
"Kejora"
"kak saga"
Sepasang suami istri yang terpisah selama beberapa bulan itu nampak saling memandang. Tatapan penuh haru dan rindu terlihat jelas dari pancaran mata keduanya.
Saga mendekat ke brankar tempat Kejora berbaring. Ia langsung menggenggam dengan lembut telapak tangan Kejora. Mencium tangan istrinya itu penuh dengan rasa penyesalan.
"kak Saga? kenapa kakak bisa ada disini?" tanya Kejora lirih
"cintamu yang menuntun langkahku hingga aku menemukanmu.. sayang.." jawab Saga sembari mengecup lembut dahi Kejora
Hal itu tentu membuat hati Kejora meleleh. Mendengar kata kata manis yang keluar dari bibir Saga di tengah tengah rasa sakit karena kontraksi justru sukses membuat Kejora semakin bersemangat untuk segera melahirkan buah hati mereka.
jujur, sejak awal pernikahannya dengan Saga, Kejora tak pernah membenci Saga. Rasa cinta yang timbul karena terbiasa bersama itu lebih besar dari rasa sakit karena melihat Saga bersama kekasihnya.
Hingga Kejora memutuskan ingin memiliki keturunan dari Saga. Setidaknya jika ia tak bisa mendapatkan cinta suaminya, ia bisa mendapatkan cinta dari anaknya. Baginya, itu sudah lebih dari cukup.
"aw" Kejora merintih kesakitan saat perutnya terus menerus menfalami kontraksi. Para dokterpun sudah bersiap untuk membantu persalinan Kejora.
Ya Allah.. lancarkanlah proses persalinanku.
Ijinkanlah aku menjadi seorang ibu.
Dan berikanlah aku anak yang sempurna agar kak saga tidak merasa kecewa ya Allah..
Kejora terus berdoa di tengah perjuangannya. Ia tak memikirkan apapun saat ini. Yang ia pikirkan hanyalah melahirkan bayinya dengan selamat. Soal hubungannya dengan Saga, ia akan bicarakan setelah anak ini lahir.
Sementara Saga, ia terus menggenggam dan memberikan kekuatan untuk istrinya tersebut. Bahkan Saga pun sesekali ikut meringis kesakitan kala melihat bagaimana proses melahirkan seorang bayi.
Bagi Saga ini sangat luar biasa. Perjuangan yang tiada lawannya. Dan karena melihat ini, Saga jadi teringat akan mendiang sang mama. Saga merasa tak bisa membahagiakan dan membanggakan orang tuanya.
Dan mulai detik ini juga, Saga berjanji akan mengabulkan permintaan terakhir mamanya. Ia akan menjaga Kejora segenap jiwa dan raganya. Ia akan mencintai istri dan anaknya sesuai pesan sang mama.
ooeeeee..
Dan beberapa menit kemudian, Kejora berhasil melahirkan bayinya dengan selamat. Sang perawat pun segera membersihkan bayi itu dan memakaiakan baju untuknya.
"selamat ya pak, bayinya laki laki. Sehat dan tampan. berat badannya 3,4 kg dan tingginya 50 cm. silahkan di adzani dulu" ucap sang perawat sembari menyerahkan bayi itu ke gendongan Saga.
Sedangkan Saga, entah apa yang ia rasakan saat ini. Hatinya mendadak terharu dan ngilu. Bahagia yang ia rasakan karena ia berhasil menjadi seorang ayah, pastilah menjadi kebanggaan tersendiri untuknya.
Bahkan Saga meneteskan air matanya saat mendekap buah hatinya yang begitu tampan. Persis sekali dengan wajah tampannya ini.
__ADS_1
Sementara Kejora, ia malah menangis dalam diam. Ia menatap kosong ke depan saat tubuhnya dibersihkan oleh beberapa perawat.
"ibu Kejora, mengapa ibu malah bersedih? ibu harusnya senang bisa melahirkan bayi laki laki yang sangat tampan dengan selamat"
Kejora mengalihkan pandangannya ke perawat yang baru saja berbicara padanya
"sus.. bagaimana keadaan fisik anak saya? dia sempurna kan sus? dia tidak cacat seperti saya kan? dia sempurna seperti ayahnya kan? jawab sus? iya kan?"
