Cinta Gadis Tak Sempurna

Cinta Gadis Tak Sempurna
Terjerat Ucapan Sendiri


__ADS_3

pagi harinya Kejora sudah menyiapkan semua makanannya di atas meja makan. Kejora sengaja memasak makanan kesukaan Saga. Ya hitung hitung sebagai ucapan terima kasih untuk perlindungan yang telah di berikan oleh lelaki yang menjadi suaminya itu.


"kak Saga, wajah kakak kenapa?" Kejora memegang pipi dan mengusap lembut sudut bibir Saga yang terlihat memar dan bahkan sedikit bengkak serta robek.


"Aku tidak papa" Saga memalingkan wajahnya, ia tak mau memperlihatkan wajah yang menurutnya sangat tampan itu dalam keadaan bonyok di depan Kejora


"apa kakak berkelahi dengan kak Kenzo?"


"biasa kan seorang laki laki begitu?"


"kakak.. tapi kenapa bisa sampai kalah?"


"hah?!" Saga hanya melongo mendengar penuturan dari seorang Kejora. Ia pikir Kejora akan marah lalu memberinya banyak petuah dan nasehat yang sangat panjang.


Namun yang terjadi justru sebaliknya. Benar benar di luar dugaan. Kejora malah seolah mendukung perkelahian ini. Bahkan Kejora terlihat kecewa kala Saga terluka dan menganggapnya kalah dalam perkelahian.


"tapi gak papa deh, yang penting kakak tidak terluka parah. Bentar ya kak, aku ambilin kotak obat dulu"


Setelah mengambil kotak obat, Kejora segera mengobati Saga. Saga pun hanya diam dan menahan perih saat Kejora mulai mengusap lembut wajahnya dengan kapas dan alkohol.


Tanpa sengaja, kedua wajah mereka pun sudah berada dalam jarak yang sangat dekat.


Deg


Kedua jantung mereka mendadak terpompa sangat cepat kala irish mata keduanya saling beradu.


Hanya beberapa detik, karena Kejora lebih dulu menyadarkan pikirannya. Ia memtuskan pandangannya, memilih mundur dan memalingkan wajah dari tatapan Saga.


Namun saat Kejora hendak berpaling, tiba tiba saja gerakan jari tangan Saga yang memegang dagu Kejora dan menahannya untuk tak berpaling mampu meruntuhkan pertahanan Kejora.


Kejora tak mampu berkutik. Ia malah diam dan menurut kala Saga mulai mendekatkan jarak wajah mereka, semakin mengikis jarak diantara keduanya hingga kini wajah itu berada dalam jarak yang teramat dekat. Hingga...


cup


Sebuah kecupan lembut dari Saga telah mendarat sempurna di bibir Kejora. Entah mengapa Kejora hanya dapat memejamkan matanya, sama seperti kejadian dulu. Ciuman pertama mereka yang tak sengaja terjadi, kini terulang lagi.


Ya, ini adalah ciuman kedua. Ciuman yang tanpa di dasari oleh cinta dari keduanya. Namun entah mengapa, baik Saga maupun Kejora terlihat menikmati ciuman kali ini. Bahkan mereka berdua merasa ini lebih indah dari pada saat dengan kekasih mereka masing masing.


Tanpa terasa, keduanya hanyut dalam sesapan, bahkan tangan Saga terus menahan tengkuk Kejora dan semakin memperdalam ciuman mereka.


Kejora membuka matanya lebar saat ia merasa Saga sudah mulai terbakar gairah. Lebih tepatnya, Saat ini tangan Saga sudah mulai menelusup ke dalam kaos yang di pakai Kejora dan sudah mulai bergerilya mengusap punggungnya.


Kejora memegang tangan Saga yang saat ini tepat berada di atas satu gunung yang masih terbungkus rapi miliknya itu hingga membuat aksi saga terhenti. Ia pun langsung tersadar dan menarik nafas dalam mengakhiri ciuman panas diantara mereka.

__ADS_1


"Kejora, maaf... aku tidak bermaksut apa apa, aku hanya terbawa suasana. Aku__"


"tidak apa apa kak, ini bukan salah kakak"


"kau? tidak marah?"


"kenapa harus marah? bukankah kita ini halal?"


"ya, kau benar, kita ini halal. Kita juga tak akan berdosa jika melakukannya iya kan?" Tanya Saga antusias


Sedangkan Kejora, ia hanya menundukkan pandangannya karena malu. Bahkan saat ini rona wajahnya sudah sangat memerah bak udang rebus.


