
Terpancar aura kebahagiaan diwajah Very.Baginya tidak ada yang lebih membahagiakan melainkan pulangnya Reina kepada dirinya.
"Lo tau?Gue berasa mimpi Ver.Nggak nyangka ternyata udah 2 tahun aja gue pergi.Gimana hati sama pikiran lo?Masih sama gue nggak?"Goda Reina.
Padahal tadi sebelum mereka kebukit Reina sudah menyinggung hal ini.
"Lo lupa?Kan tadi gue udah bilang,kunci hati gue elo yang bawa.Dan lo buang kemana?Gue jaga dengan baik dan benar jiwa,hati dan perasaan gue buat elo Rein."Jawabnya lantang.
"Dan gue pengen bulan ini kita nikah.Gue pulang karena gue pengen nepatin janji gue ke elo.Dan lo harus inget alasan gue ngajak elo nikah bukan karena janji gue dulu,tapi karena emang gue ngerasa bahagia gue cuma dielo."Jawab Reina yang tetap menerawang kelangit.
Very terdiam.
Cuaca hari itu sangat cerah.Matahari bersinar tanpa dihalangi awan.Langit tampak biru dengan segala kesuciannya.Very dan Reina yang kala itu tengah tiduran dibawah pohon besar membuat suasana semakin mendukung.
Siang itu Reina melamar Very,bahkan diluar dugaan Very.Ia yang masih ingin bersenang-senang dengan Reina justru mendapat ajakan yang tidak pernah ia pilirkan.
"Gimana?"Tanya Reina tersenyum kecil.Ia terlihat seperti perempuan yang sudah ngebet pengen nikah.
"Apanya?"Jawab Very bingung.
Reina mendengus.Ia kesal dengan Very yang hari itu bersikap menyebalkan.
__ADS_1
"Kita nikahlah.Ya udah kalo nggak mau.Gue ngajak Arif aja."Ucap Reina kesal dan langsung duduk.Ia benar-benar kesal dengan Very siang itu.Very terkekeh melihat tingkah konyol Reina yang baru pulang langsung mengajaknya menikah.
"Elo pikir nikah gak butuh modal?Gak butuh persiapan?Elo pikir nikah cuma soal gue dan elo?Kagak Rein.Elo kalo gila ya kira-kira donk.Lo minta bulan ini udah nikah ingat Rein ini udah tanggal berapa.Kkir-kira cukup nggak buat persiapin semuanya.Ya kalee nikah kek pesen makanan lewat go food.Begitu pesan makan langsung jadi.Be*o kfoo-kira donk!"Omel Very sambil mengacak rambut Reina.
Reina tersenyum bodoh seakan tidak memikirkan sampai kesana.
"Hehe hehe lo mau kan urus semua?"Tanya Reina polos.
"Ini memang yang gue inginkan Rein.Tapi sebelumnya gue pengen tanya udah yakin lo mau nikah sama gue?Ini sekali seumur hidup loh Rein.Yakin lo bisa hidup dengan segala keterbatasan gue.Elo udah biasa segalanya dituruti bapak ibu elo.Gue takut elo belum terbiasa dan akhirnya menyesal udah pilih gue yang bukan apa2
-apa dibandingkan keluarga elo."Jujur Very.
"Jadi lo pikir gue matre gitu?"Sahut Reina kesal.
"Alamak.Salah lagi salah lagi.Duh gusti."Omelnya sambil menepuk jidat.
Pembicaraan tak dilanjutkan karena jawaban Very tidak seperti yang Reina inginkan.Ia hanya ingin mmendapatkan jawaban 'iya.gue mau' dari mulut Very.Bukan pertanyaan-pertanyaan nggak penting itu.
Reina terus mengerucutkan bibirnya tanda sedang dalam mode kesal dengan Very.Very hanya senyum-senyu. melihat tingkah Reina.
"Ya udah biar aku urus dan biar dibantu Arif.Tapi kamu harus janji.Jangan pernah menyesal akan keadaan keluargaku yang seperti itu.Dan lagi karena lo munta dadakan macam tahu bulet dan secepatnya nggak ada pesta besar-besaran.Seadanya aja."Jelas Very saat berdiri disamping Reina.Reina yang sedang sibuk dengan ponselnya langsung tersenyum penuh arti.
__ADS_1
"Masih mau disini atau balik?"
"Disini dulu ya?Gue masih pengen menghirup udara segar ini."
45 menut berlalu Reina dan Very kembali kerumah.Tak lama go food pesanan Reina datang.
"Nggak ada alamat yang lebih jauh mbak?"Goda abang-abangnya yang sepertinya tak percaya dengan alamat Very yang berada didekat gunung.
"Hehehe ini deh saya kasih uang lebih buat masnya.Dan saya beri bintang 6 ya mas?"Tawar Reina.Abang-abang go food tadi mendecak tak habis pikir dengan ucapan Reina.
"Yang bener aja.Bintang cuma ada 5 mbak.Yang satu bintang apa coba?Bintag kejora?"Jawab abang go food.
"Bintang hati saya.Hehehe."Gombal Reina lantas masuk kedalam rumah sebelum abang gofood menjawab gombalan recehnya.
Abang-abang go food itu hanya bisa melongo mendengar gombalan receh dari Reina.
"Sorry ya.Gue capek.Jadi makan ini aja dulu."Bujuk Reina.
"Hmmmm."Sahut Arif dan Very berbarengan.
"Makasih mbak Mereka emang sama.Sama-sama kek manekin jadi ngirit ngomongnya."Bisik Feris yang langsung disambung gelak tawa keduanya.
__ADS_1