
"Kejora" Saga mengguncang bahu Kejora pelan
"Kejora" Ia juga mentoel pipi Kejora yang malah meninggikan selimutnya hingga menutupi seluruh wajah
"Sayang..." bisik Saga mesra tepat di telinga Kejora hingga membuat seorang yang ada di balik selimut itu meremang
Karena tak ada pergerakan dari Kejora, Saga pun lantas membuka paksa selimut itu dan dengan gerakan cepat, ia pun langsung mengecup bibir Kejora.
Mata Kejora membulat sempurna, mendapat serangan dadakan dari Saga tentu saja membuatnya tak bisa berkutik atau pun menghindar. Namun karena tubuhnya tak di kengkang oleh Saga, Kejora pun mampu mendorong tubuh Saga dan ia pun cepat memposisikan dirinya dalam keadaan duduk.
"apa yang kakak lakukan?" sentak Kejora dengan nada kesal yang tertahan
"tidak ada, aku hanya mencium istriku. apa itu salah?"
"ya, salah besar! kita ini sebentar lagi akan berpisah. Dan sebentar lagi, kita bukanlah sepasang suami istri lagi"
"kata siapa?"
"ya kata aku"
"benarkah?"
"tentu saja"
"apa kau sudah mengajukan perceraian kita ke pengadilan?"
"e.. sebentar lagi. setelah aku pulih, aku akan langsung mengajukannya"
Saga menatap tajam pada Kejora. Ia langsung menggendong Kejora dan mendudukkannya di atas sofa. Perlahan Saga mulai merangkak dari kaki hingga ke atas tubuh istrinya yang mungkin saat ini sudah sangat ketakutan itu.
"Aku tegaskan padamu sekali lagi. Tidak akan pernah ada perceraian diantara kita. Kau akan menjadi istriku salamanya. Dan kau, akan menjadi wanita satu satunya yang ada di dalam hidupku. Kejora, aku mencintaimu"
Deg
Mata Kejora membulat sempurna, mulutnya menganga tak percaya, bahkan tubuhnya tiba tiba terasa kaku dan membeku seketika itu.
Apa? apa aku bermimpi? apa ini nyata? kak Saga baru saja mengatakan cinta padaku? apa aku yang salah dengar? oh ya Allah.. hatiku, jantungku, kenapa debarannya semakin cepat?
"Kejora sayang.. aku tau kau juga mencintaiku. Jadi, maukah kau memaafkanku dan kita mulai semuanya dari awal?" Saga menggenggam tangan Kejora dan sesekali menciumnya perlahan dan lembut.
Kejora hampir saja terbuai denga bujuk rayu dan kata kat manis dari Saga. Namun ia lantas tersadar dan menarik tangannya dengan cepat
"maaf kak, aku tidak bisa"
"apa? kau bilang tidak bisa? Kejora, agolah.. aku benar benar ingin membahagiakanmu dan anak kita.Apa kau tega memisahkan seorang anak dengan ayahnya?
"aku tidak memisahkan kalian. Aku juga tidak melarang kakak untuk bertemu dengan baby Saka. tapi untuk bersama lagi? mohon maaf kak, aku tidak bisa. aku sudah tak memiliki hati yang sekuat dulu untuk bertahan dalam poligami pernikahan. Aku tidak mau berbagi suami lagi"
"tidak akan ada hati lain selain kamu dan aku. Hanya ada kita berdua di dalam pernikahan ini sayang"
__ADS_1
"apa maksut kakak? lalu bagaimana dengan Leony?"
"aku sudah menceraikannya"
"apa? bercerai? tapi sejak kapan?"
"sejak aku mengetahui bahwa anak yang di kandunya bukanlah anakku"
"apa kakak jadi tes DNA itu?"
"tidak"
"lalu?"
"aku mengikutinya saat dia menemui kekasihnya"
"oh.."
"apa? hanya oh?"
