
"Kejora, aku minta maaf, aku tidak bermaksut merendahkanmu. Aku, mm... Aku hanya tidak suka kau di peluk oleh mantanmu itu" Saga hanya mampu melanjutkan kalimatnya dalam hati.
"Kau kenapa kak? takut aku marah?"
"ya.. aku tak bermaksut seperti itu tadi"
"gak papa kak.. kakak bener, aku memang wanita murahan! aku ini memang wanita rendah yang mau maunya di peluk oleh calon suami orang. Bahkan saking murahannya, aku sampai rela menikah dengan kekasih adikku"
deg
Saga pikir Kejora benar benar tak masalah dengan ucapannya tadi. Tapi nyatanya, ucapan dirinya malah semakin menambah luka untuk Kejora.
Saga tak berkutik. Ia seolah mendapatkan boomerang dari icapannya sendiri. Niat hati ingin sekali meminta maaf dengan Kejora, namun apalah daya? Dengan sikap manis Kejora, ia malah merasa semakin bersalah.
Bagi Saga, Lebih baik Kejora bersikap marah atau bahkan memukulnya dari pada Kejora bersikap baik tapi arah pembicaraannya malah merendahkan dirinya sendiri.
"Kejora.."
"oh ya, karena kakak sudah ada disini, aku pamit pulang ya" Kejora pun bangkit dari sofa dan mengambil tas kecilnya lalu keluar dari ruangan itu tanpa menghiraukan wajah Saga yang terlihat marah.
"Kenapa malah pulang? aku kesini ingin menemaninya. Aku hawatir dengannya. Tapi apa balasannya? dasar istri durhaka!" Saga mengomel dalam hati
Ia segera menghubungi salah satu pembantunya untuk segera datang ke rumah sakit dan menggantikannya menjaga sang mama.
Setelah penjaga itu sampai, Saga langsung melajukan mobilnya pulang ke rumah.
"apa Kejora sudah pulang?"
"iya tuan, nona sudah pulang sejak tadi"
Saga hanya mengangguk dan lari masuk ke dalam. Jujur, ia sangat takut Kejora kenapa kenapa. Karena tadi saat pulang dari rumah sakit, Saga melihat Kejora nampak lesu dan tak bertenaga sama sekali.
*
Pagi harinya, Saga dan Kejora sama sama menikmati hidangan pagi dalam diam. Henong. Hanya ada suara dentingan sendok dan piring yang menghiasi suasana pagi. Tak ada yang memulai pembicaraan lebih dulu hingga sebuah suara dari arah luar mampu menciptakan ketegangan antara Saga dan Kejora.
"sayang.."
"Leony?"
Leony langsung mencium pipi kanan Saga kemudian ikut bergabung duduk di sebelahnya.
Saga membeku, ia tak dapat berkutik. Biasanya Saga akan memanjakan Leony dengan sentuhan lembut di pipi atau di dahi kekasihnya itu.
Namun entah mengapa ia tak seberani itu melakukannya di depan Kejora. Padahal kejora sendiri yang mengatakan tak akan mengganggu hubungannya dengan Leony? Harusnya Saga tak perlu merasa sungkan dengan Kejora kan?
__ADS_1
"sayang.. kenapa wajahmu tegang seperti itu? apa kau tak suka aku datang kesini?"
"tidak. bukan begitu, aku hanya terkejut dengan kedatanganmu sepagi ini. Bukankah kau akan pergi ke luar negeri lagi?"
"ah itu.. aku berangkat sore sayang.. jadi masih ada waktu untuk kita berdua"
"tapi aku harus bekerja hari ini. Aku tak bisa menemanimu"
"ih.. sayang, ayolah.. sekali ini saja"
"tapi aku ada meeting penting siang nanti"
"siang kan? jadi bisa dong paginya buat aku? ya sayang? please???"
"baiklah, aku akan menemanimu pagi ini"
"hore... terimakasih sayang" Leony memeluk tubuh Saga dari samping.