"yuk?" Saga berdiri menggenggam tangan Kejora


"kemana kak?"


"katamu kita ini kan sudah halal?"


"lalu??" Kejora mengerutkan keningnya


"ya.. kita bisa lanjutkan yang tadi kan?" "di kamar" bisiknya tepat di telinga Kejora hingga membuat bulu kuduknya meremang


Kejora menepuk keras pundak Saga. "kak..! kau itu mesum sekali"


"nah itu? ngajak ke kamar? ngapain coba?"


"idih! aku tak menyangka ternyata kau itu omes sekali"


"maksut kakak apa?"


"ya aku tak menyangka aja, ternyata kamu tuh punya otak mesum"


"what? apaan sih kak, kamu itu yang otaknya mesum, pagi pagi udah aneh aneh"


"aneh apanya sih? aku yuh ngajak kamu ke kamar buat bantuin aku siapain baju ke dalam koper. Karena nanti malam setelah acara pengajian, aku akan langsung berangkat ke Perancis"


"malam hari kak?"


"iya"


"oh" Kejora tak menanggapi lagi ucapan Saga. Entah mengapa ada rasa tak rela jika Saga pergi berdua dengan Leony.


Padahal Kejora tau jika mereka adalah sepasang kekasih. Dan sudah sepatutnya kan jika mereka pergi bersama? lalu kenapa Kejora malah tak menyukainya?

__ADS_1


Entahlah, Kejora juga tak mungkin melarang apapun yang di lakukan Saga. Karena ia sendiri yang mengatakan bahwa pernikahan ini tak akan mempengaruhi apapun diantara mereka bertiga. Ia juga sempat berkata jika dirinya tak akan mengganggu hubungan Saga dan Leony.


Dan disinilah Kejora baru sadar bahwa dirinya telah terjerat oleh ucapannya sendiri.


Kejora terus berjalan menuju kamar Saga. Ia memunguti beberapa potong pakaian dalam lemari dan memasukkannya ke dalam koper besar. Karena yang ia tahu, Saga akan pergi selama satu minggu, atau bahkan bisa lebih.


"sudah selesai" ucap Kejora sembil berjalan keluar


Namun saat melewati tubuh Saga, tiba tiba tangannya di cekal erat oleh laki laki yang telah resmi menjadi suaminya itu.


"Kejora, kau kenapa?" tanya Saga saat ia merasa mulai ada yang aneh dengan sikap dan perilaku Kejora


"tidak papa"


"benarkah?"


"bukankah kau yang menyuruhku mengemasi pakaianmu? nah itu udah selesai. Aku pergi dulu"


"kau mau kemana?"


"aku mau beli perlengkapan untuk nanti malam"


"bukankah semua sudah di urus oleh pelayan?"


"ya gak papa, aku mau menemani mereka"


"tapi kita belum sarapan, katanya kau sudah masak makanan kesukaanku?"


"ya, semua ada di meja. bukankah kakak tadi juga sudah melihatnya"


"ya sudah, kita makan dulu yuk?"


"aku belum lapar"


"kau belum makan apapun, bohong kalau kau belum lapar"


"aku hanya sedang tak berselera makan"


"tapi kenapa? sepertinya tadi kau sangat antusias mengajakku sarapan? lalu kenapa sekarang malah tidak lapar? ayolah Kejora, kalau kau tak mau makan, paling gak temani aku lah.. ya.. ya.. ya?"


"sudahlah kak, aku sudah bilang kan? aku sedang tidak berselera makan! kakak makanlah sendiri. Semuanya sudah aku siapkan"


Kejora lantas berlalu meninggakan Kamar Saga dan masuk ke dalam kamarnya sendiri. Ia mengunci rapat rapat pintu kamar itu, dan tiba tiba saja ia luluh ke lantai dengan air mata yang mengalir deras. Air mata yang sejak tadi ia tahan karena sesak akhirnya kini pun turun begitu banyaknya.

__ADS_1


sakit.. kenapa akau harus merasakan sakit seperti ini? Kejora, kau memang bodoh! Kenapa kau harus merasakan nyaman berada di dekat Suamimu? Apa kau lupa? dia itu adalah kekasih adikmu? Dia itu baik padamu bukan karena dia meniyukaimu? semua itu karena rasa tanggung jawab dan janji pada orang tuanya.. Kau harus sadar Kejora? Kau itu hanyalah debu yang sewaktu waktu bisa terhempas dan lenyap saat tertiup angin..


__ADS_2