"lalu aku harus berkomentar apa? kan aku juga sudah pernah mengatakannya pada kakak. Kakak sendiri aja yang gak mau denger"
"maaf.. maafkan aku sayang.." ucap Saga sembari memeluk Kejora yang memunggunginya
"ihh.. apa sih kak? kok peluk peluk? aku kan belum maafin kakak"
"kau harus memaafkanku"
"iyalah, maksa banget aku"
"gak"
"maafin"
"gak"
"maafin"
"gak"
cup
Saga langsung mengecup ceruk leher Kejora dengan lembut. Membalikkan tubuh istrinya hingga kini posiai mereka saling berhadapan. Tanpa persetujuan, Saga langsung membungkam bibir istrinya dengan bibirnya. Bahkan ia ******* kecil bibir itu dengan sangat bergairah
Kejora pun tak menolak. Sebagai seorang wanita dewasa dan telah memiliki pasangan, ia pun merindukan momen momen mesra seperti ini. Maklum saja, sudah beberapa bulan ini Kejora tak mendapatkan kemesraan dari seorang laki laki. Padahal saat hamil, hormon **** pasti akan meningkat tajam.
Saat mereka tengah asik bermain main dengan lidah dan bibir mereka, tiba tiba sang anak malah terbangun dan menangis. Alhasil, Kejora pun langsung menghentikan aktifitas mereka dan mulai menyusui baby Saka.
Sementara Saga, ia harus bersabar diri saat baby Saka lebih menguasai Kejora dari pada dia. sabar...
__ADS_1
*
Beberapa hari berlalu, Kini Saga dan Kejora sudah pulang ke kota J. Kejora pun sudah memutuskan untuk memaafkan Saga dan menerima kembali Saga menjadi suaminya.
Kejora tak mau jika anaknya tumbuh dan besar tanpa seorang ayah nantinya. Karena ia sudah lebih dulu merasakan berjuang hidup tanpa kasih sayang ayah. Dan rasanya begitu menyakitkan.
Empat tahun kemudian.
Saat Kejora dan Saga tengah merayakan ulang tahun Saka yang keempat, tiba tiba ada seorang anak perempuan kecil dengan penampilan kumuh dan lusuh tengah meminta makanan kepada mereka.
"yah.. pembagian makanannya sudah habis nak" Kejora megusap kepala gadis itu lembut
"berikan kami sepotong roti pun juga tidak apa nyonya. Kami sangat lapar"
"kami? memangnya kau bersama siapa nak?"
"aku bersama ibuku, tapi di sedang ada di sana, ibuku sedang sakit"
Kejora terdiam, entah mengapa melihat anak perempuan ini mengingatkannya pada masa kecilnya. Ia begitu kagum denganya, seorang anak kecil yang begitu menyayangi ibunya. Hingga tanpa terasa air mata Kejora jatuh begitu saja.
"tunggu sebentar ya sayang"
Kejora pun menyuruh pelayan untuk membungkus beberapa kotak makanan lagi, karena masih ada sisa makanan yang belum di bungkus di dalam rumahnya.
"sayang, ini untuk kamu" Kejora memberikan tiga kotak makanan pada gadis kecil itu
"kami hanya butuh satu makanan nyonya. Kami bisa makan berdua nanti"
"tidak, bawalah semuanya nak"
"terimakasih nyonya"
Kejora hanya mengangguk dan tetsenyum Ia terus menatap anak itu hingga menghilang di balik gerbang.
"ibu.. aku punya makanan untuk ibu"
"dasar anak sialan! dari mana saja kamu? lama sekali! apa kau tidak tau kalau aku sudah kelaparan"
"maaf ma.. sekarang mama makan dulu. ini" bocah kecil itu menyodorkan makanan kepada ibunya.
Sang ibu pun langsung mengambil makanan itu dengan segera.
"ini untuk kamu, jangan di habiskan! kau harus menyisakan untuk nanti sore! karena yang satu lagi untuk ibu. Mengerti!"
"mengerti bu.."
Sang ibu pun memakan makanan itu dengan sangat lahap. Di tengah mengunyah makanan itu, tiba tiba ia merasakan ada sesuatu yang tak aneh dengan rasa makanan ini.
Kejora..
__ADS_1
.
.