Cinta Diujung Penantian

Cinta Diujung Penantian
37


__ADS_3

Saat hari sudah menunjukkan pukul 10.47 Leandra mengajak mommynya pulang.Sedari tadi Nesia terus mengajaknya berjalan dan berkeliling tiada henti.Melihat Feris dan kakak iparnya juga sudah mulai lelah Arifpun mengajak semuanya pulang.


Pukul 14.07 Reina dan Leandra baru terbangun.Keduanya merasa sangat kelelahan.


Reina langsung memandikan Leandraa yang badannya sudah lengket.Usai mandi ia diajak Nesia bermain lagi.


Reina sendiri masih ingin berada didalam kamar.Tiba-tiba dia teringat saat-saat ia duduk diranjang itu ditemani Very.Sekelebat ingatan rasa sakit hadir dalam hati Reina.


Air matanya tak sengaja menetes begitu terpikir soal surat dari Very untuknya.Lalu ia beranikan diri dan membaca surat itu.


Dengan deraian air mata ia membaca surat itu.


'Dear my wife


Hallo sayang.Aku tebak pasti tulisan ini kamu buka setelah beberapa tahun kepergianku.Aku hafal betul seperti apa istriku ini.


Rein.Aku cuma mau bilang.Suatu saat entah kapan terimalah kembali Rendra.Dia masih sangat mencintaimu.Bahkan dia hampir setiap hari dulu bertengkar dengan ibunya karena ia tak kunjung menikah sebab masih mencintai kamu.


Aku hanya percaya padanya.Aku juga yakin didalam hati kamu masih ada rasa sama dia entah walau hanya sekilas seperti bayangan rasa itu.


Ale juga pasti akan membutuhkan sosok seorang ayah tidak cukup hanya dengan Arif.

__ADS_1


Rein.Aku menunggumu disini.Disurga.


Percayalah aku selalu berada dihati kamu juga Ale.Bukalah hatimu lagi lalu jalani hari-hari kamu bersama Rendra.


Turuti permintaanku ini.


-Your hubby_Very-


Ia menghela napas pelan.Bahkan ia tidak pernah terpikir akan menikah lagi.Apalagi itu Rendra.Rasanya sangat mustahil.


Surat itu Reina lipat kembali dan ia masukkan kelaci meja lagi.


Akhirnya Reina keluar keteras rumah karena ingin bermain dengan putranya.


"Assalamualaikum."Ucap orang itu.


"Walaikumsalam."Sahut Reina.


"Nesia sayang panggil mama ya.Bilang ada tamu."Ucap Reina.Nesiapun langsung berlari mencari mamanya.Sedang Reina dia masih sibuk bermain dengan Leandra.


Tak sengaja matanya melihat seseorang yang belum ingin ia temui.Ya,siapa lagi kalau bukan Rendra.Rendra mencoba tersenyum tetapi Reina memilih mengalihkan pandangannya dan berjalan kearah bengkel.

__ADS_1


Ia ingin membantu bergelut dengan oli dan mesin-mesin itu.Ia sudah sangat rindu dengan berbagai peralatan bengkel itu.


"Leandra sayang sini bantu mommy."Ucap Reina.


Ia lantas membantu Arif yang masih sibuk dengan mesin mobil usai dari acara bazar makanan tadi.Soalnya mobilnya akan diambil sore ini.


"Rein lo mau ngapain?"Tanya Arif begitu Reina mendekat.


"Heh lo lupa?Kan gue S1 jurusan mesin otomotif.Disana gue juga biasa megang ginian.Tenang aja.Gue juga pengen ngajarin anak gue."Jelas Reina.Arif sudah tidak menolak sebab Reina akan terus memaksanya.


Disaat Feris sibuk dengan tamu-tamu Arif.Sedang Arif dan Reina mengebut menyelesaikan mobil itu kini Leandra dan Nesia juga sibuk bermain oli dan peralatan bengkel lainnya.


Nesia yang biasanya dilarang keras memegang peralatan bengkel merasa bebas dan bermain dengan oli itu sepuasnya.


Bahkan Reina yang masih menggunakan dress dan sneakersnya terlihat sangat cekatan membantu Arif.


Arif terkejut bukan main melihat kedua anak kecil yang kini sudah cemong seluruh badan dan mukanya karena oli.Meski sempat dinasehati oleh Arif keduanya menganggap semua itu angin lalu.Mereka tak peduli dan masih terus bermain.


"Rif coba lo starter.Keknya tadi udah gue temuin yang bermasalah."Pinta Reina.Arif menurut dan mencoba menghidupkan mesin mobil.Dengan sekali coba langsung bisa.


"Keren lo Rein.Gue udah beberapa hari nggak nemu-nemu masalahnya apa.Sekarang udah selesai aja."Puji Arif untuk Reina.

__ADS_1


"Biar gue yang selesaiin.Lo ada tamu.Lo mandi dan lo temui mereka.Gue entar aja sekalian mandiin anak-anak."Arif mengangguk lalu berjalan kearah teman-temannya.


Menjelang sore mobil tersebut diambil oleh pemilikya.Melihat hasil kerja Reina dan Arif pemilik mobil merasa sangat puas.


__ADS_2