"iya bu.. bayi ibu sangat sempurna. Ibu tidak usah hawatir" Perawat itu menjawab dengan senyum ramah dan mengusap lembut tangan Kejora. Ia seolah tahu apa yang ditakutkan oleh seoeang ibu yang baru saja melahirkan anaknya tersebut.
Tak berapa lama kemudian, setelah selesai mengadzani anaknya. Saga mendekati Istrinya yang sudah memberikan kesempurnaan untuk hidupnya itu.
"Kejora" Saga mendekatkan putranya ke dekapan Kejora.
"kak.." Kejora menatap Saga dengan tatapan tak percaya dan terkejut
"iya.. itu anak kita. Lihatlah putra kita sangat tampan"
alhamdulillah.. terimakasih ya Allah.. engkau telah mengabulkan doaku.
Kejora hanya mengangguk dan tersenyum. Ia terus mengecup pipi dan dahi gembul bayi mungil itu.
*
Dua hari kemudian
"kak Saga? kenapa kakak tak mengetuk pintu dulu? Keluarlah. Setelah aku selesai menyusui, kakak boleh masuk"
"ah ya, maaf" Saga pun langsung menutup pintu dan menunggunya di luar pintu
"Saga? kenapa kau menunggu di depan pintu?" tanya Nata penasaran
"Tante, kau mengagetkanku saja"
"hee.. maaf, lagian ngapain gak langsung masuk?"
"gak di bolehin sama Kejora tan"
"kenapa?"
"entahlah! aku juga bingung, padahal aku ini suaminya"
"suami? suami macam apa yang membiarkan istrinya pergi sampai berbulan bulan tanpa mencarinya"
__ADS_1
"aku selalu mencarinya ya. Dasar tante dan suami tante aja yang tega menyembunyikannya dariku"
"kami sebenarnya ingin memberitahumu. Tapi kejora yang meminta kami untuk tetap diam"
"entahlah.. aku juga tak mengerti apa maunya"
"aku tahu" sahut Nata dengan yakin
"apa tan?"
"kamu nanya? kamu bertanya tanya?"
"hah?? sejak kapan tanteku yang imut ini suka mengikuti trending tiktok?"
"hehe.. sejak hamil" Nata menggaruk tengkuknyavyang tidak gatal
"whatt??? tante hamil lagi?"
"yups"
"ampun... anak tante kan baru setahun?"
"lalu harus gimana dong? Aku kebobolan" Nata meringis memperlihatkan deretan gigi putihnya.
"itu bukan kebobolan tan..tapi emang om Dante aja yang rakus"
"ishh.. kau itu. kayak gak pernah jadi pengantin baru saja" Nata menepuk pundak Saga sedikit keras hingga membuat Saga sedikit merasa kesakitan
"pengantin baru dari mananya? tante itu udah pengantin kadaluarsa"
"apa kau bilang? awas saja ya, kalau Kejora sampai menolakmu, aku tak akan pernah membantumu"
Setelah mengatakan itu, Nata berlalu dari hadapan Saga. Namun baru beberapa langkah berjalan, Nata lentas membalikkan badannya menatap Saga
"kau ingin tahu kan apa yang diinginkan Kejora?"
Saga mengangguk mantap dan sangat antusias
"setelah anak kalian lahir, dia akan mengajukan perceraian kalian ke pengadilan agama" bisik Nata tepat di telinga Saga kemudian berjalan cepat meninggalkan Saga yang mematung
Sementara Saga, ia melotot sempurna saat mendengarkan bisikan dari tante nya tersebut. Entah mengapa hatinya mendadak gelisah. Saga takut jika apa yang dikatakan Nata adalah sebuah kebenaran. Karena Saga paling tau kalau tantenya itu selalu bereaksi sama antara bohong dan jujurg
Tanpa pikir panjang, Sag pun langsung masuk ke dalam kamar itu lagi. Dan__
__ADS_1
.
.