
Lalu ia melihat kearah Leandra sang putra.Wajahnya juga dipemui dengan keringat dingin.Ia terus memanggil nama Very.Ia coba bangunkan Leandra.
"Sayang bangun.Ini mommy."Ucap Reina.
"Appa Very."Leandra berteriak dan seketika terbangun dari mimpinya.
Reina menyentuh kening putranya yang berkeringat.Dan Leandra demam.Padahal sebelum tidur beberapa menit yang lalu Leandra masih baik-baik saja.
Dan entah kenapa Leandra terus menangis memanggil Very.Membuat Reina meneteskan air mata.Ia sudah mencoba untuk membujuk Leandra agar tidak menangis lagi.Tetapi tetap saja Leandra masih menangis.
Seumur-umur baru kali ini Leandra menangus memanggil papanya.Reina sendiri yang mendengar merasa hatinya tersayat.
Akhirnya Reina putuskan untuk membangunkan Arif.
"Rif."Teriak Reina sambil mengetuk pintu kamar Arif.
Arif yang matanya belum terpejam sepenuhnya seketika terbangun dan keluar dari kamar.
Ya,memang Arif sangat perhatian kepada kakak ipar dan keponakannya itu.Sebab ia sudah berjanji pada Very untuk menjaga mereka.
"Rein ada apa?"Arif bertanya oada Reina.
"Leandra demam Rif.Tumben dia menangis lalu memanggil nama kakakmu.Sudah aku coba buat tenangkan.Tapi tetep saja.Sepertinya tadi dia mimpi buruk."Jelas Reina.
Feris yang mendengar suara Reina dan Arif diluar kamarnya juga ikut terbangun.
Melihat Feris yang baru keluar dari kamar.Reina langsung memeluk adik iparnya itu.
"Leandra kok panas banget mbak?Dia menutup matanya tapi terus bergumam nama kak Very?"Feris bertanya pada Reina.
Karena Leandra sudah digendng Arif.
"Iya Ris.Nggak tahu nih.Padahal tadi masih baik-baik saja nggak demam seperti ini."Jelas Reina.
"Om Rendra."Leandra kini justru memanggil nama Rendra.Seketika Reina melongo mendengar Leandra memanggil nama Rendra.
"Mbak kok semakin panas sih Leandra?"Feris membuyarkan lamunan Reina.
Arif seketika keluar rumah dan menyalakan motornya.Entah akan kemana dia diwaktu yang selarut ini.
Tak lama ia sudah sampai didepan rumah seseorang.Ya,dia datang kerumah Rendra.
__ADS_1
Tokkk Tokkkk Tokkkk
"Assalamualaikum.Rendra.Rend."Arif berteriak sambil menggedor pintu rumah Rendra.Ia bahkan tidak peduli jika sampai para tetangga Rendra keluar untuk menegurnya.
Lama tak ada jawaban ia kembali berteriak lebih kencang.Ia juga lebih kencang mengetuk pintu rumah Rendra.
Tokkkk Tokkkk Tokkkk
"Rendra.Rend.Dengar nggak sih lo."Arif sedikit kesal sebab tak kunjung ada jawaban.
Dan benar beberapa tetangga keluar rumah untuk menegur Arif yang berteriak meski sudah tengah malam.
"Maaf pak buk."Ucap Arif sambil tersenyum.
"Rendraaaaa."Arif berteriak lebih kencang.
Tak lama terdengar suara pintu terbuka.
Ceklek
"Arif.Kamu ngapain jam segini teriak-teriak didedan rumah saya?Hah?"Tanya ibu Rendra.Arif hanya cengengesan mendengarnya.
"Lihat para tetangga sampai terbangun Beruntung mereka cuma menegur kamu,apa jadinya kalau sampai kamu digebukin mereka?Haj?."Lanjutnya lagi yang masih mengomel.
"Apa sih nyari gue?"Sahut Rendra dari dalam rumah.
