
ngga aku mendengar suara yang dulu membuatku jatuh cinta meski belum bertemu.Suara yang membuatku terlihat gila karenanya.Suara yang selalu membuatku tak bisa tidur karena membayangkan penyiarnya.
Bahkan suara yang membuatku merasakan sakit karenanya.Merasakan bagaimana dikhianati.Dulu sebelum dengan Rendra aku pernah dikhianati tapi rasanya tak sesakit itu.
"Ok ini gue mas Rendra ya guys.Udah lama gue nggak siaran.Sesi kali ini wuidih dari segelintir monitor-monitor setia radio ini.Kita mulai guys."
'Dia pikir apaan segelintir dia bilang'.Cih batinku.
"Bang ini dengan Ifach.Masih ingat kan?Huh lama juga ya radio ini hilang dari peredaran.Lagunya ngikut deh.Good night."Pesan dari Ifach sukses membuatku tertawa.
"Mas dengan Ninka monitor setia sejak jaman old hingga sekarang.Untuk lima serangkai gue kangen.Kapan kita reuni nih.Tapi ajak keluarga yah.Lagunya juga ngikut aja kek Ifach.Thank's."Sedang pesan Ninka benar-benar membuatku merindukan mereka.
"Bang ini gue Iyya.Gue juga anggota lima serangkai cuma gue ngirim pesan kalau pas lagi free aja.Reina lo udah lupa sama kita-kita.Kita kangen elo be*o.Lagunya terserah.Thank's."Kali ini pesan Iyya memenbuku melongo.Aish bisa-bisanya dia mengataiku be*o.
"Kali ini dari Dewi.Mas ini aku Dewi.Teman Ifach,Ninka,Iyya dan Reina.Rein gue kangen sama lo.Bukan cuma gue.Kita teman-teman lo.Gue nggak tahu lo dengerin radio apa enggak.Tapi gue harap elo dengerin radio saat ini.Gue mau kita-lima serangkai kapan entah itu ngadain kumpul bareng.Kita kumpul bareng keluarga kecil kita.Ok.Lagunya tentang persahabatan ya mas."Pesan dari Dewi sedikit membuatku tersentuh.
"Ok guys tadi itu para monitor radio ini yang tersetia ya.Sebab mereka udah jadi monitor sejak jaman radio ini baru didirikan,lalu jatuh lagi,mencoba berdiri lagi jatuh lagi berdiri lagi hingga sekarang ini.Sebetulnya seingat mas Rendra nih ya mereka itu 5 orang.Tapi entah mana yang satu.Hehehe...Ok ini lagu terbaik untuk mereka.Tetap stay di 107.02."
Rendra lalu memutar lagu kepompong dan semua tentang kita.Aku ikut larut dalam suasana yang cukup mellow malam itu.
__ADS_1
Aku tak jadi mengirimkan pesan.Sebab usai lagu ini aku akan langsung menelfon.
"Ok guys udah balik lagi.Ayo-ayo yang mau kirim pesan nitip salam buat pacar teman gebetan suami istri atau selingkuhan mungkin.Hehehe...Kalau menurut mas Rendra mah ya jangan selingkuh.Ntar kena karma kayak mas Rendra baru repot.Hehehe...Ok ini ada telfon.Hallo radio geminastiti dengan siapa dan dimana?"Ucapnya saat mengangkat telfonku.Kutarik nafas dalam-dalam lalu kuhembuskan kasar.
"Hallo...Halloo ini siapa ya?"Tanyanya lagi.
Author pov
"Hallo...halloo ini siapa ya?"Tanya Rendra lagi.Dia bingung siapa menelfon kali siapKarena memang Reina menggunakan nomor baru.
"Anggota monitor tersetia yang tadi katanya salah satu anggotanya ngilang mas.Hehe..."Jawab Reina cengengesan.
