
"apa? hamil?" Kejora dan Hanna sama sama terkejut saat mendengar penuturan sang dokter barusan.
"ya, dan perkiraan usia kehamilan anda sudah dua belas minggu"
Kejora begitu senang mendengar berita ini. Akhirnya yang di tunggu tunggu menjadi kenyataan. Kehamilan ini adalan kehamilan yang sangat Kejora tunggu sejak beberapa bulan lalu.
Kini keduanya sedang berada di dalam mobil. Tak ada yang memulai pembicaraan. Hanna tak tau harus bersikap seperti apa hingga ia lebih memilih diam.
"Hanna.."
"ya nona"
"karena kau sudah mengetahui semua yang terjadi padaku, aku harap kau tak berbicara apapun pada siapapun"
"baik nona"
"termasuk dari kak Saga"
"hah?!"
"Hanna, aku mohon rahasiakan ini dari siapapun. Aku akan mengatakannya sendiri nanti saat waktunya sudah tepat"
"iya nona. baiklah, saya akan tutup mulut dan berpura pura tak mengetahui apapun"
"terimakasih" Kejora mengusap pucuk tangan Hanna lembut. Entah mengapa bisa berterus yerang pada Hanna membuat hati Kejora terasa nyaman.
Di tengah perjalanan, Kejora mengajak Hanna untuk mampir ke sebuah pusat perbelanjaan di salah satu mall ternama di kota itu.
"nona, mengapa kita ke sini?"
"Entah mengapa tiba tiba aku ingin sekali membeli banyak daster hari ini"
"baiklah, saya akan temani anda nona"
__ADS_1
"Hanna.. bisakah kau bersikap biasa saja padaku?"
"maaf, maksut nona bagaimana? apa ada tingkah saya yang tidak sopan dengan nona? maaf nona, maaf"
"bukan seperri itu, hanya saja bersantailah saat bersamaku. Anggap saja kita ini teman. Jujur.. aku tak memiliki seorang teman sejak kecil"
Hanna masih diam
"Han.. apa mungkin orang orang tak mau berteman denganku karena keadaan fisikku yang tidak sempurna? tapi aku tak peenah mengiginkan seperti ini Han. Aku__"
"tidak nona. Nona jangan berbicara seperti itu. Bukannya saya tidak mau berteman, hanya saja saya sadar saya ini hanyalah bawahan nona"
"tidak tidak, aku tak pernah menganggapmu sebagai bawahan. Jadi mulai sekarang, apa kau mau berteman denganku?"
"Tentu saja nona" Hanna pun tersenyum dan menyambut jari kelingking Kejora dengan semangat.
Sejak saat itu, mereka berdua telah menjadi seorang teman. Bahkan mereka bisa di bilang sudah sahabat. Hati Kejora begitu senang, karena sejak kecil ia memang tak memiliki teman perempuan.
Dua minggu kemudian.
Kejora yang tengah santai menunggu Hanna di sebuah cafe, tiba tiba saja tatapan matanya mengarah pada satu meja yang ada di paling ujung.
Meja panjang yang sering dan sengaja di sewa oleh banyak bos besar untuk mengadakan meeting di luar kantor. Kejora tau itu.
Tapi bukan itu yang membuat Kejora sedih dan marah. Namun dua orang yang sangat ia kenal tengah berbaur bersama dengan beberapa orang disana.
Ya, mereka adalan Saga dan Leony. Hati Kejora benar benar remuk berkeping saat melihat Saga berlaku mesra dengan Leony di hadapan para kolega barunya.
Meskipun dari awal Kejora mengetahui hal ini akan terjadi, namun tetap saja hatinya tak kuasa menahan rasa sakit saat menyaksikannya secara langsung bagaimana Suaminya itu mengelus perut buncit Leony.
Dari situlah Kejora bisa melihat bahwa Saga begitu bangga memiliki Leony yang super modis dan cantik yang bisa di pamerkan di hadapan banyak orang sepweri saat ini.
"Kejora"
__ADS_1
Hanna yang baru saja datang pun langsung mengikuti arah pandang Kejora. Ia begitu memahami apa yang sedang terjadi saat ini. Karena Kejora sudah menceritakan tentang bagaimana pernikahan poligami yang mereka jalani.
Dan disitulah Hanna memposisikan dirinya benar benar sebagai seorang sahabat untuk Kejora.
"Kejora, ayo kita pergi saja dari tempat ini" Hanna menggenggam erat tangan Kejora yang nampak rapuh
Kejora mrnatap Hanna sembari tersenyum ramah, "kenapa harus pergi? aku tau hal ini akan terjadi, aku tak masalah. Biarkan saja merka melanjutkan acara mereka. Kita kan juga punya acara sendiri disini"
"apa kau yakin?"
"tentu"
Hanna tersenyum miris melihat nasib percintaan dan pernikahan sahabatnya itu. Ia pun tak menceritakan pada siapapun tentang kedekatannya dengan Kejora. Termasuk pada Reyhan kakak kandungnya sendiri.
Dan di sudut meja lain, Saga yang tengah asik mengobrol dengan para rekan bisnisnya, tak sengaja matanya menatap pada sosok wanita yang selama ini menghangatkan ranjangnya.
Ya, Saga melihat Kejora yang tengah asik bercanda tawa dengan Hanna sang sekretaris. Melihat Kejora berada dalam satu ruangan dengannya tentulah Saga merasakan kehawatiran yang luar biasa.
kejora ada disini? apa dia melihatku? bagaimana jika Kejora marah karena melihatku dengan Leony disini?
Saga terus berperang melawan ketakutan hatinya sendiri. Hingga tanpa ia sadari, seseorang telah memasukkan sesuatu ke dalam minumannya.
Sementara Leony, ia begitu senang bisa memperlihatkan pada Kejora jika dirinya lah yang pantas untuk di jadikan ratu di hidup saga. Ya, Leony merasa sangat senang bisa membuat Kejora marah.
Saat Kejora menoleh, ternyata Saga dan Leony juga tengah menatap kearahnya. Tatapan dua orang dengan pancaran sinar mata yang berbeda.
Saga dengan wajah bersalahnya, sementara Leony menatap Kejora dengan wajah mencemoohnya.
Kejora.. Kejora.. jangan pikir aku akan diam saja saat kau berada diatas. Jika aku tak bisa membuat Saga membuang dirimu. Maka aku akan buat kau pergi dengan sendirinya dari hidup Saga. Batin Leony dengan tersenyum smirk menatap pada Kejora
.
.
__ADS_1