
Beberapa hari berlalu, Saga, Kejora, dan Leony sepakat untuk membagi waktu. Tiga hari untuk Kejora dan empat hari untuk Leony. Karena Leony sedang hamil, ia meminta waktu lebih untuk bersama suami mereka
"Lagi ngapain kamu?" Leony sengaja menggerai rambutnya yang basah di depan Kejora yang tengah sibuk memasak
"kenapa harus tanya kalau sudah tau jawabannya?"
"ups! sinis banget! oh ya, maaf ya aku gak bisa bantuin. Abisnya Saga dari tadi gak mau di tinggal sih! bawaannya pengen meluk terus"
"oh ya?" Kejora menganga. Ia membuat dirinya seolah olah sedang terkejut dengan ucapan Leony tadi. Padahal, sedikitpun Ia tak pernah percaya dan tak begitu mengambil pusing setiap ucapan Leony.
"tentu saja! kalau kau tak percaya, kau bisa cek sendiri ke kamar. Dia itu bahkan belum mengenakan apapun"
"benarkah?"
"tentu saja"
"apa kau yakin?"
"apa maksutmu?" Leony nampak geram karena Kejora tak percaya dengan ucapannya
"kalau kak saga masih tak mengenakan apapun di kamar kalian, lalu yang ada di ruang makan itu siapa?" Kejora tersenyum sembari berjalan membawa makanan yang sudah ia masak tadi
Sementara Leony, ia terbengong menatap ke arah meja makan. Niat hati ingin membuat Kejora sakit hati malah justru dirinya yang sakit hati.
Bagaimana tidak, selama empat malam itu, Saga tak pernah menyentuhnya. Bahkan Saat semalam adalah malam terakhir untuk mereka, Saga malah tidur lebih dulu.
Dan saat Leony mencoba mengganggu tidur Saga untuk bercinta, Saga menolak dengan alasan tak mau menyakiti anak dalam rahim Leony. Hal itu tentu membuat Leony merasa sangat kesal.
Leony bertambah geram saat melihat pemandangan di depannya. Ya, Leony sangat emosi melihat Saga yang tersenyum manis kepada Kejora.
__ADS_1
Kejora memang sengaja melayani makan Saga. Awalnya Kejora ingin pergi dari kehidupan Saga dan Leony, namun saat mendapat tantangan dari Leony untuk merebut hati Saga, Kejora pun berubah pikiran.
Kejora memutuskan untuk menerima tantangan adiknya itu. Meskipun sebenarnya Ia tak begitu yakin akan menang kala mengingat mereka saling mencintai satu sama lain.
Setelah selesai makan, Leony langsung masuk ke dalam kamar. Ia bersiap siap pergi dengan teman temas sosialitanya. Selalu itu yang ia lakukan setiap harinya.
Sementara Kejora dan Saga langsung berangkat. Mereka tetap satu mobil. Namun yang beda di hari ini adalah, Saga mengajak turun Kejora dan mengajak berjalan beriringan dengannya. Bahkan tangan Saga terus menggenggam tangan Kejora.
"kak, aku malu, banyak yang lihatin kita"
"biarkan saja"
"tapi__"
"sstt.. atau kau mau aku menciummu di depan mereka?"
Kejora menggeleng cepat dan kembali mengikuti langkah Saga .
"sudah sampai" ucapSaga sembari menatap lekat wajah cantik istrinya
"ya sudah, aku masuk dulu"
"tunggu!" Saga mencekal lengan Kejora yang hendak memasuki ruangannya
"ada apa kak?"
"kau tak ingin memberikan sesuatu untukku?"
"sesuatu? maksut kakak apa? aku gak bawa apa apa kak. Didalam tas ini hanya ada laptop dan berkas perusahaan" Jawab kejora sembari mengangkat tas yang ia pegang
__ADS_1
"Bukan itu maksutku"
"lalu?"
Saga hanya tersenyum dan menaruh jari di depan bibirnya. Melihat sikap aneh Saga, Kejora pun paham akan maksut suaminya itu.
"ih.. kakak apaan sih? malu tau, ini di kantor"
"kenapa memang? disini tak ada orang selain kita berdua. Lagi pula kalau mau ada orang pun juga tak masalah"
Kejora diam dalam beberapa saat.
"buruan ih"
"gak ah"
Saga menghela nafas dalam dan menghembuskannya kasar. Ia berbalik. Namun saat satu langkah Saga berjalan, Kejora dengan sidap langsung membalikkan tubuh Saga dan
cup
Kejora mendaratkan kecupan tepat di pipi Saga. Setelah itu, ia langsung masuk ke dalam ruangan, meninggalkan Saga yang masih mematung di depan pintu.
Saga mengelus pipinya, entah mengapa hanya mendapatkan kecupan sekilas dari Kejora membuatnya begitu bahagia.
Tanpa mereka sadari, ada seseorang di sudut tembok yang sejak tadi memperhatikan kemesraan mereka berdua. Kemesraan yang di tunjukkan oleh pasangan, bukan kemesraan seorang adik dan kakak.
Aku jadi curiga kalau mereka memiliki hubungan spesial.
.
__ADS_1
.