Cinta Diujung Penantian

Cinta Diujung Penantian
26


__ADS_3

Kehidupan rumah tangga merekapun jauh dari masalah.Terkadang dirinya dan Very terlibat kesalahpahaman sehingga menyebabkan keduanya bertengkar lalu baikan lagi.


Waktu berjalan begitu cepat,tidak terasa hari perkiraan Reina melahirkanpun sudah semakin dekat.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


Pagi ini saat Reina dan Feris sedang membeli sarapan tiba-tiba Reina merasakan mules pada perutnya yang luar biasa.Sudah beberapa hari ini ia merasakan badannya pegal-pegal tapi tak ia ceritakan pada Very,ia tak mau membuat Very khawatir.


Semakin lama rasa sakitnya semakin tidak karuan dan ia sudah seakan tidak kuat lagi.


"Ris perut mbak kok mules banget ya?Aduh..."Ucap Reina.Orang-orang yang ada disana langsung membantu Reina berjalan mencari tempat duduk.Ferispun langsung menghubungi Very supaya cepat-cepat menjemput mereka.


Tak lama Very datang dengan mengendarai mobil milik Reina.Sejak awal Reina memang sudah berencana untuk melahirkan dibidan saja kecuali jika memang tidak ada pilihan lain ia akan kerumah sakit.


Dilain sisi Very menghubungi Arif untuk membawakan keperluan Reina yang sudah Reina susun dalam sebuah tas.Very juga menghubungi keluarga Reina untuk segera datang.


Hari sudah hampir sore,tapi Reina belum juga melahirkan.Membuat Very semakin bingung.Tepatnya kasihan karena sedari tadi Reina terus merasakan sakit,pegal dan mulas.


Ba'da maghrib Reina berteriak karena sakitnya semakin menjadi.Saat bisan periksa teryata sudah pembukaan 7.


Bidan membimbing Reina untuk mengejan mengeluarkan bayinya.


"Rein pegang tanganku kalau sakit.Jambak rambutku juga boleh.Teriak sekeras-kerasnya juga.Marahin aku juga boleh.Apapun itu boleh kok tapi kamu hatus tetap kuat."Ucap Very memberi semangat.


"Tarik nafas ya mbak.Lalu hembuskan.Tarik lagi hembuskan.Ayo mbak mengejan mbak."Ucap sang bidan.


"Aaaaaaaaaa....Sakit Ver."Ucap Reina."Lo mah enak cuma bisa bilang semangat Reina.Gue Ver yang rasain."Omel Reina pada Very sambil menjambak rambut Very.Very juga ikut berteriak karena jambakan Reina terasa sangat sakit.

__ADS_1


"Aaaaauuuuwwww sakit Rein."Jawab Very sambil mengelus-elus kepalanya.


"Lebih sakit gue bodoh.Lo mah enak bisanya bangunin gue tiap malem.Bodo' amat ama gue yang lelah atau nggak.Lo tetep aja minta jatah."Lanjut Reina mengomel lagi.


"Hah."Jawab Very cengo yang tak menyangka Reina akan mengatakan hal itu.


Very merasa malu saat sang bidan menggeleng-gelengkan kepalanya mendengar omelan Reina.Mukanya sudah merah seperti udang rebus.


Reina terus mengejan berusaha melahirkan normal.Sedari tadi ia mengejan sesuai intruksi bidan sambil berteriak dan menjambak rambut Very serta menggigit tangan Very.Very juga tak mau kalah ia juga ikut berteriak.


Hingga keduanya berteriak saat mendengar suara bayi.


Oek oek oek (anggap saja seperti suara bayi nangis pertama kali.)


"Tampan sekali.Selamat ya pak bu anaknya laki-laki tampan sekali."Ucap sang bidan.Kemudian bayi ditimbang dan dibersihkan.Tak lama bayi diserahkan ke Very untuk segera diadzani.


Seketika Reina meneteskan air mata melihat putrVnya.Yang seperti fotocopy papanya.Bak pinang dibelah dua itulah ibarat antar Very dengan putranya.


Keesokan harinya.


Suara tangisan bayi seketika membuat ruangan yang kala itu terasa hening menjadi gaduh.Bagaimana tidak anak Rein menangis sangat keras.Mungkin ia haus.


"Pak Buk.Lihat nangisnya persis Reina ya bu.Kenceng banget."Ucap Nana kakak kedua Reina.


"Etdah.Namany juga bayi mbak ya pasti keras nangisnya."Sahut Reina.Reinapun lantas memberi asi pada anaknya.


"Siapa namanya?"Tanya Mia adik Reina.


"Aleandra Dirga Wardiyanto."Jawab Very."Panggil aja Ale."Lanjutnya.


"Hello baby Ale.Ini tante Mia cantik."Ucap Mia lalu mencium pipi gembul Ale.


"Pak buk kami akan mengadakan aaqiqaha dihari ketuju nanti.Mohon datang ya."Ucap Very pada orang tua Reina.

__ADS_1


"Iya kami pasti datang."Jawab orang tua Reina.


MAAF YA KALAU BANYAK TYPO


__ADS_2