Cinta Gadis Tak Sempurna

Cinta Gadis Tak Sempurna
Takut Tertular


__ADS_3

Dan tanpa pikir panjang, Saga langsung mengecup pundak Kejora. Hingga lama kelamaan kecupan itu merembet ke leher jenjang milik Kejora.


Saga terus menelusupkan wajahnya ke ceruk leher Kejora. Meresapi dan menghirup dalam dalam aroma tubuh Kejora yang bercampur sabun.Sangat wangi menurutnya.


Saga mulai beraksi. Ia langsung menghisap leher itu hingga menimbulkan tanda merah ke unguan. Ya, Karena kulit Kejora yang begitu putih, tentunya membuat tanda itu semakin terlihat jelas meskipun Saga hanya mengecapnya sebentar.


Sementara Kejora, ia hanya memejamkan matanya dan mencengkeram tubuh Saga saat ia merasakan ada tangan yang mulai menggerayang punggungnya. Ya, siapa lagi kalau bukan tangan saga.


Mereka berdua masih betah berpelukan. Bahkan sudah beberapa menit ini mereka lalui hanya dengan saling memeluk dan mengusap tubuh satu sama lain.


Baik Saga ataupun Kejora, Entah mengapa mereka sama sama tak bisa menolak hasrat yang timbul setiap kali berdekatan seperti ini. Seolah ada maghnet yang menyatukan tubuh mereka untuk terus menyatu.


Saga pun bingung, Padahal dengan wanita manapun, ia selalu bisa menahan hasrat dan nafsunya, termasuk saat bersama Leony.


Kecuali malam itu. Saga tak mengingat apapun saat melakukannya dengan leony. Karena ia saat itu tidak sadar. Dan saat terbangun, ia sudah mendapati dirinya dalam keadaan polos tanpa sehelai benang pun.


"Kejora"


Di tengah tengah hasrat yang sudah menggebu, Saga menatap Kejora dalam. Ia ingin mempertanyakan sesuatu yang sejak dua bulan lalu mengganggu pikirannya.


"Boleh aku bertanya sesuatu?"


Kejora pun mengangguk pelan. Ia masih malu menatap Saga yang saat ini sedang bertelanjang dada. Entah sejak kapan baju itu lepas, Kejora pun tak mengingatnya.


"apa kau tau darah apa yang waktu itu ada di sprei setelah kita bercinta malam itu?"


blush


Rona wajah kejora menjadi sangat merah setelah mendengar pertanyaan Saga yang menurutnya terlalu sensitif bagi seorang wanita.


"kenapa kakak bertanya seperti itu?"


"aku hanya inhin memastikan satu hal"


"maksut kakak apa?


"jaeab dulu pertanyaanku, Setelah itu aku akan jawab pertanyaanmu"


"darah itu adalah darah selaput dara keperawanan. Yang artinya wanita itu masih suci dan belum termasuki oleh sesuatu"


"termasuki apa?" Saga mengerlingkan satu matanya menggida Kejora


"yakin kakak ingin tau?" Kejora pun malah ikut menggoda Saga dengan nada bicara yang terdengar sexy tepat di teling Saga


"ya.. apa itu?" Saga terus memajukan tubuhnya mengikuti gerak Kejora yang semakin memundurkan tubuhnya

__ADS_1


"anaconda" bisik Kejora pada Saga yang malah membuat Saga meremang dengan hembusan nafas Kejora yang menyapu telinganya


"hhemm.. baiklah, mari kita lihat seberapa kuatnya Anaconda itu"


"a.. apa..? maksut kakak? kakak mau apa?"


Kejora terus mundur hingga menatap sandaran ranjang dan yang ia tidak sadari adalah, handuk yangvia pakai ternyata tertinggal di bawah badannya.


Tentu saja hal itu membuat Saga tersenyum senang karena saat ini dada Kejora tepampang nyata di depannya tanpa kain penutup sedikitpun.


Ya, handuk yang ia pakai hanya tertinggal di pinggang dan hanya menutupi area pribadi Kejora.


set


Tangan Saga langsung sigap memegang dua benda kenyal dan berisi yang tergantung di depannya itu. Tanpa disuruh, tangannya pun dengan lihai langsung meremas gunung kembar milik Kejora.