"Mas mau ngomong dulu aku tapi jangan dipotong ya.Okok.Selamat malam teman-temanku yang rempong.Gue Reina juga kangen sama lo pada yang kalau ngumpul berisiknya mintaReinan dan pasti ngalahin ramenya pasar.Terus selamat malam juga buat kamu almarhum mas Very semoga Tuhan selalu memelukmu dan menjadikan dirimu kekasih allah.Aku sama Leandra kangen mas.Semenjak kepergianmu sekalipun kamu tak pernah hadir dimimpiku.Banyak yang ingin aku tanyakan dan aku sampaikan sana kamu mas.Please Reina mohon hadir dimimpiku malam ini.Sekali saja.Aku rindu.(sambil mengusap air mata) Dan juga selamat malam buat seseorang yang aku tahu saat ini sedang berjuang untuk sebuah perasaan.Aku cuma mau bilang ibarat gelas yang sudah pecah ya mas perasaan yang pernah dihancurkan itu bisa aja dikembalikan tapi maaf pasti akan tetap tidak sama seperti dulu.Jadi please yakinkan dulu itu perasaan jangan sampai ntar kamunya kayak dulu lagi.Aku tahu kok maksudt Dewi memintaku mendengar radio ini lagi.Udah segitu aja mas.Lagunya terserah aja.Selamat malam."Ucap Reina lalu mematikan sambungan telfon.Rendra sendiri hanya bisa diam.
Reina mengusap air mata dipipinya.
Lalu ia memutar lagu tentang bintang dan sempurna.
Dilain sisi air mata Reina sukses mengalir deras dipipinya sejak tadi.
__ADS_1
Jam menunjukkan pukul 19.46 belum juga satu jam siaran suasana sudah jadi mellow.
Kali ini Rendra memutar hingga 5 lagu.Setelah 5 lagu ia kembali bersiaran.
"Selamat malam semua ini sesi terakhir ya.Sekalian sedikit ungkapan dari mas Rendra."Rendra mulai berucap.
"Apa belum cukup hukuman yang kamu berikan hampir 10 tahun ini?10 tahun Rein aku mengunci hatiku rapat-rapat hanya untuk kamu.Bahkan tak jarang aku bertengkar dengan ibu yang setiap hari membuat telingaku sakit karena diminta untuk menikah.Padahal ibu tahu siapa yang aku cintai.Siapa yang aku tunggu selama ini.Aku sakit dan mencoba biasa saja saat melihat kamu menikah dengan Very.Aku berpikir pada saatnya pasti aku akan kembali mendapatkan tambatan hati sebbagai pengganti kamu.Tapi semakin kesini aku semakin tidak bisa mengontrol perasaanku.
Kamu ingat 6 bulan lalu saat kita bertemu lagi setelah hampir 8 tahun?Seketika otakku berpikir bagaimana meyakinkan hatimu untuk mu kembali padaku.
Kamu ingat saat aku melakukan berbagai hal agar kamu percaya lagi padaku?Itu benar-benar aku lakukan agar kamu mau membuka hatimu lagi.
Kamu ingat saat aku menunggu kamu didepan teras meski hujan tiba tapi kamu tak keluar barang menengokku saja?Aku menyimpan harapan kamu mau melihatku walau sedetik saja.
Aku bahkan tidak ada lelahnya mengejar kamu.Biar saja banyak orang tau jika mereka mendengar radio inauKarena memang itu yang aku inginkan.Mereka,semua orang tau tentang harapan dan keinginan aku akan padamu.
Aku hanya berpikir dengan begini mungkin kamu mau mendengarkan ungkapan dariku.
Percayalah hanya kamu satu-satunya yang aku perjuangkan.Satu-satunya Reina Risank Agatha.Ok.Malam ini kita shalat istikharah.Kita minta keputusan terbaik untuk kita."Jelas Rendra.
__ADS_1
"Untuk seseorang yang sedang aku perjuangkan dengan hidup dan matiku.Ini lagu yang aku berikan untuk kamu."Rendra berkata panjang.