Cinta Gadis Tak Sempurna

Cinta Gadis Tak Sempurna
Mengintai


__ADS_3

Setelah sampai di kota S. Saga langsung mendatangi rumah lama Kejora. Sepi. Tak ada tanda tanda kehidupan di rumah itu.


Hingga ia bertanya pada beberapa tetangga disana. Yang lebih mengejutkan saga adalah saat semua tetangga mengatakan sudah lama tak ada yang menghuni rumah tersebut.


Dan disitulah Saga mulai merasa resah. Ia pun kembali melihat ponselnya dan melihat dimana posisi terakhir Kejora berada.


Bodohnya Saga yang saat itu malah lupa tidak mengecek stasiun tentang kemana jurusan kereta pagi itu. Dengan percaya dirinya Saga mengira Kejora akan krmvali ke rumah Bundanya dulu.


Saga segera kembali ke kota J dan langsung menuju ke stasiun. Ia begitu terkejut saat mengetahui kereta itu bertujuan ke kota B.


Kota B? Mau apa Kejora kesana? dia kan tidak memiliki siapa siapa dikota itu? Bagaimana kalau terjadi sesuatu pada Kejora?


Sejak saat itu, Saga mengutus orang orangnya untuk terus menyusuri kota B dan mencari keberadaan istrinya tersebut. Namun sayangnya, Saga tak kunjung menemukan Kejora.


Dan benar saja. Sudah beberapa bulan ini, Saga tak bisa menemukan keberadaan Kejora. Selain tempat persembunyian yang tak terduga, perlindungan dari Nata dan Dante pun sangat berpengaruh untuk Kejora.


Bagaimana tidak, saat orang suruhan Saga hampir menemukan keberadaan Kejora, Orang orang Dante sudah lebih dulu pintar untuk melindungi dan kembyali menyembunyikan Kejora. Hingga sampai saat ini pun mereka tak juga bisa menemukan dimana Kejora.


Beberapa bulan tanpa hadirnya Kejora tentu membawa pengaruh tersendiri untuk Saga. Jika dulu dia sangat bersemangat dalam menjalani aktifitas, namun tidak untuk saat ini. Saga begitu malas dalam melakukan apapun.


"sayang.. aku pergi dulu ya" ucap Leony sembari melewati tubuh Saga yang berdiam diri di sofa


"mau kemana kamu?" sahut Saga datar


Leony diam mematung di tempatnya. Pasalnya ini barulah pertama kali Saga menjawab ucapannya. Karena biasanya, Saga hanya akan diam saat Leony berpamitan.


"aku.. aku mau arisan seperti biasa" jawab Leony dengan sedikit gugup


"perutmu itu sudah sangat besar. apa kau tak bisa berhenti dulu dari acara arisanmu itu?"


"berhenti kau bilang? lalu aku harus apa di rumah? apa aku harus menunggumu bengong seperti tadi? apa kau tau? kau itu terlalu menyesali kepergian wanita cacat itu! sejak ada dia, Kau tak pernah lagi melihatku! kau selalu mengabaikanku! Yang ada di pikiranmu itu hanyalah Kejora! Kejora! dan Kejora! aahhh..!! aku muak dengan wanita itu" Leony benar benar meluapkan semua emosinya yang terpendam.

__ADS_1


Sementara Saga, ia hanya menatap datar tanpa ekspresi apapun.


"pergilah! jangan pulang terlalu malam" Setelah mengucapkan itu, Saga pun berlalu masuk ke dalam kamar meninggalkan Leony yang geram dengan seluruh tingkah Suaminya itu. Saga lantas mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.


Sementara Leony masih dalam suasana hati yang menyala. Bagaimana tidak marah! saat ia sedang marah dan berbicara panjang lebar meluapkan emosinya, sang suami justru mengabaikannya begitu saja. Akhirnya Leony pun memilih tetap pergi.


