Cinta Gadis Tak Sempurna

Cinta Gadis Tak Sempurna
Berhasil Lagi


__ADS_3

Sementara di sebuah kamar berukuran sangat besar dan luas, nampak sepasang suami istri yang masih berdebat karena suatu hal.


Saat sang suami terus mendusel memintah jatah olah raga pagi, sang istri justru terus menolak dan menjauhkan dirinya dari dekapan suaminya itu.


Ya, Kejora masih begitu merasakan jengkel atas perlakuan suaminya yang lagi lagi mengerjai dirinya. Bukan untuk sekali ini. Namun sudah beberapa kali Saga mengerjai dirinya.


Pernah sewaktu diacara ulang tahun pernikahan koleganya belum selesai, Saga langsung mengajak pulang Kejora hanya karena ada laki laki yang menatap istrinya dengan kagum dan mengatakan cantik.


Pernah juga saat acara rapat bulanan perusahaan, Saga menyuruh para karyawan laki laki memakai penitup mata dengan alasan ingin menguji ketangkasan pemikiran mereka. Padahal alasan pastinya karena Saga tak mau karyawan laki lakinya terus menatap kejora saat menyampaikan informasi.


Dan lebih parahnya lagi, Saga pernah mengatakan jika matanya itu sakit. Kejora begitu panik luar biasa. Ia langsung membawa Saga ke dokter spesialis mata terkenal.


Namun apa yang ia dapat? Ia mengatakan Matanya sakit hanya karena setiap hari susah tidur karena ingin terus melihat istrinya. Ia bahkan mengatakan tak mau memejamkan matanya karena takut tak bisa melihat istrinya yang sangat cantik.


Hal itu tentu membuat Kejora merasa emosi. Dan dengan gampangnya, ia malah tertipu lagi oleh permainan konyol Saga itu.


"sayang... ayolah"


"gak"


"apa kau tak kasihan dengannya? dia sudah mode on sejak tadi loh" Saga meraih tangan Kejora dan menuntunnya mendekat pada Samurai yang sudah berdiri tegak dan siap bertempur


"aaw" Kejora menarik tangannya dengan cepat


"kak.. kenapa kau meminta lagi? bukankah semalam kita sudah melakukannya?"


"iyakah?"


"kak!? kita sudah melakukannya sebanyak tiga kali semalam. bahkan kita juga tidak tidur sampai jam empat pagi loh! apa kakak tidak capek?!"


"benarkah? kenapa aku tidak ingat apapun?"

__ADS_1


"apa?!"


"kenapa? aku memang tak mengingat apapun"


Saga dengan santainya langsung melucuti pakaian istrinya. Dan dengan tak sabar, ia pun langsung memulai permainan berkudanya.


"kak, apa kakak memang tak mengingat apapun soal semalam?" tanya Kejora penasaran di tengah tengah permainannya


"tentu"


"kau yakin?"


"ya, karena itu kan semalam, jadi aku lupa bagaimana rasa nikmatnya semalam. Makanya aku ingin merasakannya lagi pagi ini. Mungkin nanti aku akan ingat kembali bagaimana rasanya"


"what?! jadi kakak berbohong lagi?"


"tidak, aku hanya berbicara sesuai fakta. kan tadi memang aku sedang tidak merasakannya. Nah, sebentar lagi, baru aku mengingatnya"


"kakak, kau itu__"


"ayo lanjutkan" Kejora pun meminta Saga kembali mengguncangnya. Karena bagaimana mungkin di saat ia merasakan nikmat nikmatnya dan hampir mencapai puncak, tiba tiba harus di hentikan karena ulahnya sendiri? Tidak! Kejora takkan melepaskan suaminya itu begitu saja. Saga harus bertanggung jawab menyelesaikan permainannya.


Akhirnya Saga berhasil membuat Kejora memintanya. Ya, Saga memang senang sekali mengerjai Kejora. Apalagi saat melihat wajah cantik istrinya yang sedang panik seperti tadi. Saga benar benar gemas dan ingin sekali mengurung istrinya seharian di dalam kamar.


"faster sayang"


"ayo lebih cepat"


Dan beberapa detik kemudian, Kejora dan Saga pun telah mencapai ******* yang bersamaan.


Setelah satu jam lebih, Akhirnya sepasang suami istri itu turun juga. Keduanya sudah sama sama dalam keadaan yang fresh. Karena terlihat jelas dari rambut mereka yang masih basah.

__ADS_1


"apa yang kalian lakukan!" Sentak Saga yang saat menuruni tangga malah melihat adegan yang tak senonoh di depannya


"tuan" Hanna dan dokter itu pun langsung saling melepaskan tautan tangannya


"aw" karena di lepas begitu saja olrh sang dokter, tentu membuat Hanna terjatuh begitu saja ke lantai. Namun ia langsung memposisikan dirinya untuk duduk


"tuan, nona, maaf, tapi ini bukanlah seperti yang anda pikirkan" Hanna mencoba menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada kedua bosnya itu


"apa? kau mau menjelaskan apa?"


"tuan, percayalah, dokter itu hanya menolong saya saat terjatuh"


"dengan saling berpelukan dan saling berpandangan?"


"tidak tuan, kami__"


"sudahlah, jika kalian memang ada sesuatu, kenapa kalian tidak menikah saja! toh kalian kan sama sama sudah tua! ups! maksutku, sama sama sudah dewasa" potong Saga memberi solusi


"what!!" Hanna terlonjak kaget mendengar solusi sang big bosnya


"tuan, kenapa kau diam saja?" Hanna menyenggol lengan dokter itu.


"kenapa? bukankah kita memang habis berciuman? dan aku bahkan tadi juga sudah menyentuh itu"


Hanna langsung menyilangkan kedua tangannya di depan dada saat melihat tatapan sang dokter mengarah pada belahan bajunya.


"ya, kalian harus menikah secepatnya!"


Sementara dokter itu hanya tersenyum smirk menatap Hanna yang kebingungan. Dan Hanna, ia begitu benci saat dimana dirinya sibuk menolak dan Dokter itu malah solah mengiyakan.


Jujur, dalam hati Hanna, ia merasakan ada suatu keanehan dari sikap dokter itu. Tapi entahlah, ia pun tak tau..

__ADS_1


.


.


__ADS_2