Cinta Diujung Penantian

Cinta Diujung Penantian
21


__ADS_3

Very sendiri terlihat sudah cemong terkena oli wajah dan bajunya.Padahal ini masih jam 10 kurang lebih.Setelah merapikan rambutnya dengan jari-jarinya dan memperbaiki penampilannya ia membuka pintu mobil dan keluar.Beberapa pasang mata melihat kearapikan


Bagaimana tidak pagi itu Reina terlihat sangat cantik.Dengan mengenakan dress selutut tanpa lengan berwarna ungu muda dan juga sepatu kets bewarna putih,rambut panjang yang ia gerao juga tas slempang favoritnya menbahkan kesan cantik pada dirinya.


Langsung ia berlari kearah Very dan memeluknya.Tidak peduli dengan keadaan Very yang kotor kala itu.


"Aaaaa gue rindu lo Bhin."Ucap Reina saat memeluk Very.Very yang masih bingung dengan siapa yang memeluknya sepagi ini dibuat bingung.Pasalnya hingga saat ini dia tidak dekat dengan perempuan manapun.Ia masih setia menunggu kepulangan Reina.


"Hey Bhin ini gue."Lanjut Reina saat membuka kaca matanya.Reina tersenyum lebar memamerkan barisan gigi putihnya.


"Rein.Ini elo?"Jawab Very.Reina hanya mengangguk dan tersenyum.Lantas Very memeluk Reina dan berputar menyiratkan betapa rindunya ia pada Reina.


"Pak.Very kedalem bentar ya ada Reina nih."Ucap Very.Kusno hanya mengacungkan jempolnya tanda setuju.


Reina menunggu dikursi depan rumah.Tak lama Arif pulang dengan teman perempuannya.Melihat keberadaan Reina ia lantas menghampiri Reina dan langsung memeluknya.Meskipun tidak sedekat seperti Very,Arif cukup mengenal Reina.Apalagi akhi-akhir ini ia selalu menanyakan keadaan Very melalu facebook.


"Lo cantik-cantik kenapa baju lo kek gini?"Tanya Arif.


"Hehe hehe abang lo noh.Gue jadi kotor kan bajunya."Jawab Reina cengar cengir.


Bahkan ia lupa akan teman perempuannya yang dibuat melongo karena meninggalknnya dan lebih memih untuk memeluk Reina.


"Ehm.Noh Feris cemburu Rif."Ucap Very menganggu pelukan mereka.

__ADS_1


Terlihat wajah tak suka dari Feris.Wanita mana yang tidak cemburu melihat pacarnya memeluk gadis lain.


"Kita cuma teman kok mbak.Jangan khawatir.Saya juga nggak selera sama bocah."Ungkap Reina.


Akhirnya Reina dan Very berbicara diatas kap mobil depan.Mereka mngobrol banyak.Menanyakan kabar dan siapa pacar mereka sekarang.


"Jangankan pacar Rein.Kenalan cewek juga kagak ada."Curhat Very.


"Elo aja yang terlalu kaku.Coba deh buka tuh hati pasti banyak yang ngantri."Jelas Reina.


"Lah mana bisa coba gue buka."


"Kenapa emang?"


"Receh Ver gombalan lo."


"Lo sendiri gimana?Jangan bilang masih ngarepin itu penyiar abal-abal"


"Gue udah bila lupain rasa gue.Lupain ya bukan ngilangin"Jelas Reina.


Ada sedikit kekecewaan dihati Very saat mendengar ucapan Reina.


Apa gunanya ia menunggu selama ini.Padahal ia menutup rapat-rapat pintu hatinya untuk siapapun karena ia sangat mencintai Reina.Tapi yang ditunggu masih ngarepin orang lain.Sakit Rein sakit rasanya.

__ADS_1


"Bercanda Ver.Gue udah gak ada rasa sama dia."Lanjut Reina sambil tersenyum manis.


Deg


Deg


Deg


Jantung Very berdetak lebih kencang.


Cukup lama keduanya terdiam.Tak ada yang berniat memecahkan keheningan.Hingga tiba-tiba Kusno mendekati dan menyalami Reina.


"Gimana disana nak Rein?Enak?"Tanya Kusno dengan suara beratnya.


"Enggak pak.Nggak ada Very disana.Jadi nggak ada yang dikibullin.Kan kalo disini bisa ngibulin Very pak."Jawab Reina.Mereka tertawa mendengar jawaban ReRein


"Ajak kebukit gih Ver buat nenangin pikiran.Biar rada bening,nggak butek mulu."Terang Kusno seketika membuat Reina terbahak-bahak.


"Kek air kobokan aja pak buthek.Padahal udah dandan cantik gini loh."Sahut Reina.


Akhirnya mereka pergi kebukit dengan memakai motor milik very.Mobil Reina ia tinggal dirumah Very.


"Keliling aja lah Ver.Ntar kalo udah capek baru kebukit yang bapak maksudt."Ajak Reina yang dituruti Very.

__ADS_1


Setelah berkeliling cukup lama,Very membawa Reina keatas bukit.Mereka merebahkan badan mereka berdampingan dan tertawa.Tak lama Reina memiringkan badannya menghadap Very.Menatap dalam wajah Very.


__ADS_2