"Leandra Rend.Dia panas banget.Manggil nama mas Very mulu dia.Dia juga sempat manggil nama lo."Ucap Arif pelan.
Rendra seketika membulatkan matanya.Tanpa berganti pakaian dan mengambil jaket ia langsung tancap gas menggunakan motornya.
Bahkan akas kakipun ia tidak memakai.
"Rendra benar-benar sudah cinta mati sama Reina."Gumam Arif pelan.
"Kamu benar Rif.Dia selalu berkata jika itu adalah karmanya karena dulu sudah menyakiti Reina."Sahut ibu Rendra.
"Ogh ya buk.Saya pamit dulu.Selamat malam.Maaf udah bikin rusuh.Hehehe."Pamit Arif.
"Hm.Hati-hati."Pesan ibu Rendra.
Dirumah Arif
__ADS_1
Leandra masih menangis digendongan Reina.Reina sempat kesal karena Aruf pergi begitu saja.
"Suamimu itu loh Ris.Mau mbak ajak buat bawa Leandra kerumah sakit kok malah pergi nggak jelas.Mbak mau pergi sendiri aja bawa mobil."Omel Reina.
"Maaf ya mbak."Feris merasa tak enak hati karena Arif pergi cukup lama.Padahal panas Leandra belum turun.Tangisnyapun belum usai.
Saat Reina ingin memanaskan mobilnya terlebih dahulu motor milik Rendra sudah sampai dipekarangan rrumh Arif.
Rendra yang sudah sampai dirumah Arif langsung menggendong Leandra yang sebelumnya digendong Reina.
Reina dan Feris dibuat melongo seketika saat Leandra langsung diam ketika digendong Rendra.
"Hey boy kamu kenapa?Tuh mommy kamu jadi khawatir."Ucap Rendra saat Leandra sudah membuka mata.
"Leandra mau om tua ekh maksudtnya om Rendra,Leandra mau sama om Rendra."Ucap Leandra.
Arif mengajak Feris masuk karena sadar mereka butuh privasi.
"Om Rendra mau kan jadi papanya Leandra?"Tanya Leandra polos.
Rendra melihat Reina yang sedang melihat kearah depan dengan pandangan kosong.
Rendra dan Reina sama-sama diam.Rendra yang diam karena permintaan Leandra dan Reina yang diam karena mimpinya tadi.
Reina menghela napasnya kasar.Melirik kearah Leandra yang tak mau tidur meski terlihat sangat ngantuk.
"Mommy."Panggil Leandra.Panggilannya kali ini terdengar sedikit memohon.
Reina masih belum menjawab.Ia hanya melihat Rendra dan Leandra bergantian.
"Tadi Leandra mimpi ketemu sama appa.Ada mommy juga.Appa tampan kan mom seperti Leandra.Appa bilang boleh kok om Rendra jadi papa Leandra."Lanjut Leandra.Reina tercengang karena dirinta bermimpi hal yang sama dengan putranya.
Belum sempat Reina menjawab Leandra sudah berkata hal lain.
"Om nyeker kesini?"Tanya Leandra karena melihat Rendra tanpa alas kaki.
Rendra menepuk dahinya pelan mengingat tadi tidak sempat memakai sandal.Hal itu membuat Leandra cekikikan.Reina sendiri yang awalnya tenggelam dalam pikirannya sendiri kini ikut melihat kaki Rendra yang tidak menggunakan alas kaki.
"Om tidur disini ya.Sama Leandra."Pinta Leandra.Baru akan Rendra menjawab tapi sudah keduluan oleh Reina.
"Malam ini kamu tidur bareng om Rendra mama biar tidur bareng Nesia."Sahut Reina.
__ADS_1
"Hore.Ayo om masuk.Tapi kakinya ducuci dulu."Leandra mengingatkan Rendra.Reina yang sedikit tertawa karena Leandra bertingkah layaknya orang dewasa kepada Rendra.
"Jangan lupa istikharah "Peringat Reina kepada Rendra.Reandra segera mengangguk karena tangannya sudah ditarik oleh Leandra.