Cinta Gadis Tak Sempurna

Cinta Gadis Tak Sempurna
Kita Akan Bercerai


__ADS_3

Dan betapa Saga merasa kesal pada sosok wanita yang sangat ia rindukan itu. Saat ia sudah menunggunya hampir satu jam di luar, ternyata Kejora malah asik tidur melingkari sang putra.


Namun saat Saga mendekat ke ranjang Kejora, matanya terbelalak tajam kala ia melihat sebuah gundukan indah telah tergantung sempurna di tempatnya.


Aliran darah Saga berdesir hebat secara tiba tiba. Apalagi saat melihat buah pepaya yang menggantung dan terlihat semakin padat dan berisi. Jauh berbeda sekali dengan yang ia lihat dulu.


Perlahan Saga mendekat dan memandang lekat wajah cabtik yang selama ini ia rindukan. Dan tanpa sadar, tangannya terulur meraih pepaya yang menggantung itu dan memasukkan kedalam rumah huniannya.


Namun saat pepaya itu telah berhasil ia masukkan ke dalam rumahnya, tiba tiba saja Kejora terbangun. ya, lejora terbangun saat tangan Saga masih memegang buah dada miliknya.


plak


Kejora reflek menampik tangan Saga yang ia kira tengah bergerilnya dan menggerayang saat ia tertidur.


"apa yang kakak lakukan? kenapa kakak pegang pegang? tidak sopan sekali!" gerutu Kejora sembari mengancingkan bajunya


"maaf.. maaf.. jangan salah paham dulu. Aku hanya memasukkan itu, anu, apa, mm.. minumnya Saka, ya, minumnya Saka. Kau tertidur dan air susunya jatuh ke wajah Saka, jadi__"


Kejora tak menjawab, ia malah menunduk malu sudah mengira yang tidak tidak pada Saga.


"Kejora, kau bilang akan menemuiku setelah baby Saka tidur? aku menunggumu hampir satu jam di luar. Tapi ternyata kau disini malah ikut tertidur?"


"maaf kak.. aku ngantuk. Aku sangat capek. Kondisiku pasca melahirkan belum sembuh. Aku harus mengurusnya sendiri"


"ah maaf aku tidak tau. Tapi kau sendiri yang minta tidak perlu bantuan seorang perawat"


"aku ingin merawat anakku sendiri"


"baiklah.. bagaimana kalau nanti aku ikut tidur disini saja? aku akan bantuin kamu kalau baby Saka terbangun"

__ADS_1


"kak! jangan seolah olah hubungan kita sudah membaik"


Saga terdiam. Ia menarik nafas dalam lalu menghembuskannya perlahan.


"Kejora.. kita perlu bicara serius"


"baiklah, kita bicara di balkon saja, aku takut Saka akan terbangun nanti jika kita bicara disini"


"ya.. ayo"


Tangan Saga terulur hendak meraih tangan Kejora, namun Kejora tak menghiraukannya, ia malah melewati Saga begitu saja.


Sabar.. batin Saga menyemangati dirinya sendiri


Dan disinilah mereka berada. Di balkon kamar Villa berlantai dua ini mereka akan menyelesaikan permasalahan rumah tangganya.


Cuaca yang dingin dan angin yang berhembus tipis membuat suasana malam itu semakin syahdu


"Kejora, kenapa kau pergi dengan membawa kenyataan yang besar seperti ini? kenapa kau tak bilang padaku jika kau sedang hamil?"


"apa kehamilanku penting untuk kakak? bukankah kakak sendiri yang bilang kalau kakak tak mau mrmiliki anak dariku"


"aku tak pernah mengatakan itu" bantah Saga dengan cepat


"kau memang tak mrngatakannya langsung. Tapi dengan kau selalu bertanya apakah aku berada di masa subur atau tidak? itu sudah membuktikan kalau kau tak ingin memilikinya" jawab Kejora sembari menunjuk bayinya yang masih tertidur lelap


Ya, Saga memang selalu menanyakan kesuburan rahim Kejora setiap bercinta. Karena jika Kejora berada di masa subur, maka ia tak akan membuang spermanya ke dalam rahim Kejora. Dan hal itu pastinya membuat Kejora pesimis akan dirinya sendiri.


Saga terdiam dan menunduk. Ia ingat betul apa yang di katakan Kejora memanglah sebuah kenyataan yang tak bisa ia elak.

__ADS_1


"apa kau tau kak? waktu itu aku memang tak pulangbkarena aku ingin menenangkan hatiku. Aku sedang menimbang apakah aku akan mengatakan tentang kehamilanku padamu atau tidak.Dan aku sudah memutuskan untuk mengatakannya, meski segala resiko harus aku terima, termasuk penolakan"


"aku tidak menolaknya"


"ya, kau tidak menolaknya. Tapi kau lah yang membuat aku pergi sebelum aku memberitahukannya"


"apa maksutmu?"


"kakak berjanji tak akan menyentuhnya sampai anak yang dikandung Leony lahir. Tapi apa buktinya? kakak sudah mengingkari janji kakak sendiri"


"maafkan aku, tapi__"


Kejora mengangkat tangannya dan mengisyaratkan Saga untuk diam dan tak memotong ucapannya.


"awalnya aku ingin memberikan kejutan tentang kehamilanku. Tapi malah aku yang terkejut saat aku melihat dengan mata kepalaku sendiri kalau kakak sudah menikmatinya. Kakak begitu nyaman memeluknya"


Saga masih diam menunggu semua ungkapan hati dan curahan kekecewaan dari Kejora untuknya selesai


"Dan apa kakak tau? hatiku sangat sakit kak.. ternyata ketidakpulanganku malam itu engkau jadikan kesempatan untuk kau mengingkari janjimu padaku. Dan apa kakak tau? pada detik itu juga, aku merasa sebagai orang ketiga yang tak pernah kakak inginkan. Aku merasa menjadi orang yang menghalangi cinta kalian. Aku__"


Kejora tak melanjutkan ucapannya saat Saga memeluknya dengan erat. Dan di dalam pelukan itu, Kejora pun menumpahkan segala tangisnya. Menumpahkan segala sesak yang telah memenuhi dadanya.


"maafkan aku Kejora.. maafkan aku sayang.. malam itu aku terjebak oleh obat perangsang yang entah siapa yang sudah memasukkannya ke dalam minumanku. Tubuhku serasa terbakar. Aku sangat frustasi saat aku tak bisa mencarimu. Aku ingin sekali melakukannya denganmu malam itu. Dan kau harus tau, aku terpaksa melakukannya dengan Leony. Percayalah, aku tak menikmatinya sedikitpun"


"bohong!! mana ada saat bercinta tidak menikmatinya? kau pasti senang kan bisa menyatukan tubuh kalian? " Kejora mendorong keras tubuh Saga


"tidak! aku tak menyukainya. bahkan aku menyesal sudah melakukannya sayang"


"stop memanggilku dengan kata sayang! karena sebentar lagi kita akan bercerai"

__ADS_1


"apa???! bercerai???!


Kejora tak menggubris ucapan Saga. Ia langsung masuk ke kamar dan kembali membaringkan tubuhnya di samping baby Saka.


__ADS_2