
Saga melenguh dan menggeliatkan tubuhnya yang terasa kaku dan pegal. Ia terbangun tepat di jam delapan pagi. Saat terbangun, ia tak mendapati Kejora di sisinya.
Saga tersenyum sendiri saat mengingat kejadian semalam. Ia begitu menikmati saat mengambil keperawanan milik kejora. Tak bisa di pungkiri, Hatinya begitu bahagia saat mendapatkan istri yang belum pernah di sentuh oleh siapapun.
Saga memutuskan untuk terus melanjutkan hubungan ini. Karena ia sudah memilih tubuh Kejora sebagai pelampiasan hasratnya. Maka tak ada seorangpun yang bisa menyentuh kejora selain dirinya.
Saga pun bergegas mandi dan keluar. Ia duduk di meja makan. Ia tersenyum saat mendapati beberapa menu makanan yang sudah tertata rapi diatas meja.
Saga pun langsung mengambil makanan dengan menu favoritnya. Orek tempe dan Ayam goreng.
ternyata Kejora selalu mengingat makanan kesukaanku. Entah mengapa aku sangat menyukai rasa masakannya.
Saga menunggu Kejora hampir dua jam, namun yang di tunggu pun tak kunjung tiba. Saga mencoba menghubungi Kejora, namun Kejora malah meninggalkan ponselnya di rumah.
Dimana dia? apa mungkin sedang jogging? tapi ini kan sudah siang? kenapa belum juga pulang?
Akhirnya Saga memutuskan untuk keluar dan berjalan santai sambil mencari Kejora.
*
Sementara itu, Kejora terus mencoba menghilangkan rasa kecewanya karena kejadian semalam. Ia memilih menghibur diri dengan berjalan santai sambil menghirup udara pagi di akhir pekan ini.
Sebelum pergi, ia menyempatkan diri memasak makanan kesukaan Suaminya. Ya, meskipun Kejora kecewa, namun tak bisa di pungkiri, ia tetap mencintai Saga. Ia tetap memikirkan pola makan Saga.
Karena sudah berjalan lumayan lama, Kejora pun merasa kelelahan, ia berhenti dan duduk di bawah pohon besar yang ada di taman.
"Kejora"
Sapa seorang lelaki tampan dengan menggandeng seorang putri kecil yang cantik
"Reyhan?"
Kejora pun terkejut saat lagi lagi ia di pertemukan dengan Reyhan tanpa unsur kesengajaan.
"kau sendirian?" tanya Reyhan
"ya, memangnya ada siapa lagi selain aku sendiri?"
"kakak kamu?"
"dia masih tidur"
"oh.."
"Rey, apa ini putri kamu?" tanya Kejora dengan senyum manis menghias di bibirnya
"ya, dia putriku"
__ADS_1
"waw.. putrimu sangat cantik"
Karena saking asiknya main dengan putri Reyhan, Kejora sampai lupa jika ia sudah terlalu lama menghabiskan waktu di luar.
"Rey, ternyata ini sudah terlalu siang, sepertinya aku harus pulang"
"baiklah, ayo aku antar"
"tidak perlu, kau pasti akan kerepotan nanti. putrimu sedang tidur, masak kau mau menggendongnya kerumahku?"
"ya kita pulang dulu, rumahku deket kok dari sini"
"oh ya?"
"ya, kalau kau mau, kau bisa mampir dulu ke rumahku"
"ah tidak sekarang, kakakku pasti marah nanti kalau aku terlalu lama pergi"
"baiklah"
Kejora pun mulai melangkahkan kaki, Namun baru beberapa langkah ke depan, rok yang ia pakai malah tersangkut di kursi kayu tempat ia duduk sekaligus tempat putri Reyhan berbaring.
aaaa
Kejora terhuyung ke depan. Namun dengan sigap Reyhan langsung menangkap tubuh Kejora agar tak terjatuh.
Sementara Kejora, ia merasa tak nyaman berada sedekat ini dengan Reyhan. Meskipun bukan unsur kesengajjaan, tapi tetap saja Kejora merasa risih jika sampai ada yang melihat mereka dalam posisi sedekat ini.
Deg
Tatapan Kejora mengarah pada sosok lelaki tampan dan gagah yang tengah berdiri di seberang taman. Lelaki itupun juga menatap ke arahnya.
Kak Saga
Kejora langsung bangkit dari dekapan reyhan. Ia pun langsung pergi mengejar Saga yang meninggalkannya tanpa satu patah kata pun.
Kenapa Kak Saga malah diam? bukankah seharusnya dia itu marah? Biasanya dia akan mengomel dan melarang ini itu. Tapi mengapa melihatnya diam malah membuatku resah?
Kejora terus berperan melawan galau di hatinya. Ia terus berjalan cepat tanpa mempedulikan kakinya yang sudah lecet dan terasa sakit.
Saat sampai di rumah, ternyata Saga sudah mengemasi semua bajunya. bahkan Saga sudah memasukkan koper kecilnya ke dalam bagasi mobil.
"kak"
Saga hanya menatap sekilas pada Kejora lalu menutup bagasi mobil. Tak ada sahutan yang keluar dari bibir Saga. Ha itutetu mmbutkejora semakin merasa resah.
"kak.. maaf, aku tidak menunggumu sampai bangun"
__ADS_1
"tapi aku sudah siapkan semua makanan untuk kakak di mrja makan"
"ada makanan kesukaan kakak loh"
Saga masih tetap diam
"kak.. kenapa kakak diam?"
Saga menatap tajam ke arahnya
"kak.. apa kakak marah padaku?
"mm.. kalau soal di taman tadi, itu semua tidak sepertti yang kakak lihat. Kami tidak sengaja kak. Reyhan menahan tubuhku karena aku gampir jatuh tadi"
Saga semakin menatap tajam pada Kejora hingga membuat kejora pun merasa takut akan tatapan mata itu.
"aku tidak peduli! lakukanlah sesukamu"
Saga langsung masuk ke dalam mobil dan bergegas pergi meninggalkan Kejora sendiri dengan beribu pertanyaan dalam hatinya.
apa yang terjadi pada kaka Saga?
Selalu itu yang ditanyakan Kejora akan perubahan drastis dari sikap Saga kepadanya.
Namun yang membuat Kejora lebih sakit adalah kata kata terakhir yang Saga lontarkan untuknya. Itu menandakan bahwa Saga sudah tidak peduli lagi dengannya. Saga sudah tak lagi menginginkan dirinya.
tes
tanpa tetasa, air mata Kejora kini telah jatuh membasahi pipinya. Ia hanya bisa menangis menatap mobil Saga yang semakin menjauh.
Kejora menyemangati hatinya, ia akan memberikan waktu pada Saga untuk menenangkan diri. Kejora tak tau apa yang terjadi pada Saga, tapi yang pasti, ia akan menunggu Saga menghubunginya.
Ya, Kejora sangat yakin jika nanti Saga akan menghubunginya setelah seasana hatinya membaik.
*
Dua bulan berlalu
Kejora membeku di tempatny berdiri. Kakinya mendadak lemas dan seolah tak mampu lagi berpijak pada bumi.
Deg
Jantung Kejora seolah berhenti berdetak kala ia melihat pemandangan yang ada di depannya.
.
.
__ADS_1