Cinta Diujung Penantian

Cinta Diujung Penantian
27


__ADS_3

Reina sudah pulang dan kini sudah dirumah.Banyak para tetangga yang datang untuk menjenguk baby Ale yang baru lahir.Setiap orang memuji wajah baby Ale yang sangat mirip dengan Very.


Tak terkecuali Rendra.Ia juga datang menjenguk baby Ale.Hubungannya dengan Very sudah membaik sejak dulu.Ia juga sudah sedikit mulai akrab dwngan Reina kembali.Meski tak seakrab dulu.Tetapi Rendra sudah cukup senang.


"Gila Ver.Ini mah udah kaya fotocopynya elo.Nggak ada mirip-miripnya sama bini lo."Ucap Rendra ceplas ceplos.


"Heh...gitu-gitu gue yang melahirkan.Lo kira apaan."Sahut Reina mengomeli Rendra karena ia tak terima dengan ucapan Rendra.


"Lah emang bener kok.Tanya aja sama mereka-mereka yang ada disini.Pasti juga setuju sama sama pendapat gue."Jawabnya sambil menciumi pipi Ale.


"Etdah ni anak kalo ngomong suka asal aja.Udah jauhin anak gue."Sahut Reina.Dan beberapa orang tertawa melihat perdebatan nggak penting Reina dengan Rendra.


Acara aqiqahan Ale sudah tiba.Very dan Reina yang memang sudah merencanakan hal ini jauh sebelum melahirkan mengundang cukup banyak orang.

__ADS_1


Tertulis poster besar bergambar Reina dan Very bersama Ale.


'WALIMATUK AQIQAH PUTRA PERTAMA KAMI ALEANDRA DIRGA WARDIYANTO.PUTRA BAPAK VERY WARDIYANTO DENGAN IBU REINA RISANK AGATHA.SEMOGA MENJADI ANAK YANG SHOLEH ,DAPAT MEMBAWA KEDUA ORANG TUANYA KESURGA,SERTA DAPAT BERGUN UNTUK NUSA DAN BANGSA.'


Begitulah tulisan poster yang terpampang didepan rumah milik Very.


Saat acar selesai semua orang pergi kekamar untuk beristirahat karena banyaknya kegiatan dan membuat kami sangat kelelahan.Tetapi tiba-tiba Very mengeluh merasa pusing yang berlebih.Sudah hampir satu bulan ini Very seting merasakan pusing.Tapi selalubia anggap biasa karena akan hilang jika sudah meminum obat warung.


Berulang kali Reina mengajaknya kedokter untuk memeriksakan tapi selalu ia tolak.Alasannya karena Very tidak suka dengan suasana rumah sakit.


"Kenapa lagi?Mending kita kedokter aja Ver.Nurut dikit napa sih jadi suami."Omel Reina pada Very.


"Ambilin obat yang biasa aja.Paling ini kecapekan karena banyaknya acara hari ini.Ntar juga hilang kok."Jawab Very.

__ADS_1


"Nih(sambil memberika obat sakit kepala seperti biasanya).Ya udh kamu tidur Ver.Aku juga mau tidur."Ucap Reina sambil mengelus rambut Very.


Ale sendiri mereka tempatkan dibox bayi tepat disamping ranjang Very dan Reina.


Tak lama Very tertidur pulas dan masuk kealam mimpinya.


Reina sejenak menatap wajah Very lekat.Ia seakan melihat ada yang tidak beres dari diri Very.Tapi dia tidak mau berpikiran negatif.Mungkin benar Very terlalu capek sehingga wajahnya terlihat sedikit pucat dari biasanya.


Tengah malam Ale menangis.Ternyata dia ngompol.Dengan sigap Reina menganti popoknya.Lalu memberinya asi dan mengembalikan Ale ke box bayi.


Ia menatap Ale dalam lalu tersenyum.Ia teringat perdebatannya dengan Rendra beberapa waktu yang lalu perihal wajah Ale yang tidak ada mirip-miripnya dengan dia.


"Hay jagoan?Ck.Ternyata benar kamu begitu mirip dengan papamu.Padahal mama yang mengandung dan melahirkan kamu.Ok.Tak apalah yang terpenting kamu sehat-sehat ya sayang!"Ucap Reina dan langsung mencium kening Ale

__ADS_1


Reina akhirnya menyusul Very tidur.Semua terlihat sangat lelah untuk hari ini.


__ADS_2