Sementara Saga hanya diam. Namun pandangannya tak lepas dari sosok perempuann cantik yang sejak tadi sibuk mengunyah makanan.
Ya, Saga heran mengapa Kejora tak bergeminig sedikitpun? bahkan seolah olah bia tak melihat apapun di depannya.
Ternyata dia benar benar menepati janjinya untuk tak mengganuggu hubunganuku dengan Leony. baguslah..
Kejora yang hendak bangun dari tempat duduknya pun seketika berhenti.
"kenapa kau masih tinggal disini?" lanjut Leony
"apa maksutmu?" Bukan kejora yang menjawab melainkan Saga.
"sayang.. kallian inii bukan saudara kandung. kalian hanya saudara angkat. Tidak sepantasnya kan kalian tinggal dalam satu atap?"
"memangnya kenapa kalau kami tinggal satu atap?" tanya Saga
"ini tidak baik sayang.. setan bisa kapan saja menggoda manusia. Aku takut kalian hilaf"
"apa kau sedang menuduh kami ada main di belakangmu?"
"tidak.. aku hanya merasa cemburu kau tinggal satu atap dengan seorang wanita. Meskipun itu adalah kakak ku sendiri"
"Leony, kau jangan berfikir macam macam. kami tidak mungkin menghianati mu"
"kalau begitu, aku akan ikut tinggal disini bersama kalian. Bagaimana?"
"tidak mungkin! kita belum menikah! mana mungkin kita bisa tinggal dalam satu atap?"
__ADS_1
"kalau begitu nikahi aku?"
deg
Jantung Saga berhenti berdetak. Ia seakan membeku dengan tuntutan sang kekasih. Bagaimana mungkin ia menikah dengani dua wanita sekaligus?
"stop!" Kejora menghentikan perdebatan sepasang kekasih itu.
"jangan hawatir, aku yang akan pergi dari rumah ini" Sambung Kejora sembari berlalu meninggalkan dua sejoli yang diam mematung dengan pikiran masing masing.
"kak, Jangan lupa meeting penting nanti siang" Kejora kembali mengingatkan Saga akan pentingnya meeting nanti siang. Karena ini menyangkut proyek besar yang akan menguntungkan perusahaan mereka.
Ya, Kejora memang ikut bekerja di perusahaan Saga. Bahkan ia pun memiliki kekuasaan yang sama dengan Saga.
Dan Kejora pun sengaja mengingatkan Saga karena ia tahu, jika sudah bersama Leony, Saga tak akan bisa berkutik. Dan Kejora pun tahu, Saga tak akan bisa menolak keinginan kekasihnya itu.
"Leony, mengapa kau bersikap seperti ini?"
"memangnya kenapa? wajarkan kalau aku cemburu"
"apa? cemburu? kau gila, dia itu adikku"
"adik angkat! apa kau lupa?"
"tapi perkataanmu barusan pasti menyakiti Kejora"
"aku tidak peduli! aku hanya ingin menjaga kekasihku"
"apa yang perlu dijaga sih?"
"hatimu"
"memangnya kenapa dengan hatiku?
"kita tidak pernah tau bagaimana hhati akan berlabuh sayang... aku takut dengan seringnya kau bersama dengan dia akan menimbulkan kenyamanan dan bahkan menimbulkan perasaan diantara kalian. Buktinya sekarang dirimu berdikap baik padanya. Padahal aku tau, dulu itu kau sangat membenci Kejora. iya kan? Apalagi sekarang, dia itu baru putus dengan kak Kenzo. Tidak menutup kemungkinan untuk dia menggoda mu kan?"
"tutup mulutmu! Kejora itu wanita baik baik"
"semoga saja"
"aku tidak mau berdebat denganmu, aku tunggu di mobil" Saga langsung keluar tanpa menghiraukan Leony yang masih jengkel dengan sikapnya barusan.
.
.
__ADS_1