
Dua bulan kemudian
Sudah dua bulan berlalu. Semenjak Kejadian itu, Saga tak pernah lagi menghubungi Kejora. Jangankan menelfon, mengirim pesan saja tak pernah di lakukan.
Saat terbangun, tiba tiba saja jantung Kejora terasa berdegup kencang. Pikirannya tertuju pada sosok mama yang tengah terbaring koma.
Tanpa pikir panjang, Ia pun langsung mengemasi beberapa pakaian yang ia taruh di koper kecil. Ia ingin sekali menjenguk sang mama. Selain itu, ia juga ingin tau bagaimana keadaan Saga sang suami yang mengabaikannya selama dua bulan ini.
Saat sampai di rumah sakit, Kejora membelalakkan matanya saat perawat mengatakan bahwa Mama Rossa sudah sadar dan pulang ke rumah.
Mama sudah sadar? kenapa kak Saga tak memberitahuku?
Kejora langsung menuju ke rumah. Ia ingin sekali meminta penjelasan pada Saga. Penjelasan akan semuanya.
Saat Sampai di pintu gerbang, ia menghentikan langkahnya kala melihat ada beberapa mobil yang terparkir. suasana yang sedikit ramai membuat Kejora semakin penasaran untuk lebih masuk ke dalam.
Dan setelah ia sampai di dalam, Kejora membeku di tempatny berdiri. Kakinya mendadak lemas dan seolah tak mampu lagi berpijak pada bumi.
Deg
Jantung Kejora seolah berhenti berdetak kala ia melihat pemandangan yang ada di depannya. Sebuah pemandangan yang pastinya membuat hatinya terasa sesak.
Ternyata ada sebuah acara pernikahan yang sedang terlaksana di dalam sana. Kejora terus menatap pada dua orang mempelai yang terlihat sangat serasi dan tengah duduk di depan penghulu.
sah
sah
sah
Hanya suara itu yang terngiang di kepala. Itu menandakan bahwa Suaminya telah memiliki istri baru. Dan lebih menyakitkan lagi, madunya adalah adik nya sendiri.
Kejora
Saga membelalakkan matanya saat melihat Kejora sudah di ambang pintu. Ia tak tahu harus mengatakan apa. Yang pasti saat ini, ia hanya bisa menjalani alur cerita hidupnya.
"Kejora, aku akan menjelaskan semuanya. tunggulah di kamarmu"
Kejora pun hanya bisa menuruti perintah Saga. Percuma ia berdebat disini, Karena itu semua hanya akan mempermalukan dirinya sendiri.
Hampir satu jam ia menunggu, akhirnya Saga pun masuk ke dalam kamar Kejora. Diam. Tak ada pembicaraan di lima belas menit pertama. Hingga Kejora pun mulai jengah dan mulai pembicaraan.
"apa kakak hanya ingin diam?"
Saga menghela nafas panjang lalu menghembuskannya perlahan.
"Sepertinya aku tak perlu bicara panjang lebar. Kamu sudah melihatnya sendiri kan bahwa aku baru saja menikahi Leony. Dia sedang hamil"
Jeduarr!!
__ADS_1
bagai tersambar petir di siang bolong. Kejora masih tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.
Deg
Ternyata jantung Kejora terasa lebih sesak saat mendengarkan langsung dari mulut Saga tentang pengakuannya yang telah menghamili Leony. Namun sebisa mungkin ia mencoba terlihat tenang di hadapan Saga.
Kejora masih diam. Ia tak tau harus berkomentar apa tentang semua ini.
"Aku yakin kau tak akan marah. Karena memang sejak awal, kau sendiri yang menginginkan pernikahan ini. Kau sendiri yang mengatakan tak akan mengganggu hubunganku dengan Leony. benar kan?"
Kejora memejamkan mata. Ia tak mampu lagi menyembunyikan rasa sesaknya. Hingga kini air matanya pun lolos begitu saja. Namun sebelum Saga melihatnya, Kejora langsung menghapus air mata itu dengan cepat.
"aku tau kau dan Leony memang pasangan. Dan aku juga tak punya hak untuk melarang kalian menikah. Tapi mengapa kalian tidak memberitahukanku sejak awal?"
