
Very yang melihat mereka hanya tersenyum.
'Entahlah.Tapi aku merasa aku bertahan sampai detik ini hanya karena aku ingin mencari penggantiku yang cocok untuk Reina dan Ale.Aku merasa Rendra adalah orang yang tepat.Maaf Rein tapi aku merasa saat aku sudah menemukan orang yang dapat menggantikan aku dikeluarga kita,dan mungkin waktu untuk kita bersama hanya sebentar lagi.'Very dalam hatme
Ada rasa sedih dan menyakitkan jika mengingat entah kapan ia harus meninggalkan anak istrinya.
Lantas Very mendekati Ale dan bertanya perihal Ale marah terhadap Yeksa.
"Ekca akal pa.Ekca ikin angis Aecha pa."Jekas Ale.Jika tidak setia hati bersama dengan Ale setiap hari pasti akan bingung dengan ucapan Ale yang sulit dimengerti.
Ternyata Ale menangis karena membela Ayesha anak perempuan yang rumahnya tak jauh mereka dan saat itu sedang dijahili Yeksa teman Ale.
Rendra dan Very sama-sama tersenyum mendengar jawaban Ale.Mereka tak menyangka jika Ale akan sebegitu membela seorang perempuan diusianya yang masih sangat kecil.
Tak lama Reina pulang,melihat mamanya pulang Ale berlari memeluk Reina.Ia kembali menangis saat ditanya Reina.
"Ommy."Ale berlari mendekati Reina.
"Hello boy.Ada apa?"Tanyanya.Bukannya menjawab Ale malah menangis.Reina yang melihat ada Yeksa dan Ayesha sudah paham akan hal yang terjadi.Terkadang Reina juga ikut tersenyum jika melihat tingkah konyol Ale.
"Kalu Ale mau jadi superheronya Ayesha yang kuat donk.Jangan cengeng.Ok?"Hibur Reina.Ale diam lalu mengusap air matanya dan kembali bermain dengan Yeksa dan Ayesha.
__ADS_1
Melihat Ale sudah tertawa lagi bersama Ayesha dan Yeksa,Reina lantas meminta Very masuk untuk makan dan minum obat.
"Ver makan dulu!Jangan lupa obatnya."Reina mengingatkan Very.Very tersenyum lalu mendekat kearah Reina.Rendra yang diabaikanpun tak mau kalah dengan mencoba berdeham berharap Reina mengerti akan keberadaannya.
"Ogh ada tamu toh.Ajak atuh Ver buat makan!"Reina berpura-pura seolah baru menyadari keberadaan Rendra.
Malam telah tiba saat Reina sedang sibuk bermain dengan Ale didalam kamar Very tengah menulis sebuah surat untuk Reina dan Rendra.Ia merasa perlu menyiapkan surat itu sebelum dirinya pergi.
Ia merasa jika waktunya sudah sangat dekat untuk pulang kepada yang kuasa.Ia merasa jika ia sudah sangat lelah untuk bertahan.Ia merasa sudah tidak mampu bertahan dengan rasa sakit yang seperti ini.
Keesokan harinya
Arif dan Feris yang baru saja tiba dirumah dikagetkan dengan teriakan Reina.
"Arif.Feris.Bapak."Reina berteriak kencang.Sedangkan Very dia sudah tak sadarkan diri tetapi terlihat sulit bernafas.
"Rein ada apa?"
"Mbak ada apa?"Feris dan Arif bertanya bersamaan.
"Siapin mobil kita kerumah sakit sekarang!Ris jaga Ale dia sedang bermain ditempat Ayesha yang rumahnya disebelah"Verypun langsung dibawa ke UGD.Arif langsung mengurus adminitrasi guna mendaftarkan Very.Ia juga tak lupa menelfon Feris supaya meminta tolong pada Rendra agar sore nanti dia mengantarkan ayah Very.Saat ini yang ada dipikirannya hanya Rendra yang dapat membantunya.
__ADS_1
Ba'da maghrib Rendra,ayah Very,dan Ale sampai dirumah sakit.Feris tidak dapat ikut karena anaknya yang masih sangat rentan.Sebelumnya keluarga inti Reina sudah tiba terlebih dahulu.
Very tersenyum.Senyum yang baru kali ini Reina lihat.Hari itu Very terlihat sangat tampan.Wajahnya terlihat putih berseri.Aura kebahagiaan terpancar dari kedua bola matanya.Reina sejenak bingung sebab ada yang berbeda dari Very.Tapi ia tak menyadari hal apa itu.
Tak lama Very meminta Reina memanggilkan seluruh keluarganya.Beserta Rendra.
Seluruh anggota keluarga dan Rendra sudah berkumpul didalam kamar.Ia meminta agar Ale didudukkan disampingnya.
Very lagi-lagi tersenyum sambil melihat seluruh anggota keluarga yang ada didalam ruanganVery satu persatu.Terakhir dia menatap dalam-dalam mata Reina.Lalu menariknya pelan agar duduk disamping Ale.
"Rein jangan cengeng ya.Berjanjilah tidak akan menangis setelah hari ini apapun yang terjadi.Ingat apapun yang tuhan gariskan adalah hal terbaik untuk umatnya.
Untuk kamu Rif.Mas nitip mbakmu sama ponakanmu ya.Biarkan suatu saat Ale memanggilmu dengan sebutan papa.Sayangi dis seperti kamu sayang sama Nesia.Didik dia selayaknya kamu mendidik anak kamu.Mas percayakan Ale sama kamu.
Untuk seluruh keluargaku maaf atas semua kesalahan yang pernah aku perbuat.
Untukmu Rendra.Ternyata tuhan hanya meminjamkan Reina padaku bukan memberikannya untukku.Tentu kamu mengerti maksudtq bukan Rend?
Rein ada amplop dilaci meja kamar kita,didalamnya ada dua surat.Suatu saat bukalah satu untukmu satu untuk seseorang yang aku tulis dalam surat untukmu.Untuk Ale,Ale jagain ommy untuk appa ya nak.Appa sayang Ale dan ommy."Ucap Very panjang lalu ia mengusap lembut kepala Reina lalu menciumnya sekilas.
"Se..la..mat ting..gal Rein.A...ku s...s...s...sa...yang k...k..k..k..k..amuh."Lanjut Very lalu menghembuskan nafas terakhirnya.
__ADS_1