Saga teus bermain dengan jari jarinya. setelah puas, ia menggantikan fungsi jarinya menggunakan lidahnya.


ahhh


Kejora terasa terbang mrlayang saat lidah Saga terus menyedot coklat kembar miliknya. Rasa nikmat dan geli pun bercampur menjadi satu.


Dan dengan satu tarikan, Saga pun membuang dengan asal handuk yang melilit pinggang Kejora.


Saga tersenyum senang saat tangannya berhasil menyentuh area paling sensitif milik istrinya itu. Ia mengobrak abrik isi dalam pribadi itu dengan satu jari hingga Kejora mencapai puncak.


Saga mulai merangkak ke atas tubuh Kejora setelah ia membuka semua pakaiannya. Jangan ditanyakan bagaimana keadaan anaconda miliknya, pastilah sudah berdiri tegak dan siap menyembur mangsanya.


Saat kepala anaconda itu hampir memasuki pintu rumahnya, tiba tiba sang pemilik rumah malah menghentikan aksi anaconda tersebut.


"why?" Saga mengerutkan keningnya saat aksi pemberhentian mendadak itu dilakukan


"kak, maaf. Aku tidak bisa menerima kakak"


"kenapa?"


"aku takut terkena penyakit"


"hah??? maksut kamu? kamu takut terkena penyakit kelamin karena tertular dariku?"


Kejora mengangguk lemah


"astaga Kejora... aku ini sehat. Aku tak memiliki riwayat penyakit menjijikkan itu"


"tapi.. dulu kakak sering bergonta ganti pasangan. Apa kakak sudah memeriksakan kondisi anunya kakak?"

__ADS_1


"anu apa sih Kejora? aku ini tidak pernah berhubungan dengan wanita manapun. Dan asal kamu tau ya. Saat bercinta denganmu, aku itu masih perjaka ting ting"


"what?" mata Kejora membulat sempurna. Ia bahkan menutupkan telapak tangan pada mulutnya yang saat ini sudah menganga lebar.


"ya. Dan apa kau tau itu artinya apa?"


Kejora menggeleng pelan


"itu artinya, kau lah wanita pertama yang aku sentuh. Kaulah yang menikmati keperjakaanku. Kaulah yang merasakan dahsyatnya kekuatan anaconda milikku"


"benarkah itu?"


"tentu saja. untuk apa aku berbohong? asal kau tau, jujur. Aku melakukan semua itu dulu hanya untung menghilangkan rasa cemburuku terhadapmu. papa dan mama sangat menyayangimu. Bahkan aku merasa kasih sayang mereka padamu itu melevihi kasih sayang mereka padaku"


"kak.. maafkan aku. Aku tak tahu jika dulu aku telah menyakiti kakak"


"sudahlah.. semua sudah berlalu. ternyata Mama dan papa benar. Kau wanita yang sangat baik. Aku sekarang tak heran mengapa mereka begitu menyayangimu"


"jadi semua kenakalan kakak berawal dari aku?"


"siapa bilang? aku hanya ingin berkelana dengan wanita"


"hyee.. bilang aja kakak sedang menghiburku agar tak merasa bersalahkan?"


Saga hanya menanggapinya dengan senyuman. Ia mengusap pucuk kepala Kejora lalu menciumnya sekilas.


Hal sederhana itu tentu membuat Kejora merasa terharu dan merasa di sayangi.


"Kejora" Saga memegang kedua telapak tangan Kejora, menatap lekat mata indah itu lebih dalam lagi.


"bolehkah aku melakukannya?"


Kejora diam. Ia masih tak menjawab. Kejora malu ingin mengatakan iya. Namun Saga malah beranggapan lain. Saga menganggap Kejora masih meragukan dirinya.


"Kejora, aku janji aku tak akan mengeluarkannya di dalam"


"hah? buka itu kak maksut aku"


"lalu?"


"ih.. kenapa kakak masih bertanya? aku kan malu menjawabnya"


"apa ini berarti kamu mengijinkannya?"


Kejora tersenyum tipis dan menunduk malu. Sikap malu malu yang di tunjukkan Kejora malah membuat Saga semakin bersemangat untuk secepatnya memulai permainan mereka yang sempat tertunda tadi.

__ADS_1


.


.


__ADS_2