"pernikahan ini mendadak"
"maksutnya?"
"Leony sudah hamil dua bulan"
"hah?! dua bulan? bukankah waktu itu kakak__"
"ya, setelah melakukannya denganmu. Aku melakukannya dengan Leony"
Kejora mengerutkan keningnya. Ia sangat bingung dengan semua penjelasan Saga yang menurutnya tidaklah jelas sama sekali.
"Waktu aku meninggalkan Leony begiru saja di Perancis, dia ikut menyusulku pulang satu hari setelahnya. Tanpa sengaja, dia mendengar pembicaraan para pelayan dan pengawal tentang pernikahan kita. Dia sangat marah dan menelfonku untuk cepat kembali. Jika tidak, ia akan melakukan aksi bunuh diri di rumah ini"
"ya, pagi itu aku pergi meninggalkanmu tanpa penjelasan"
"tapi kenapa kak? kenapa kakak tidak menjelaskan padaku waktu itu? kenapa kakak malah meninggalkanku begitu saja?"
"hh.." Saga tersenyum sinis
"apa kau lupa apa yang kau lakukan pagi itu?"
Kejora terdiam sembari mengingat apa yang ia lakukan waktu itu.
"apa kau masih tak mengingatnya? baiklah, aku akan jelaskan padamu. Kau ingat kan pagi itu kau dengan asiknya berpelukan di tempat umum dengan laki laki itu"
"aku tidak berpelukan kak"
"jangan mengelak! nyatanya memang seperti itu"
"tapi__"
"ah sudahlah! aku tak ingin berdebat denganmu"
Saga hendak keluar, namun tangannya langsung dicekal oleh Kejora hingga ia pun berhenti
__ADS_1
"dimana mama?"
deg
Saga langsung menunduk saat itu juga.
"kak.. dimana mama? kata pihak rumah sakit, mama sudah sadar dan pulang. Tapi aku gak lihat mama"
"mama sudah sadar saru bulan yang lalu"
"apa? satu bulan lalu? kenapa kakak tak memberitahukanku?"
"awalnya mama tak mengingatmu. Namun hanya beberapa hari saja. Setelahnya, mama memang menanyakanmu. Aku binging harus menjawab apa. Mama mengingat pernikahan kita. Tapi disatu sisi, aku harus menikahi Leony yang sudah hamil. Disitulah mama tak sengaja mendengarkan pembicaraanku dengan Leony. Mama syok dan terkena serangan jantung"
"serangan jantung? lantas dimana mama sekarang kak?" Kejora mulai menangis
"mama.. mama sudah meninggal saat itu juga"
tes
Hanya linangan air mata yang mampu Kejora ungkapkan untuk mewakili perasaan hatinya saat ini. Betapa hati dan perasaan kejora tak terluka? Dua keping kehancuran telah ia dapatkan dalam satu hari.
tok
tok
tok
Suara ketukan pintu terdengar, Saga pun membuka pintu kamar itu. Ternyata di luar sudah ada Leony yang masih mengenakan pakaian kebaya pengantin.
Leony menggandeng Saga keluar dari kamar itu. sga pun berjalan lebih dulu meninggalkan Leony dan Kejora.
"Kejora.." Leony nampak mendekati kakaknya yang masih menangis tanpa berniat melihatnya sedikitpun. Hal itu tentu membuat Leony jadi muak dan marah
"aku kasih kamu saran ya, karena mama sudah tidak ada, lebih baik, kamu mundur dan menyerah. Karena kamu akan tambah sakit hati saat Saga lebih memilih aku dari pada kamu"
Kejora masih diam.
Leony pun bertambah geram dengan sikap tenang saat menghadapi masalah yang di lakukan oleh kakaknya itu.
*Aku akan membuat kau sakit sampai ke ulu hati Kejora!
Aku benci kamu!
Aku akan gunakan anak ini untuk mengikat Suami kita!
Aku tidak peduli jika kamulah yang menjadi istri sahnya dan aku hanya menjadi istri sirinya. Aku akan menjadi satu satunya ratu di hidup Saga.
Aku sangat membencimu Kejora!
__ADS_1
Kau yang sudah menghancurkan kebahagiaan ku, ayah, dan ibuku
Kaulah penyebab semuanya*!