Cinta Gadis Tak Sempurna

Cinta Gadis Tak Sempurna
Ceraikan Aku!


__ADS_3

Kejora yang masih berada di samping pusara sang mama pun masih enggan pergi meninggalkan tempat itu. Padahal hari sudah semakin malam. Bahkan suara suara binatang malam pun mulai terdengar. Namun sedikitpun Kejora tak merasakan takut berada di pemakaman itu.


Hingga ia menatap sang supir yang bersandar di pintu mobil sambil mengantuk. Dan saat itulah ia sadar bahwa dirinya sudah terlalu lama berada di area pemakaman.


"pak" Sapa Kejora menepuk pundak sang supir


"iya nona"


"kenapa bapak masih disini? bukankah saya menyuruh bapak pulang saja tadi?"


"maaf nona. Saya tidak mungkin tega meninggalkan nona berada disini sendirian"


"ah baiklah, terimakasih"


Setelah sampai di rumah, Kejora langsung masuk ke dalam kamarnya. Dan saat melewati ruang tengah, ia melihat Saga yang sudah terlelap di sofa sambil memegang remote.


Kejora hanya mengedikkan bahunya acuh. Ia pun lebih memilih melewati Saga begitu saja tanpa membangunkannya


Beberapa menit kemudian Saga terbangun. Suasana rumah masih sama seperti saat ia bersandar tadi. Apa mungkin Kejora dan Leony belum pulang?


Saga mendudukkan dirinya di taman depan. Sekilas ia melihat supir yang biasa mengantar Kejora. Ia pun menanyakan dimana keberadaan Kejora.


Mata Saga membulat sempurna saat supir itu memberitahukan bahwa Kejora sudah pulang satu jam yang lalu.


Satu jam lalu? berarti dia melihatku tertidur di sofa? kenapa dia tak membangunkanku?


Saga mendatangi kamar kejora. Ia pun langsung masuk karena kamar kejora tak di kunci. Saga celingukan kesana kemari, namun tak ada tanda tanda Kejora disana.


Hingga Saga mendengar suara gemericik air dari kamar mandi. Ia yakin Kejora ada di dalam. Saga memilih menunggu di depan pintu kamar mandi itu. Beberapa menit kemudian, pintu pun terbuka lebar.


bruk


Karena Kejora begitu cepat saat keluar, ia pun menabrak Saga yang tengah berdiri hingga tubuh Kejora pun jatuh menimpa tubuh Saga.


Mata mereka saling beradu. Tatapan yang begitu dalam hingga tak bisa diartikan oleh keduanya. Yang pasti saat ini, hati Kejora dan Saga sama sama berdetak kuat. Jantungnya terpompa cepat hingga desiran aneh mulai menyelimuti perasaan keduanya.


Perlahan namun pasti, Saga pun mengecup bibir manis berwarna pink alami milik istri pertamanya itu.


cup


Kejora pun hanya memejamkan mata saat benda kenyal dani empuk tengah melekat sempurna di atas bibirnya.

__ADS_1


keduanya sama sama hanyut dan terbawa suasana, hingga ciuman itu berubah menjadi sesapan dan cecapan yang menuntut.


Saga sudah tak bisa mengontrol hasratnya. Menghirup wangi tubuh Kejora sehabis mandi malah membuatnya semakin berdenyut dan menginginkan lebih dari sekedar ciuman.


Tanpa di suruh, tangan saga pun terulur menggerayangi punggung Kejora yang terekspose. Karena Kejora hanya memakai handuk sebatas dada dan paha


Saat tangan Saga hendak menarik handuk itu, tiba tiba saja Kejora tersadar. Ia malah teringat akan kejadian semalam, Kejora pikir, Saga pasti sudah melakukan hal semacam ini dengan Leony? bahkan mungkin lebih?


"Kejora? kenapa?"


"maaf kak, ini tak seharusnya terjadi" Kejora bangkit dan membenarkan handuknya.


