Cinta Diujung Penantian

Cinta Diujung Penantian
41


__ADS_3

'*Haruskah aku bertekuk lutut


Memohon kau terima diriku


Kalau perlu kau belah dadaku


Agar kau tau isi dalam hatiku


Karena hatiku mengatakan kamu


Yang paling mengerti diantara yang mengerti


Dan hidupku berharap padamu


Lewat lagu ini


Aku ungkapkan.....perasaanku


Cintaku tak terukur dalamnya


Pengorbananku tak ada habisnya


Apa lagi yang harus kulakukan


Tuk yakinkan hanya


Kaulah satu-satunya


Satu-satunya*'

__ADS_1


Selama lagu itu diputar tiba-tiba Reina teringat segala sesuatu tentang dirinya bersama Rendra dulu.


Pada saat awal ia berbuat gila dengan meminta nomor telfon Rendra.Lalu diam-diam dibelakang tamn-temannya ia bertemu dengan Rendra dan berakhir menjalin hubungan dengan Rendra.


Saat ia sedang duduk dan tertawa dengan Rendra.Menceritakan perasaan mereka.Lalu saat Rendra mengajaknya piknik pabrik tapi ia tolak karena takut terhadap bapaknya dan akhirnya Rendra memutuskan untuk tidak ikut karena Reina yang tidak bisa menemani.


Lalu saat Rendra dengan bangga mengenalkan Reina didepan teman-teman pabriknya.Saat Rendra lebih sibuk dengan dirinya dibanding memperbaiki hubungannya dengan Putri.Hingga saat Reina melihat dengan mata Reina sendiri Rendra berselingkuh dengannya.


Dan lalu selama hampir 6 bulan terakhir ia berusaha mendapatkan hati Reina lagi yang kini berubah sangat keras.


Bayang-bayang akan dirinya dengan Rendra terus berputar dikepalanya.Hingga suara pintu diketuk membuyarkan lamunannya.Ia mengusap air matanya.Dan membukabersam kamarnya.


Tok tok tok


Reina membuka pintu ternyata Leandra.Leandra langsung aja nyelonong masuk dan duduk diatas ranjang.


"Tidak tidur sama Nesia?"Tanya Reina.


"Mommy kenapa mata mommy merah?Mommy menangis?Mommy rindu appa?Leandra setiap hari juga merindukan appa tapi Leandra selalu melihat foto appa dan berdoa untuk appa.Ayo mii kita berdoa untuk appa."Ajak Leandra.Ia lantas mengambil foto Very dengan Reina lalu memeluk foto Reina bersama Very dan berdoa untuk ayahnya.


"Appa boleh tidak om tua jadi papanya Leandra.Om tua sayang sama Leandra pa.Om tua setiap hari jemput Nesi dan Leandra.Setiap istirahat om tua juga mengirimkan bekal makanan yang enak untuk kami.Kata om tua itu yang memasak ibunya om tua.


Pa Leandra pengen om tua jadi papanya Leandra.Please boleh ya?Leandra sayang appa."


Doa Leandra sambil memeluk foto orang tuanya.


Tertegun dan terkejut sudah pasti Reina rasakan saat mendengar suara Leandra berdoa.


Ia juga terkejut mendengar fakta jika Rendra setiap hari yang menjemput anak-anak.Dan setiap istirahat memberikan mereka bekal.

__ADS_1


"Mom Leandra pengen om tua jadi papanya Leandra."Rengek Leandra tiba-tiba.


"Kita bicarakan besok sekarang kita tidur.Ok."Ajak Reina.Leandra mengangguk.Akhirnya keduanya tertidur.


Belum juga ada 10 menit Reina sudah bermimpi tentang Very.Very benar-benar menemuinya malam itu.


"Very?"Kata Reina saat melihat Very dengan pakaian serba putihnya duduk disebuah kursi panjang.Dia terlihat sangat tampan.


Very mendekat lalu memeluk Reina.Reina sangat senang hingga air matanya menetes lagi.


"Kali ini aku yang mengusapnya Rein,tapi untuk besok-besok biarkan Rendra yang mengusapnya.Aku percayakan kamu sama Rendra karena hanya dia yang bisa aku percaya.Dan kamu lupa kalau Leandra meminta Rendra menjadi papanya?


Rein coba buka hati kamu dan jalani semua seperti dulu.Jika sekali saja dia buat kamu menangis maka hukum saja dia."Kata Very ssmbil tersenyum dan mengusap rambut Reina.


Tiba-tiba suara Leandra yang menarik ujung kemeja Very membuat keduanya melepaskan pelukannya.


"Mom ini appa?"Tanya Leandra.Reina mengangguk.


"Wah appa tampan sekali seperti LeandranTernyata wajah tampan Leandra dari appa.Leandra kangen sama appa.Oh ya appa.Boleh tidak om tua jadi papa Leandra?"Tanya Leandra lagi.


Very hanya tersenyum dan mengangguk.


"Rein.Leandra appa harus pergi.Ingat apa kataku Rein.Leandra sayang appa sangat menyayangi kamu.Appa ijinkan om tua jadi papa kamu.Tapi mulai sekarang kamu harus panggilnya om Rendra bukan om tua.Nanti kalau mommy sudah menikah dengan om Rendra panggil  dia papa.Ok jagoan?"Ucap Very.Leandra tersenyum rianan


Very berjongkok untuk menyamakan tingginya dengan Leandra.


"Jagoan appa jahmga mommy ya."Bisik Very ditelinga Leandra.Leandra mengangguk dan tersenyum tanda mengerti.


"Appa harus pergi sayang pergi."Lanjut Very.

__ADS_1


Seketika Reina terbangun dari mimpinya.Wajahnya penuh desayanpelih keringat dingin.


__ADS_2