
Di pagi hari yang cerah, masih sama seperti biasa, Meski terbilang sibuk, keluarga Saga selalu menyempatkan diri untuk sekedar sarapan bersama.
"bunda, bunda jadi kan anterin Saka ke sekolah?" tanya jagoan kecil dengan mulut menggembung yang di penuhi oleh makanan
"jadi dong" sahut Kejora antusias
"ke sekolah? ngapain?" tanya Saga penasaran
"ayah.. di sekolah akan ada pentas seni hari ini. Dan wali murid harus ikut menemani" jelas Saka pada sang ayah
"benarkah?"
"ya" jawab keduanya serentak
"tidak boleh!" Saga begitu lantang menentangnya hingga membua Saka dan Kejora melongo
"apa? tidak boleh? memangnya kenapa yah?" tanya Saka penasaran dengan penolakan sang ayah. Karena biasanya sang ayah akan mengiyakan semua keinginannya.
"iya kak, kenapa tidak boleh?" Kejora pun ikut penasaran
Aduh.. gimana nih? kenapa mereka berdua malah menanyakan alasannya? Aku harus jawab apa? masak aku harus jawab kalau aku tidak mengijinkannya karena aku tak ingin ada yang menatap kecantikan Kejora? Apalagi nanti juga pasti ada wali murid laki laki juga kan? Aku yakin, mereka pasti takjub dengan kecantikan istriku.
"kak.. kenapa malah diam?"
"maaf"
"jadi apa alasan ayah tidak memperbolehkan bunda ikut?"
"karena ayah lah yang akan menemanimu.." Jawab Saga dengan nada meninggi yang seolah tengah memberikan surprise.
Sementara Kejora dan Saga hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"kenapa ekspresi kalian seperti itu? apa kalian tak terkejut?" tanya Saga cengengesan
"tidak" jawab bunda dan anak serempak
"kenapa?"
"aku tau, ini pasti alasan ayah karena ayah tak mau ada orang yang menatap kecantikan bunda kan? hh.. sudah sangat hafal ayah.. ayo bund" Saka langsung mencium telapak tangan ayahnya lalu menggandeng tangan sang bunda untuk diajak berangkat
"Kak.. ingat! kau ada meeting penting pagi ini" bisik Kejora
"ayah.. sepertinya ayah harus cari trik baru lagi untuk mengelabuhi bunda" bisik Saka dengan nada meremehkan
__ADS_1
Sementara Saga, ia tak mampu berkutik lagi saat rencananya telah terbaca oleh dua orang yang paling ia sayang. Hingga mau tak mau, ia pun harus pergi ke kantor dengan hati yang sedikit cemas.
Ya, ia begitu cemburu saat ada seorang lelaki yang menatapnya kagum. Mungkin inilah yang dinamakan cinta terlalu dalam. Atau ini yang dinamakan bucin? karena Saga tak akan mampu menolak keinginan Kejora sedikitpun.
*
Malam telah tiba, Saga mengerutkan keningnya saat ia tak melihat sang putra sejak tadi sore.
"sayang.. dimana Saka?"
"ada di kamarnya"
"tumben gak ikut keluar?"
"entahlah.. sepertinya di sedang ngambek"
"kenapa?"
"teman sekolahnya itu sudah banyak yang punya adik atau kakak. Nah tadi ada satu sesi dimana mereka harus mencurahkan isi hatinya untuk saudara mereka"
"oh.. jadi Saka ngambek karena belum memiliki adik?"
"mungkin saja"
"baiklah aku akan berbicara padanya"
"sayang.. kau ingatkan apa kata ayah tadi?" tanya Saga
"ingat ayah" sahut Saka sembari terus mengunyah makanannya
"ingat apa sih kak? memangnya kakak memberikan penjelasan apa pada Saka?" tanya Kejora penasaran.
Tanpa menjawab pertanyaan istrinya, Saga pun langsung membopong tubuh Kejora ala brydal style dan membawanya masuk kedalam kamar
"bibik.. jagain Saka ya" teriak Saga saat menaiki tangga
"iya tuan"
Sementara Kejora, ia hanya terheran dengan sikap suaminya yang terkadang melewati batas. Namun ia begitu bahagia, Bahkan Kejora pun tak pernah membayangkan jika ia bisa hidup bahagia dengan laki laki yang mencintai dan menerima dia apa adanya.
Kejora tak menyangka jika Saga benar benar menepati janjinya. Ia benar benar menjaga dan menyayangi istri dan anaknya sepenuh hati. Tak sia sia Kejora memberikan kesempatan pada suaminya itu.
"hai jagoan kecil" sapa dokter yang baru saja datang bersama dengan Hanna
__ADS_1
"hai om dokter"
"lagi apa?"
"makan"
"kok sendirian? dimana ayah sama bunda?"
"ada di dalam"
"ngapain?"
"buat adik bayi"
"hah??!" Hanna dan dokter itu terkejut saat mendengar jawaban dari bocahbkecil yang masih duduk di kelas dua sekolah dasar itu.
"maksud kamu?" Sang dokterpun mencoba mengulangi pertanyaannya untuk meminta kejelasan pada Saka
"ya gitu om.. Ayah sama Buda lagi buat adik bayi untuk aku"
"memangnya kamu tau gimana caranya buat adik?"
"gak tau om. Tapi kata ayah, buatnya harus berdua sama bunda dan gak boleh ada yang lihat"
"ayah kamu yang bilang seperti itu?"
"iya om"
dasar modus! bilang saja mau enak enak tanpa di ganggu Saka. Dasar ayah tak berakhlak!
Sementara Hanna, ia pun saling berpandangan dengan dokter itu. Keduanya nampak tersenyum dengan tingkah aneh Saga pada sang anak.
"apa kau penasaran?" bisik dokter tepat di telinga Hanna
"penasaran apa?" Hanna mencoba menormalkan ekapreainya meski saat ini ia merasa tegang berada sedekat ini dengan Dokter tampan itu
"kalau kau penasaran bagaimana cara membuat bayi, aku akan menjelaskannya padamu. oh atau kita bisa praktek saja langsung"
Mata Hanna membulat, ia langsung memukul pundak Dokter itu dengan bantal sofa lalu pergi ke dapur untuk membuatkan minum.
Sementara sang dokter malah tertawa terbahak saat melihat wajah Hanna yang sudah sangat memerah sejak tadi.
.
__ADS_1
.
...~ TAMAT ~...