap Very lalu mengejar Ale.


Very dan keluarga kecilnya hidup berbahagia lagi.Very sudah sehat.Meski tidak sesehat dulu sebab saat ini Very harus terus mengonsumsi obat hingga 6 bulan lamanya tanpa abaen sekalipun.Meski terasa cukup berat itu bukanlah sebuah masalah.Yang terpenting dia bisa menemani Ale bermain.


Sudah 2 bulan lebih Very bertahan dan meminum obat rujukan dari dokter.Meski terkadang rasa bosan datang,tapi melihat Ale yang semakin aktif membuat semangatnya kembali.

__ADS_1


Very yang tengah asik melihat Ale bermain dengan tetangganya tak sadar akan kedatangan seseorang.Siapa lagi kalau bukan Rendra.Tetangga  sekaligus sahabatnya juga masa lalu istrinya.


"Woy ngelamun aja.kerasukan baru tau rasa lo."Ucap Rendra lalu menghmpirinya dan duduk disebelah Very.


"Eh...Sialan lo.Ngapain sih lo kesini?"Sahut Very ketus.


"Kangen sama lo mungkin."Rendra cengengesan.


"Anjay.Jijik gue Rend.Gue masih normal woy.Reina jauh lebih menarik dari elo.Lo pikir gue jeruk makan jeruk?"Very terus mengomel dengan jawaban asal dari Rendra.


Rendra sendiri justru tertawa terpingkal-pingkal melihat ekspresi lucu Very.


Suara tangisan Ale tiba-tiba membuat Very dan Rendra tersadar dari perdebatan tidak penting mereka.Vert juga langsung menggendong dan menenangkan Ale.Karena tak kunjung diam Rendra mengambil alih gendongan Ale berjalan sedikit menjauhi Very dan membujuknya akan dibelikan es cream jika berhenti menangis.Seketika Ale tersenyum dan tangisannya tidak terdengar lagi.Very hanya tersenyum bahagia melihat interaksi antara dua orang itu.


"Hello boy.Kenapa menangis?"Tanya Rendra.


"Ekca."Jawab Ale.Dia menunjuk arah Yeksa anak tetangga Very yang setiap hari bermain dengan Ale.


"Ale enci Eksa.Gak mau eman ekca.tita mutuh"Sahut Ale memanyunkan bibirnya.


"Hey nggak boleh seperti itu.No.Jelek itu Ale."Bujuk Very.Ale yang awalnya diam menangis lagi.Bahkan kali ini lebih keras.


"Nanti om tambahin es creamnya.Tapi nggak boleh nangis.Kan Ale laki-laki jadi nggak boleh cengeng apalagi lemah.Ingat apa kata om ya Ale.Laki-laki itu harus kuat.Tidak boleh cengeng ataupun lemah. Karena apa,kalau sudah besar Ale Harus melindungi mama papa dan adik-adik Ale.Ale harus bisa melindungi orang-orang disekitar Ale.Ale harus ingat itu!"Jelas Rendra yang berjongkok didepan Ale.Ale mengangguk.Meski belum sepenuhnya mengerti tapi ia sudah menangkap sedikit maksudt dari ucapan Rendra.


Dia juga merekam dengan jelas ucapan Rendra dalam memory otaknya.


***Dukung karya aku ini ya.Vote terus.Aku tunggu dukungan dari kalian semua.


Maaf kemarin-kemarin hampir setengah bulan tidak mengirimkan episode terbaru soalnya baru mudik kegunung jadi ya gitu signalnya ndak nyampe.hhihihihi...


Pokoknya jangan lupa Vote karya aku ini.love you readers semuanya😘😘😘***

__ADS_1


__ADS_2