Cinta Diujung Penantian

Cinta Diujung Penantian
43


__ADS_3

Reina sendiri lebih memilih untuk duduk ditepi teras.Melihat gerlap gerlip bintang bersinar dilangit.


Ya,ia merindukan Very.Setiap ia merindukan Very,maka ia akan duduk ditepi teras seperti ini.Sama halnya Leandra,Reina juga mengajarkan hal serupa kepada Leandra.


Ditambah dengan segala kejadian yang baru saja terjadi.Membuatnya harus berpikir keras untuk itu.


Ia benar-benar bingung dengan keputusan apa yang harus ia ambil.


Dan tiba-tiba Rendra sudah duduk disampingnya.


"Kenapa?"Tanya Rendra.


"Kangen Very aku Rend.Sorry ya aku bahkan sampai saat ini belum bisa melupakannya."Curhatnya.Kalau suatu saat ia menerima Rendra,ia tak mau ada yang ditutupi dari Rendra.


"Aku sama Very jelas memiliki tempat dan porsi yang berbeda dihidup dan hati kamulah Rein.Aku sadar dan aku tahu itu.Dan aku tidak mempermasalahkan hal itu.Mau sampai kapan juga ia akan tetap menempati salah satu sudut diruang hati kamu."Jelas Rendra.


"Aku memang jatuh cinta sama kamu lagi Rend.Tapi maaf cinta itu tetap berbeda rasa dari yang dulu.Sebab walau bagaimana cintaku sudah kubagi dengan Leandra dan juga Very.Dan tentu sudah berbeda semuanya."Jawab Reina.


"Iya.Santai aja.Ya udah masuk gih!"Ucap Rendra.Ia mencoba tetap tenang.Meski sebenarnya hatinya sakit mendengar ini semua.


Reina berdiri lalu masuk kedalam rumah.


Rendra sendiri juga ikut masuk kedalam rumah.Sebelum tidur keduanya melakukan sholat istikharah terlebih dahulu.


Keduanya berdoa untuk meminta petunjuk dan keputusan terbaik yang harus mereka ambil.


Keesokan harinya Reina bangun pagi-pagi sekali karena Leandra sudah mulai bersekolah ditempat yang sama dengan Nesia.Ya,meskipun Leandra satu tahun lebih tua,sengaja mereka masukkan sekolah berbarengan.Agar dapat saling menjaga.


Saat jam sudah menunjukkan pukul 06.40 Leandra belum juga keluar dari kamar.Sangat jarang sekali Leandra bangun siang.Karena memang Reina biasakan untuk bangun pagi.


Saat Nesia sudah siap dengan seragamnya Reina jadi panik sendiri karena Leandra tak kunjung keluar dari kamar.


"Rif bangunin Leandra gih.Tumben bangetv ni jam segini belum bangun.Nesia aja udah siap."Pinta Reina.


"Lo aja Rein.Biar berasa kayak istri yang bangunin anak sama suaminya.Hehehe."Jawab Arif cengengesan.


"Sialan kamu."Sahut Reina.

__ADS_1


"Mommy."Leandra berteriak dari pintu kamarnya.Ia sudah siap dengan seragam sekolah dan penampilan yang sedikit berbeda.Melihat penampilan Leandra,Reina dibuat melongo.


Biasanya terlihat rapi lah ini Leandra terlihat seperti bad boy kecil penampilannya.


Arif dan Feris juga Nesia justru tertawa melihat Leandra yang terlihat lebih tampan menurut mereka.


"Leandra kok penampilan kamu seperti ini nak?"Tanya Reina sembari jongkok didepan Leandra.


"Kata om Rendra,ekh maksudtnya papa Rendra kalau mau Ayesha jadi pacar Leandra,Leandra harus tampan seperti appa mom."Jelas Leandra.


Arif,Reina,dan Feris melongo mendengar penuturan Leandra.


Antara sebal dan kesal Reina meminta Feris untuk mengantar Leandra kesekolah.


Tetapi sebelummya ia memberi nasihat terlebih dulu terhadap anaknya.


"Sayang.Kamu masih kecil.Belum saatnya berpikir macam itu.Dengarkan mommy.Leandra dan Ayesha itu teman.Ingat mama tidak suka jika Lendra berbicara seperti tadi.Tugas Leandra itu cukup belajar dan jangan buat mommy sedih.Okay sayang?"Nasihat Reina kepada Leandra.Leandra mengangguk semangat lalu mencium kening kedua pipi Reina lalu bibir Reina.


Feris segera mengantar Leandra dan Nesia kesekolah.


"Jangan jadikan Leandra macam kamu mas.Ingat.Dia anak baik-baik seperti ayahnya.Jadi kedepannya jika memang kamu ingin menjadi ayah Leandra jangan bersikap seperti itu.


