Cinta Diujung Penantian

Cinta Diujung Penantian
32


__ADS_3

Seketika semuanya menangis.Arif lalu berinisiatif untuk menggendong Ale dan menitipkannya pada suster yang merawat Very selama dirumah sakit.


Untuk sesaat Reina masih terdiam.Otaknya seakan belum mencerna kepergian Very.Tetapi tak lama hanya beberapa detik ia langsung menjerit memanggil nama Very dipelukan Arif.


"Very bangun!Bangun Ver.Lo bilang mau besarin Ale bareng-bareng.Bangun Ver!"Reina terlihat sangat histeris.Dia mencoba mengguncang tubuh Very berharap Very bangun dan membuka matanya lagi.


Tapi tak ada yang berubah.Very sudah pergi.Sudah dipelukan yang kuasa.Reina masih terus memanggil nama Very hingga dirinya jatuh pingsan.


"Ver lo masih hidup kan.Lo cuma boongin gue kan?Lo jahat Ver.Lo jahat sama gue.Lo bilang lo sayang sama gue.Lo bilang bakal selalu lindungi gue.Lo bilang bakalan selalu ada buat gue.Elo brwngsek.Elo pembohong.Veryyyyyyyyy."Reina benar-benar kehilangan kontrol emosinya hingga ia berucap dengan menggunakan bahasa seperti itu.


Tak lama Reina pingsan dalam pelukan Arif.Arif dan keluarga Reina mengurus Reina yang pingsan.Sedangkan Rendra dan ayah Very mengurus perihal kepulangan jenazah Very.

__ADS_1


Keesokan harinya.


Pengantaran jenazah Very kerumah duka menunggu Reina sadar.Satu malam penuh Reina yak sadarkan diri tetapi beberapa kali meracau memanggil nama Very disela pingsannya.


Dirumah Feris dibantu keluarga besar Very dan keluarga besar Reina sudah menyiapkan semuanya.Rendra juga sudah pulang kerumah Very bersama ayah Very untuk membantu mengurus semuanya.


Pukul 09.34 Reina bangun dari pingsannya.Dan pemulangan jenazah Very segera diselesaikan.Didalam ambulance Reina terlihat melamun.Membayangkan segala hal indah tatkala dirinya bersama Very.


Ia mengingat bagaimana awal pertemuan mereka.Bagaimana mereka bisa saling mengenal.Bagaimana Very setia menunggu Reina selama dua tahun dan bagaimana ia menjalani rumah tangga bersama Very selama dua tahun lebih.


Tiba-tiba air matanya menetes begitu saja dikedua pipinya.Arif yang kala itu menemani Reina didalam ambulance lantas memeluk kakak iparnya dari samping.Ia ingin menguatkan hati kakak iparnya meski sebenarnya ia sama hancurnya dengan Reina.

__ADS_1


Kalau boleh jujur Arif sendiri juga tak kalah kehilangan sosok Very dihidupnya.Dulu dialah yang selalu menceramahi Arif jika Arif bolos sekolah.Jika Arif ketahuan dihukum guru.Jika Arif diberi surat panggilan orang tua.Verylah yang selalu menyelessikan semua entah bagaimanapun caranya.


Saat sampai dirumah duka sudah banyak orang disana.Reina dengan keadaannya yang kacau dituntun Feris untuk berganti pakaian yang lebih layak.Matanya sembab.Pandangannyapun kosong.Ia seakan kehilangan semangat hidupnya.


Ia terlihat tak jauh seperti seorang mayat hidup.


Meski baru hampir 3 tahun ia menyadari perasaannya terhadap Very,hal itu sudah memberi begitu banya kenangan.


Reina duduk disebelah jenazah Very.Ditemani Ale dan Arif membacakan doa yasin tahlil untuk suaminya.Ayah dati anaknya dan laki-laki yang sangat ia cintai.


Ba'da ashar Very jenazah Very diberangkatkan menggunakan ambulance dan dimakamkan awalnya Arif melarang Reina untuk ikut kemakam tapi Reina bersikekeuh untuk ikut.

__ADS_1


"Ok Rein.Tapi kamu harus janji,jangan sampai kamu pingsan lagi.Kasihan mas Very."Pinta Arif.Reina hanya mengangguk.


Ia sebenarnya tak yakin tidak akan menangis nanti melihat Very dikubur.


__ADS_2