"kenapa? bukankah kita sudah pernah melakukan hal yang lebih dari ini?


"iya, tapi itu dulu. Sebelum ada orang lain diantara kita"


"Leony itu istriku, wajar jika aku juga melakukannya"


"aku tidak menyuruh kakak untuk tak melakukannya dengan dia. Hanya saja, aku tak mau berbagi suami dengan siapapun. Termasuk adikku sendiri"


"apa maksut kamu?"


"tidak! aku tak akan memilih diantara kalian"


"kak! jangan egois! aku ini seorang wanita biasa. Aku punya hati dan perasaan yang bisa terluka kapanpun dan dimanapun. Apa kakak pikir menjadi orang yang di nomer duakan itu enak? padahal akulah yang seharusnya menjadi yang pertama?"


"aku tidak menomerduakan kamu Kejora"


"kakak bisa bicara seperti itu karena kakak tak berada di posisiku? Nyatanya, kakak tak bisa berkutik di hadapan Leony kan?"


Saga terdiam. Ia meresapi setiap kata yang keluar dari bibir istri pertamanya.


"Kenapa kakak diam? Kakak membenaran semua perkataanku? iya kan?


"maafkan aku jika aku telah menyakiti hatimu. Aku tak bermaksut seperti ini Kejora"


"Ah sudahlah kak! aku tau. Kau akan tetap memilih dia. Ya, Aku sadar, aku bukanlah orang yang tepat untuk dijadikan seorang istri. Aku ini cacat! aku tak pantas diajak pergi ke acara resmi kakak. Aku hanya akan mempermalukan kakak nantinya. Iya? Itu yang terus melintas di pikiran kakakkan?"


deg


Saga membeku. Bagaimana mungkin Kejora tahu apa yang selalu ia pikirkan?

__ADS_1


"Diamnya kakak aku anggap sebagai jawaban"


"apa maksut mu? jangan sembarangan menebak!" Saga mulai geram dengan Kejora yang terus menerus menyerangnya.


"aku tidak asal menebak kak! aku berbicara sesuai bukti"


"bukti yang mana?"


"stop!" Kejora mulai jengah, ia pun menghela nafas panjang lalu menghembuskannya perlahan


"ceraikan aku!"


Jeduar!!!!


Bak tersambar petir di siang bolong. Saga membelalakkan matanya. Ia tak pernah berfikir sedikitpun untuk menceraikan Kejora.


"jaga bicaramu! Aku tak akan pernah menceraikan kamu Kejora!"


"kak! aku sudah memberikan jalan terbaik untuk kita!"


"itu bukan jalan terbaik"


"lalu apa? apa yang menurut kakak baik? apa kakak akan mengurungku dalam pernikahan poligami ini selamanya?"


Lagi lagi Saga hanya diam. Entahlah, Saga pun tak tau harus seperti apa? Ia bingung harus bagaimana? yang pasti, Saga tak rela jika dirinya harus melepas Kejora.


"jawab kak! jawab!"


"cepat ceraikan aku sekarang juga! dengan beggitu, aku tak alan menjadi penughalang untuk cinta kakak dengan Leonny"


"ayo kak! cepat talak aku!" Kejora mulai berteriak histeris sambil teru memukul dada Saga.


Bukannya menjawab, Saga malah memeluk erat tubuh Kejora yang kini bergetar hebat karena menangis dan meluapkan semua emosi yang terpendam dan entah sejak kapan.


Karena saking emosinya, Kejora bahkan lupa jika dirinya belum mengenakan pakaian apapun selain satu lembar handuk putih yang saat ini melilit di tubuhnya.


Sepasang suami istri itu masih saling memeluk di atas ranjang. Saling memberikan kekuatan satu sama lain. Kejora bahkan tak sadar jika handuk bagian atas yang ia pakai sudah melorot hingga ke batas pinggang. Hal itu tentu membuat punggungnya terbuka sempurna.


Dan..


.

__ADS_1


__ADS_2