
Kejora terlihat bingung dan mondar mandir kesana kemari menunggu Saga. Ia merasa hawatir jika Saga tak dapat menghadiri acara tersebut, bagaimana dengan nasib meeting siang ini? Padahal meeting ini termasuk meeting penting yang sangat di nantikan oleh banyak perusahaan karena proyek besar yang akan menantinya.
"kak Saga kemana? kenapa gak bisa di hubungi?" batin Kejora
"nona, bagaimana kalau nona saja yang mengambil alih meeting ini" ucap sang sekretaris berusaha memberi jalan keluar
"tapi aku tidak yakin"
"saya yakin dengan kemampuan anda. Nona pasti bisa"
Kejora nampak terdiam.
Sudah puluhan kali Kejora mencoba menghubungi Saga, namun puluhan kali juga panggilan itu tak pernah terhubung
Lama waktu berselang membuat Kejora pun merasa putus asa menunggu Saga. Hingga sebuah keputusan besar pun ia ambil dengan sepihak.
"baiklah, aku akan mengambil alih tugas ini"
Ya, Kejora mengambil keputusan untuk memimpin presentase meeting menggantikan Saga.
Dan hanya di temani oleh sang sekretaris, akhirnya Kejora mampu menyelesaikan meeting dengan baik. Bahkan ia mampu memenangkan tender proyek besar tersebut.
Dan setelah pulang dari kantor, Kejora pun langsung mengemasi semua pakaiannya dan pergi ke apartemen miliknya. Ia sudah memutuskan untuk tinggal disana.
Jika ditanya apakah Kejora merasa kecewa? jelas. Kejora jelas kecewa dengan sikap Saga yang seenaknya meninggalkan pekerjaan penting demi menemani kekasihnya. Bahkan sudah menjelang petang seperti ini pun Saga masih belum pulang.
Kejora menghela nafas panjang lalu melangkahkan kaki keluar dari rumah yang sudah beberapa tahun menjadi tempatnya berlidung.
*
Sementara di sudut ruang yang berbeda, Saga yang terlalu lelah langsung membaringkan tubuhnya di ranjang apartemen milik Leony.
__ADS_1
Bagaimana tidak lelah, Mulai dari pagi hingga siang Saga tak hentinya berkeliling dari satu toko ke toko yang lain. Menemani kekasihnya shopping di sebuah mall terbesar dan menuruti semua keinginan Leony membuatnya benar benar kelelahan dan mengantuk.
Saga tersentak kaget saat terbangun dan melihat jam yang ada di nakas
"whattt??! jam delapan?"
Saga langsung mencari kekasihnya itu di setiap sudut ruang apartemen. Tak ada siapapun disana. Hingga ia teringat untuk mengecek ponselnya.
Kenapa ponselku dalam keadaan mati? seingatku aku tak mematikannya?
Saga pun menyalakan ponsel. Keningnya mengerut kala ia melihat satu notif pesan yang dikirim oleh Leony ke ponselnya sejak jam lima sore tadi
📩 sayang, aku berangkat sekarang ya.. Maaf aku tak membangunkanmu, tadi kau terlihat sangat kelelahan.
Saga mengabaikan pesan itu, ia lebih tertarik saat melihat notif dua puluh tiga panggilan tak terjawab dari Kejora.
Entah mengapa hanya dengan melihat ponsel yang di penuhi nama Kejora malah membuatnya merasa senang.
"kenapa tidak diangkat?" Saga berulang kali menelfon Kejora kembali, namun tetap tak ada jawaban disana.
Saga mulai penasaran dan semakin deg degan setelah membuka lemari pakaian Kejora yang ternyata sudah tidak ada apapun di dalamnya.
Tanpa pikir panjang, Saga langsung menuju ke apartemen Kejora. Ia yakin Kejora pasti ada disana.
"aku harus berterimakasih pada Kejora. Karena dia, perusahaan bisa memenangkan tender besar. Ternyata papa memang benar, Kejora anak yang pintar. Tapi entah kenapa dulu aku selalu meragukan kemampuannya" batin Saga tersenyum miris saat mengingat kekejaman dirinya dulu terhadap kehadiran Kejora di tengah tengah keluarga mereka.
Ya, ruapanya srkretaris itu sempat mengirimkan pesani pada Saga bahwa Kejora lah yang berhasil memenangkan proyek besar itu.
Setelah sampai di apartemen, Kejora tak juga membuka pintu nya. Saga yakin bahwa istrinya itu ada di dalam.
Akhirnya Saga ke resepsionis untuk meminta bantuan pada pihak pengelola apartemen agar membuka pintu apartemen Kejora.
__ADS_1
Dan saat pintu terbuka, Saga begitu terkejut kala melihat kondisi ruang yang berantakan. Ia pun langsung masuk ke dalam dan membuuka pintu kamar Utama.
Deg
"Kejora"
Saga segera berlari mendekati gadis cantik itu. Ia langsung memeluk erat tubuh kecil yang saat ini meringkuk di bawah ranjang. Namun yang membuat Saga menatap lebih miris lagi adalah dimana kondisi pakaian Kejora yang dalam keadaan mengenaskan. Ya, Pakaian itu memang terrlihat sangat mengenaskan karena pakaian itu sudah robek di beberapa bagian.
"Kejora, apa yang terjadi?"
Saga terus memeluk kecil tubuh Kejora. Ia berusaha menenangkan istrinya yang terlihat tak baik baik saja.
Bukannya menjawab, Kejora malah semakin terisak dalam pelukan Saga. Bahkan saat ini pun, Kejora malah ikut memeluk erat, lebih erat dari pelukani saga kepadanya.
Karena melihat Kejora yang masih sangat terluka, Saga pun mengurungkan niatnya untuk bertanya apa yang terjadi. Biarlah ia bertanya nanti setelah Kejora sudah tenang.
Saga mengangkat tubuh Kejora dan membaringkannya di atas ranjang. Ia tahu jika Kejora tak bisa berdiri ataupun berjalan karena saat ini Kejora tak menggunakan sepatu sambungnya.
Saat meletakkan tubuh itu, tak sengaja rok yang di kenakan Kejora sedikit terlipat keatas hingga menunjukkan dengan jelas kaki putih Kejora.
deg
Jantung Saga seolah tertusuk ribuan jarum kala ia melihat dengan jelas bagaimana bentuk kaki Kejora. Dimana bentuk kedua kaki yang tidak sama panjang itu terlihat memar di bagian paha. Saga yakin, memar tersebut adalah memar yang di timbulkan karena sering memakai sepatu sambung.
Selama ini Saga tak pernah berfikir tentang penderitaan Kejora yang harus menjalani hidup dengan kondisi kaki yang berbeda.
Ia malah memusuhi Kejora karena kebencian dan rasa cemburu terhadap kasih sayang orang tuanya yang diberikan pada gadis itu.
Kejora, maafkan aku.
Tanpa terasa air mata Saga menetes begitu saja membasahi pipinya. Ini untuk pertama kalinya ia menangis karena merasa bersalah pada seseorang.
__ADS_1
.
.