...Ya aku putuskan menerimamu.Mencoba semua dari awal."?Jelas Reina.


"Satu bulan waktumu menyiapkan pernikahan kita.Dan kuberi kelonggaran waktu paling lama 50 hari."Lanjut Reina lalu meninggalkan Rendra yang masih senyum-senyum sendiri.


"Bersiaplah besok aku dan keluarga besarku akan datang untuk melamarmu secara resmi.Hadirkan seluruh anggota keluarga kandungmu.Karena walau bagaimanapun kepada orang tua kandungmu aku akan melamarmu."Jawab Rendra mantab.


Rendra segera keluar dari rumah itu.Ia ingin secepatnya mengatakan kepada sang ibu untuk melamarkan Reina untuknya.


Kebetulan,om dan tante Rendra sedang mengunjungi ibu Rendra.Dan sampai dirumah Rendra langsung masuk dan memeluk ibunya.


"Buk."Teriak Rendra.


"Bu lamarkan Reina untuk Rendra besok ya buk.Dan sekarang Rendra mau mengurus segala keperluan untuk pesta pernikahan kami buk."Lanjut Rendra dengan mata-mata berbinar binar.


Tetapi raut wajah sedih ibu Rendra tunjukkan mendengar ucapan anaknya.Ia sedih melihat anaknya begitu mencintai Reina sehingga berhalusinasi perihal pernikahannya dengan Reina.

__ADS_1


"Rend sadar kamu nak.Jangan seperti ini!Kasihan ibumu ini nak."Ucap ibu Rendra sambil mengguncang-ngguncang pundak Rendra.


Ia hanya takut jika anaknya akan stres karena terlalu mencintai Reina.Rendra sendiri seketika melongo mendengar penuturan ibunya.Tak lama ia terpingkal-pingkal karena ibunya mengira jika dia sudah gila.Hal itu justru membuat sang ibu beserta om dan tantenya lebih bingung.


"Rend sadar kamu.Kasihan ibu kamu jika kamu seperti ini.Ibu kamu hanya punya kamu."Peringat omnya akan tawa lepas dari Rendra.


"Iya kamu ini.Jangan sampai kamu depresi Rend!"Tantenya ikut menimpali.


Tangis ibu Rendra semakin jadi.Ia sungguh-sungguh tak mau jika putra satu-satunya seperti ini.


"Buk.Rendra masih waras ihh.Rendra nggak gila buk.Tadi Reina bilang sama Rendra kalau Rendra diminta untuk menyiapkan pesta pernikahan dalam satu bulan ini.Atau paling lambat 50 hari kedepan.Dan aku udah bilang besok ibuk dan keluarga besar kita bakal kesana buat ngelamar Reina.Buk ini adalah hasil dari penantian Rendra selama ini.Penantian usai Rendra melakukan hal bodoh dan kesalahan besar.Rendra nggak mau kehilangan dia lagi buk."Jelas Rendra akhirnya.


"Ibuk bilang ingin lihat Rendra menikah lagi.Ibuk bilang ingin punya cucu dari Rendra.Maka dari itu buk,Rendra mohon lamarkan Reina untuk Rendra besok."Mohon Rendra pada ibunya.


"Ibuk kira Rendea gila,hm?"Tanya Rendra lagi.Ibunya menganggukan kepala.


"Buk,Rendra bahagia banget.Reina mau menerima Rendra kembali.Penantian lama Rendra bu."Ucap Rendra lalu memeluk ibunya.


"Om tante.Rendra minta tolong buat ngasih tau jika besok ada lamaran untuk Rendra kepada sodara yang lain ya."Pinta Rendra.


"Iya.Sekalian kami pulang dulu.Assalamuakaikum."Pamit om dan tante Rendra


"Walaikumsallam."Jawab Rendra dan ibunya bersama.


Dilain sisi


Reina sedang membicarakan akan keputusannya untuk menerima Rendra dengan keluarga mertuanya.


"Pak,Rif,Ris seperti yang kalian tahu.Aku sudah menerima Rendra lagi.Doakan supaya dia tidak menyakiti aku lagi.Dan aku meminta restu kepada kalian."Ucapnya lirih.


"Sini duduk dekat bapak!"Pinta Seno.


"Bukankah keinginan almarhum juga seperti itu?Justru kami menunggu saat kamu mau menerima Rendra kembali.Pergilah kerumah orang tuamu undang mereka kesini besok.Katakan jika besok kamu mau dilamar!"Jelas Seno.Reina mengangguk.


"Rif nitip Leandra nanti kalau pulang ya?"Tanya Reina.


"Santai Rein."Sahut Arif.

__ADS_1


__ADS_2