Cinta Diujung Penantian

Cinta Diujung Penantian
07


__ADS_3

Ulangan Akhir Semester atau UAS udah selesai.Terhitung mulai hari ini masuk keacara class meeting.Semua siswa dibebaskan dari kegiatan belajar.Dan jika ada remidial mereka harus mengerjakan ulang untuk mendongkrak nilai mereka.


Pertemanan Reina dengan teman-temannya masih tetap sama meskipun ada sedikit kekekecewaan karena Reina tak kunjung cerita tentsng kusah cintanya.


Jam menunjukkan pukul 10.23 cukup terik matahari pagi itu.Dan tiba-tiba ada adek kelas mereka menghampiri Reina dan mengatakan jia ada laki-laki yang menunggunya didepan sekolah.


"Kak Rein ditungguin cowok didepan sekolah."Ucapk adeknya sepolos mungkin.


Seperti mendapa sebuah perintah


Detha,Ninka dan Ifach langsung berlari keluar sekolah karena mereka yakin yang mencari Reina adalah orang yang sedang dekat dengan Reina.


Sedangkan Reina sendiri berjalan santai.Ia pasrah jika hubungannya dengan Rendra harus mereka ketahui saat ini.


Warung depan sekah terlihat sangat ramai.Banyak siswi perempuan mengerubungi suatu objek disana.


Reina melihat kekanan dan kekiri mencari sosok Rendra disana.Ia tersenyum puas saat melihat Rendra melambaikan tangannya.Ia tak peduli jika teman2nya harus mengetahui hubungan terlarangnya dengan Rendra.Reina lantas menghampiri Rendra yang tengah membawa paperbag yang entah isinya apa.


"Ini buat kamu.Minggu kita jalan ya.Dan aku harus balik soalnya tadi ijin keluar bentar dari pabrik buat ambil barang itu.Aku jemput dirumah aja.Duluan ya."Ucap Rendra lalu mencium kening Reina.


"Pintet banget bikin baper."Jawab Reina memanyunkan bibirnya.Rendra hanya tersenyum lalu mmeninggalkan Reina.


Tanpa Reina ia ketahui Iyya sedari tadi melihat Reina dan Rendra meskipun hasilnya zonk ia tak mengenali Rendra.Sebab hanya Rendra yang tau spa alasannya.Iyya tidak mengetahui seperti apa rupa orang yang mencium kening Reina tadi.

__ADS_1


Reina lantas menghampiri kerumunan orang-laki didepang warung depan sekolah.Ia juga penasaran akan apa yang terjadi.


Matanya langsung melotot saat mengetahui siapa orang itu.Seakan mimpi buruk.Reina langsung begidik ngeri melihat orang itu.Bahkan kebahagiaan yang baru saja ia alami seakan tak cukup untuk menutupi keterkejutan itu.


Seakan ingin pingsan tatkala orang itu tersenyum dan menghampiri Reina.Orang itu langsung menjepit kepala Reina diketiak orang itu.


Sontak seluruh siswa bingung akan hal itu.


"Woy kampret lepasin gue.Sesak nih nggak bisa nafas."Omel Reina tapi tak digubris orang itu.


"Woy kucrut lepas nggak!"


"Bau tau keringat lo."


"Lo mau bunuh gue apa?"


'Huh hah huh hah'


Galih Arka Pradipta laki-laki asli Bandung yang kuliah diJakarta.Dan entah apa yang telah terjadi sehingga ia nyasar disekolah Reina.Arka adalah teman dari kakak keponakan Reina yang sangat akrab dengan Reina.Mereka bisa saling mengenal karena beberapa kali kakak keponakan Reina pulang kerumah orang tua Reina dan Arka diajak.


Semua mata tertuju pada Reina yang mengenal Arka.Laki-laki tampan putih tinggi dan uluh-uluh nggak ada kata bosan kalau memandang uluh


"Lo kenapa?Kok bisa nyasar dikampung ini?"Selidik Reina.

__ADS_1


Arka hanya tersenyum tanpa memberi jawaban.


"Rein kenalin donk!Apa ini laki-laki yang lagi dekat sama elo?Pantes lo sembunyikan orang cakep gini."Ucap Detha.


"Hahahaha jadi elo ngaku kalau kita pacaran?Ck.Nggak nyangka gue."Sahut Arka cepat dengan wajah yang ia buat2 seakan tak percaya pada Reina.


"Idih.Anjir.Najis gue ngaku-ngaku elo pacar gue.Meskipun pacar gue nggak seganteng elo tapi dia lebih waras dari seorang Arka yang idiot.Lagian bukannya jawab pertanyaan gue malah nuduh yang enggak-enggak."Omel Reina.


"Lah kan Rio pulang,ya udah gue langsung maen kesekolah elo sekalian cuci mata."Jawab Arka santai.


"Emang mata lo kenapa perlu dicuci?Belek lu?"Tanya Reina.


"Sialan lo."Gerutu Arka.


Kedua orang itu terus ribut hingga deringan ponsel Reina berbunyi mereka baru berhenti.


Sorot mata Reina langsung berubah saat membaca ada pesan dari Rendra.


"Lo sakit Rein senyum-senyum gitu?"Tanya Arka.


"Ohh guys kenalin dia Galih Arka Pradipta temang bang Rio abang keponakan gue."Ucap Reina mengenalkan Arka dan mengalihkan pembicaraan sebwlum teman-temannya berkomentar.Arka hanya tersenyum memamerkan deretan gigi putihnya.


"Bang traktir kita donk.Jangan pelit-pelit napa.Ntar gue bilangin ke kak Rio biar besok-besok kalau pulkam nggak diajak lo kalau lo nggal mau traktir kita."Pinta Reina.

__ADS_1


"Ogah.Mending pulang.Bodo amat mau elo laporin atau enggak."Sahut Arka langsung tancap gas.


"Wong ngedan,sedeng,gemblung.Apa coba pentingnya kesini.Nggak penting banget.Pengen gue becek-becek tuh orang terus gue buang kecloset."Omel Reina.


__ADS_2