Ia sengaja mengendarai mobil sendiri karena perutnya yang sudah sangat besar. Namun entah mengapa Leony juga tak mau diantarkan oleh supir dan lebih memilih naik taxi online saja.


Tak berapa lama kemudian, sampailah Leony di sebuah apartemen mewah yang tak jauh dari perusahaan suaminya. Ia pun langsung masuk ke dalam sebuah kamar tanpa harus menekan bel masuk, karena ia memang sudah memiliki kunci pintu tersebut.


"sayang" sapa seorang laki laki yang begitu terkejut dengan kedatangannya


"surprise" Leony langsung memeluk tubuh kekar yang tak tetutup oleh baju


Laki laki itupun hanya tersenyum kaku sembari mengelus tangan Leony dengan mesra dan penuh kelembutan. Terlihat beberapa kali ia menarik nafas lega.


Untunglah pas kamu datang dia sudah pergi. batin lelaki itu


"sayang.. kenapa kau berkeringat sekali? kau itu habis ngapain?" tanya Leony penasaran


"oh.."


"dan kau? tumben sekali kau kesini tak bilang bilang dulu? bukankah aku bisa menjemputmu?"


"aku sesang suntuk dengannya. Kerjaannya setiap hari hanyalah bengong dan bengong. Benar benar membuatku muak sayang"


"hey.. jangan cemberut seperti itu. Wajah cantikmu akan hilang jika kau manyun seperti itu" ucap laki laki bertubuh kekar itu sambil mengecup sekilas bibir Leony.


"sayang.. jangan kau pikir suami tak berguna itu. Sekarang, aku akan membuatmu merasakan kesenangan yang tak pernah di berikan oleh suamimu itu" sambung laki laki bernama Roland yang tak lain adalah manager dari Leony waktu ia masih menjalani pemotretan dulu


"benarkah?"

__ADS_1


"tentu saja, aku juga ingin sekali menengok anakku" bisik Roland sembari menjilat telinga Leony.


"aacchhh" satu desa**n keluar begitu saja dari bibir Leony


Leony memang sangat menyukai permainan ranjang dari Roland, karena menurutnya, Roland sangat mampu memuaskan seorang wanita dalam hal bercinta.


Akhirnya olahraga pagi antara Roland dan Leony pun berlangsung dengan begitu panas dan seru.


*


Sementara di luar pintu, ada dua sosok lelaki bertubuh tinggi besar dan berpakaian hitam sedang berdiskusi berdua.


"apa kita buka saja sekarang?" ucap si cowok A


"jangan dulu! kau itu gimana sih! kasian mereka, pasti mereka sedang bermain kuda kudaan. Masak baru mau menunggang kuda kita paksa berhenti sih! apa kau tidak tau, hal itu bisa membuat pusaka kita terasa sangat nyeri loh!" jawab si cowok B


"dasar dudul! mana aku tau, aku belum pernah mencobanya"


"ah! kau itu cupu sekali. Pekerjaan aja detektif bayaran yang handal. Tapi pengalaman masih nol. makanya sekali kali kalau aku sedang ke club itu ikut! jangan cuma mandangin anak majikan kita terus"


"kau itu benar benar peak! anak majikan kita itu masih balita. Dia itu suka minta di gendong denganku. mana mungkin aku bisa menolaknya"


"nikmati saja saat kau jadi babysiternya, siapa tau nanti kalau besar bisa dijadiin istri"


"semprul kamu! keburu jadi perjaka tua aku"


"wkwkwkwk.." Si B malah tertawa saat mengingat nasib kawannya itu yang selalu di intili kemanapun oleh anak perempuan dari sang majikan.


Dan lebih menggelikan lagi, anak perempuan majikannya itu masih berumur satu tahun.


Sungguh miris sekali nasib si A, diumur yang ke dua puluh tahun belum pernah merasakan yang namanya pacaran. Dia hanya sibuk menuntaskan kasus dan momong baby.

__ADS_1


.


.


__ADS_2