
Setelah acara pengajian selesai, Kejora memilih langsung masuk ke kamarnya. Ia tahu jika Saga akan pergi malam ini, maka dari itu, ia sengaja menghindar dengan berpura pura tidur.
Ya, Kejora memilih berpura pura tidur dari pada berpura pura tegar mengantarkan suaminya pergi menemui wanita lain. Karena jujur saja, saat ini Kejora sudah mulai menyukai kakak tirinya itu.
"kejora" Saga mulai membuka pintu kamar Kejora dan masuk ke dalam.
"kak Saga? ngapain malah kesini? aku lupa tutup pintunya lagi" Gumam Kejora dalam hati sembari merapatkan selimut yang menutupi sebagian tubuhnya
"Kejora, kau sudah tidur?"
Kejora masih tak bergeming. Ia masih tetap berpura pura tertidur guna menghindari bersitatap dengan Saga malam ini.
Saat dirasa tak ada sahutan dari Kejora, Saga pun mendudukkan dirinya di kursi kecil dekat ranjang. Ia menatap lekat wajah istrinya. Wajah yang ia anggap memiliki kecantikan sempurna.
Loh! Lenapa kak Saga malah duduk? Terus lagi apa ya? Jangan jangan lihatin aku lagi! Duh gimana nih? kan aku malu..
"Kejora.. Kau sangat cantik, kau begitu baik, tapi maaf, sampai detik ini aku masih mencintai Leony, adikmu. Aku juga tak tau akan di bawa kemana pernikahan ini? Tapi yang pasti, aku sangat berharap kau akan mendapatkan kebahagiaanmu suatu saat nanti"
deg
Jantung Kejora seolah berhenti berdetak. Ia tak menyangka bahwa Saga tak memiliki perasaan apapun padanya. Padahal tanpa Kejora rencanakan, perasaan sudah mulai menuntun hayinya untuk membuka cinta yang lain selain Kenzo.
Padahal Kejora tak pernah berfikir bahwa akan ada laki laki lain yang bisa menggantikan Kenzo dari hatinya. Mengingat seluruh cinta yang Kejora punya telah ia curahkan untuk sang mantan yunangannya tersebut.
Kak Saga tidak memiliki perasaan apapun padaku? Lalu apa tadi pagi? Kenapa dia menciumku? Apakah benar jika seorang leaki laki bisa mencium fan mencumbu seorang wanita meski tanpa didasari oleh cinta? Tuhan... Mengapa ini begitu sakit...
Kejora sebisa mungkin menahan sesak dalam dadanya agar air mata yang ia tahan juga tak lolos keluar.
Deg
Lagi lagi jantung Kejora berhenti bernafas kala sebuah usapan lembut mendarat sempurna di pipinya. Kejora hanya bisa diam dan membiarkan Saga mengusap lembut wajahnya. Membiarkan lelaki itu melakukan apapun yang ia mau.
"istriku.. Aku pergi dulu ya.. Jaga diri kamu baik baik"
Cup
Saga mengecup sekilas bibir Kejora lalu pergi keluar meninggalkan kamar itu. kejora yakin Saga akan berangkat ke bandara setelah ini.
Dan saat pintu kamar tertutup, Kejora meneteskan air matanya. Ia menumpahkan sesak yang sejak tadi memenuhi rongga dadanya.
Baiklah jika itu yang kakak inginkan! Aku akan menjauh dari hidup kalian berdua.
*
__ADS_1
Lima hari Kemudian
Disudut ruang yang penuh dengan gemerlap lampu malam, Seorang lelaki tampan sedang melamun dan menatap kosong lurus ke depan.
"sayang, kau kenapa?"
"tidak papa"
"bohong! kau terlihat tak baik baik saja. apa kau sakit?"
"tidak"
"lalu kenapa?"
"aku gak papa! Aku baik baik saja"
"tapi aku perhatikan, sudah tiga hari ini kau sering melamun? Apa ada masalah?"
"iyakah? Hh.. tidak ada masalah apapun"
"tapi.. kau itu terlihat sangat lesu, tak bertenaga, tak bersemangat, atau kau tidak suka tempat ini?"
"suka kok! aku menyukainya!"
Lelaki itu hanya tersenyum dan mengikuti kekasihnya yang sedang asik berjoget dan minum beberpa wine.
Ya, lelaki itu adalah Saga. Sudah Lima hari ini Saga berada di Perancis. Selama itu juga ia tak bisa berkomunikasi dengan Kejora.
Dua hari pertama, Saga memang tak mengingat Kejora. Ia begitu asik bertamasya berkeliling dan menyusuri setiap sudut kota paris dengan pacarnya itu
Namun di hari ketiga, saat Leony mulai beraktifitas dengan pekerjaannya, Saga mulai mengingat kembali sosok kejora. Mengingat kembali istri yang sudah ia tinggalkan tanpa kabar.
Dan di hari ketiga itu pula, Saga terus mencoba menghubungi Kejor, namun tak ada sahutan untuk panggilan yang ia lakukan atau balasan untuk pesan yang ia kirim. Bahkan sampai saat ini Kejora pun masih tak bisa di hubungi.
Jujur saja, Saga mulai menghawatirkan bagaimana keadaan isttinya itu. Hingga ia baru berfikir untuk menghubungi pelayan dan penjaga rumahnya untuk menanyakan kabar Kejora
"bagaimana?
"maaf tuan, nona Kejora tidak ada di rumah sejak dua hati yang lalu"
"apa?! Dimana dia?"
"kami tidak tau tuan, tapi nona bilang, nona akan tinggal di apartemennya untuk sementara waktu"
__ADS_1
"apartemen? Apa kalian sudah mengeceknya?"
"belum tuan"
"cepat cek kesana sekarang juga! Dan langsung kabari saya"
"baik tuan"
Saga benar benar gelisah memikirkan dimana keberadaan Kejora saat ini. Karena ia yakin, Kejora tak mungkin kembali ke partemennya.
Dan benar saja, selang satu jam, ia mendapat panggilan dari pengawal rumahnya.
"bagaiamana?
"maaf tuan, nona Kejora tidak ada di apartemennya. Bahkan petugas apartemen mengatakan jika apartemen milik nona Kejora sudah di jual dua hati lalu"
"apa? Jangan bercanda kamu"
"benar tuan.. Saya tidak berbohong"
"baiklah, kau dan beberapa pengawal cari nona kalian sampai ketemu!"
"baik tuan"
Achhhh
Saga membanting satu botol wine ke lantai hingga membuat kegaduhan di dalam bar tersebut.
"sayang... Kau kenapa?" tanya Leony sengelus pundak sang kekasih
Saga tak berkata apapun, ia menarik tangan Leony keluar dari bar tersebut dan langsung menuju ke apartemen mereka.
"sayang.. Kenapa kita pulang? Acaranya kan belum selesai?"
"masuk dan tidurlah!"
Setelah ia mengantarkan Leony pulang ke apartemen, Saga langsung pergi ke suatu tempat. Ia harus melakukan sesuatu untuk menemukan istrinya tersebut.
Kejora.. Kau dimana?
.
.
__ADS_1