Cinta Diujung Penantian

Cinta Diujung Penantian
24


__ADS_3

Dari keluarga Reina sendiri tidak ada masalah Reina akan menikah dengan siapa.Yang penting anaknya bahagia.Meskipun pada awalnya mereka terkejut dengan rencana pernikahan yang terbilang mendadak.


Tapi semua terselesaikan saat mendengar penjelasan dari Reina.


Disisi lain.Rendra yang mendengar kabar pernikahan Very dan Reina seketika putus asa.Seakan tidak ada lagi harapan untuknya menjadi bagian dari hidup Reina.


Tapi ia juga tak bisa berbuat apa-apa karena dulu memang dirinya yang bersalah.


Lantas ia menemui Very sesaat setelah menerima undangan dari Very.


Very yang kala itu tengah duduk didepan rumah mengerti akan maksudt kedatangan Rendra.Dan ia hanya mencoba bersikap dewasa meskipun hatinya seakan marah dengan maksudt Rendra.


"Ver ini serius?Lo beneran bakal nikah sama Reina?"Tanya Rendra dengan perasaan gusar.


"Lo bisa baca sendirikan Rend?Sorry dan untuk kali ini gue nggak bisa melepaskan dia.Dan gue harap lo bisa ikut berbahagia akan pernikahan gue."Jelas Very.


"Tapi Ver lo tau kan gimana gue cintanya sama dia.Please lah Ver."Ucap Rendra memohon.


Amarah yang Very tahan sedari dulu tumpah begitu saja saat mendengar permohonan Rendra.


Bagaimana tidak.Dulu dia yang menyakiti Reina,dan kini dia memohon untuk meminta Reina kembali darinya.

__ADS_1


Buggghh.buggghhh.buggghhh


Very memukuli Rendra berkali.Rendra tak sempat melawan sebab Very sudah seperti orang kesetanan.


Kali kedua Very hampir saja membuat Rendra masuk rumah sakit karena pukulannya kalau saja tidak dihalangi Arif.


"Udah mas!Udah.Jangan sampai muka lo bonyok pas acara pernikahan."Ucap Arif mencoba mengingatkan.


"Dia yang mulai Rif."Sahut Very setengah berteriak.


"Mending lo pergi Rend.Jangan sampai lo berfikir buat ngegagalin pernikahan mereka.Atau lo nggak akan melihat dunia lagi."Ancam Arif.


2 hari sebelum acara pernikahan tiba Rendra kembali mendatangi Very lagi.Tapi kali ini dengan tujuan yang berbeda.


Rendra pov


Setelah berpikir 2 hari penuh aku putuskan untuk merelakan Reina bersama Very.Mungkin benar bahagia Reina ada diVery,bukan di aku.Aku sendiri yang salah dulu telah menyia-nyiakan hati yang tulus padaku.


Seakan ingin kembali kemasa lalu dan memperbaiki kesalahan yang pernah ada.Aku menyesal,sangat menyesal.Aku yang dibutakan kesenangan sesaat harus kehilangan suatu kebahagian dalam hidupku.Ya,aku harus kehilangan gadis yang sangat aku cintai.Bahkan setelah pergi 2 tahun lebih rasa itu masih ada.


Seakan sebuah karma,aku hampir gila saat tak kudapatkan kabar tentangnya.Kucoba mencari kemanapun untuk mengetahui keberadaannya tapi tetap saja NIHIL.Tak kudapatkan hasil apapun itu.

__ADS_1


Semakin terasa sakit saat kudapatkan undangan pernikahan Reina dengan tetangga sekaligus temanku sendiri.


Awalnya aku ingin bersikap egois dengan memohon untuk membatalkan acara itu.Tapi setelah kupikir-pikir mungkin aku gila dengan hal yang aku perbuat beberapa hari yang lalu.


2 hari sebelum pernikahan aku mendatangi rumah Very,dengan harapan mendapatkan maaf darinya dan ingin menyampaikan suatu hal.


Saat diriku sampai didepan rumahnya seketika aura kemarahan tergambar jelas diwajah Very.Wajar mungkin dia berpikir aku akan tetap memohon untuk membatalkan pernikahannya seperti tempo hari.


"Ada apa?"Tanyanya sinis saat aku sudah didepannya."Mau elo memohon sampai kapanpun ya Rend gue akan tetap pada keputusan gue."Lanjutnya.Kali ini kata-katanya terlihat penuh dengan penekanan.


Aku hanya tersenyum masam.


"Lo jangan berpikiran yang buruk aja donk tentang gue.Gue nggak maksudt macem-macem kok."Jelasku yang langsung duduk dikursi samping Very.


"Ck.Gue nggak punya waktu banyak.Jadi buruan elo katakan apa yang mau lo katakan.Sebelum gue berubah pikiran."Sahutnya tanpa melirikku sedikitpun.


"Sorry ya soal tingkah konyol gue tempo hari."Jawabku.Kulihat dia langsung menatapku,tersirat rasa tak percaya dibola matanya akan hal yang aku ucapkan.


"Setelah gue fikir-fikir gue egois amat ya.Gue sadar kok Ver gue yang salah dulu(beranjak dari tempat duduk dan berdiri bersandar tiang).Harusnya gue jaga hati yang udah tulus sama gue.Emang dasarnya aja gue yang bodoh menduakan gadis sebaik Reina.Dan sampai sekarang Ver,rasa penyesalan itu sedikitpun tidak hilang.Lo tau betapa menyesal,tersiksa,dan hancurnya gue kehilangan dia?Melebihi saat gue ditinggal Putri.Gue sendiri bingung dengan hal ini.Mungkin karma kali ya,semakin kesini semakin nggak bisa buat gue ngelupain dia.Semakin gue coba buat melupakan dia,justru semakin sering muncul dalam ingatan gue.Gue rasa gue benar-benar nggak waras Ver.Gue disini cuma mau bilang itu.Maaf untuk tempo hari.Dan tolong sampaikan papda Reina permintaan maaf dari gue.Gue masih ingat dulu dia bilang nggak usah bingung mencari dia buat sekadar meminta maaf sebab sudah ia maafkan.Tapi nggak segampang itu bukan?Akan terlihat sangat pecundang jika gue nggak minta maaf sama dia.Sampaikan permintaan maaf gue sama dia."Jelasku.Lalu aku membalikkan badanku,kulihat Very masih terdiam membisu.


"Gue yakin cuma elo yang bisa bikin dia bahagia."Lanjutku lalu meninggalkan rumah itu.

__ADS_1


__ADS_2