Cinta Gadis Tak Sempurna

Cinta Gadis Tak Sempurna
Memilih Bahagia


__ADS_3

Mendapat lampu hijau dari Kejora. Saga pun tak menyia nyiakan waktu lagi. Ia langsung menindih tubuh Kejora. Mencium kembali bibir pink istrinya demi memberikan sensasi rileks sebelum memasuki inti permainan mereka.


Dan benar saja, setelah dirasa rileks, Saga langsung menuntun anaconda miliknya ke pintu rumah rahasia milik Kejora. Perlahan namun pasti, akhirnya anaconda itu telah masuk sempurna ke dalam rumah tersebut. Meski masih sempit, Saga terus mendorongnya hingga paling dalam.


ahh


Kejora sedikit merintih saat benda tumpul panjang itu telah masuk ke dalam tubuhnya. Ia hanya mencengkeram punggung Saga saat sakit itu kembali terasa.


Dengan gerakan perlahan, Saga mulai menghentakkan miliknya. Penyatuan ini benar benar nikmat, masih sama seperti pertama kali mereka melakukannya waktu itu.


Hingga semakin lama hentakan itu semakin di percepat. Bahkan saat ini, Keduanya pun sudah sangat tak tahan akan gejolak denyutan yang ada di dalam inti tubuh mereka.


Denyutan yang semakin lama semakin menggila itu akhirnya membuat Saga dan Kejora mencapai puncak permainan dan mereka pun ******* secara bersamaan.


Keduanya sama sama ngos ngosan. Nafas yang terengal dan terengah itu membuktikan bahwa betapa ganasnya permainan yang mereka lakukan barusan.


Saga terkulai lemas setelah permainan selesai. Begitupun Kejora, Ia seperti tak memiliki tenaga lagi saat ini. Bahkan hanya untuk sekedar berjalan ke kamar mandi pun ia sudah tak mampu. Pangkal kakinya terasa kaku dan nyeri. Juga Area inti miliknya terasa sangat perih.


"Kejora" Saga memiringkan tubuhnya, menatap wajah cantik yang masih di peluhi keringat di area dahinya.


"ya kak" Kejora juga mendongak, ia pun ikut menatap wajah tampan lelaki yang baru saja memberikan kenikmatan dunia untuknya.


"aku akan menjelaskan sesuatu tentang pertanyaanmu tadi"


"apa kak?"


"malam itu aku tak ingat apapun. Aku terbangun dalam keadaan polos bersama Leony"


"stop kak! aku tak mau mendengarnya" Kejora menutup telinganya.


"hey.. dengarkan aku dulu" Saga membuka tangan itu. "aku menemukan keanehan disana"


"hah? keanehan? maksut kakak?"


"aku tak menemukan cairan apapun di tempat tidur itu, termasuk cairan darah seperti kamu dulu"

__ADS_1


"lalu?"


"ya, aku curiga bahwa Leony sudah tidak perawan lagi. Kejora, apa kau tau sesuatu tentang Leony?"


"entahlah kak, aku tak tau apapun tentangnya. hmm. kenapa kakak baru cerita sekarang?"


"aku baru mengingatnya setelah pernikahan berlangsung. Yang aku pikirkan saat itu hanyalah aku takut karena Leony akan mengatakannya pada mama. Kamu tau sendiribkan mama sedang dalam pemulihan?"


"ya, aku tau. tapi kakak terlalu ceroboh. Mengiyakan begitu saja permintaan yang belum jelas kepastiannya"


"maaf.."


"apa kakak meragukan anak itu?"


"ya"


"baiklah, kita tes DNA jika kandungannya sudah membesar"


"ya, kau benar"


"aku belum pernah bercinta dengannya dalam keadaan sadar"


"maksut kakak?"


"tentu saja aku tak akan menyentuh wanita sembarangan Kejora. Aku saja masih meragukannya, bagaimana mungkin aku menidurinya? tunggu! apa kau berfikir seperti itu?"


"tentu saja! oh tidak maksutku, aku tak peduli!"


Saga hanya tersenyum dan mengecup sekilas bibir Kejora. Ia begitu senang, Ia juga yakin kalau Kejora mulai cemburu pada Leony.


Keduanya masih terbalut di dalam selimut. Mereka saling menatap. Saling tersenyum. Bahkan tangan mereka pun kini saling membelai wajah pasangan.


"terimakasih"


"untuk?"

__ADS_1


"untukmu yang sudah memberikanku kenikmatan bercinta"


blush


Pipi Kejora langsung merona. Entah mengapa ia begitu bahagia saat Saga tak membuang cairan kentalnya. Ya, Sepertinya Kejora memang sudah jatuh cinta pada kakak angkat yang sudah menjadi suaminya itu.


"kak.. boleh aku bertanya?"


"apa?"


"kak, apa setiap laki laki bisa meniduri wanita manapun tanpa rasa cinta?"


deg


Saga terdiam. Ia masih belum tahu akan menjawab apa. Karena sejatinya memanglah begitu. Tapi entah mengapa ia tak mampu mengatakanya pada Kejora


"kak.. kenapa diam?"


"Kejora, dengarkan aku. Tidak semua laki laki seperti itu. Jangan memikirkan hal hal aneh yang membuatmu sakit"


"apa itu artinya kakak termasuk salah satunya?"


Saga hanya diam. Kejora pun nampak memaksakan senyum manisnya terhadap Saga. Ia tahu, mau berharap seperti apapun juga, Saga tak mungkin mencintainya. Kejora pun tak ingin memaksakan cinta Saga.


Baginya, cukup ia yang mencintai juga tak masalah. Karena jika suatu saat mereka terpisah, Kejora tak akan merasakan sakit hati yang teramat parah seperti dulu.


Karena di hianati oleh orang yang mencintainya akan terasa beribu kali lipat sakitnya. Begitu pikir Kejora.


Jujur, Kejora sudah merasa senang saat Saga menanamkan bibit di rahim miliknya. Ia hanya berharap bahwa bibit itu akan segera tumbuh dalam rahimnya. Tak peduli jika Saga menolaknya, karena ia akan membawa dan merawat sendiri anak itu nantinya.


Sebenarnya tadi Saga ingin membuang cairan itu di luar, namun Kejora memintanya dibuang di dalam saja dengan alasan ini bukanlah masa rahimnya. Tanpa Saga tau, padahal yang terjadi sebaliknya, ini adalah masa subur Kejora.


"sudahlah, tidur yuk" Saga mendekap erat tubuh Kejora. Kejora pun ikut memeluk dan membenamkan wajahnya di dada bidang Saga. Begitu nyaman.


Kejora tak mau memikirkan apapun saat ini. Ia hanya ingin membahagiakan hatinya sendiri

__ADS_1


Hingga pada akhirnya, kedua insan itu tidur dalam posisi saling me.eluk dalam balutan selimut.


__ADS_2