
Saga segera pergi ke salah satu agency yang menangani acara Fashion show itu. Ia berniat membawa Leony pulang saat ini juga karena Saga tak bisa menunggu lama kabar dari para pengawalnya. Ia ingin langsung turun mencari Kejora sendiri.
Namun saat sampai di depan kantor itu, Saga tak melanjutkan langkahnya kala ia mengingat sifat posesif dan manja dari Leony.
Jika aku mengajak Leony pulang, aku tak akan bisa mencari di mana keberadaan Kejora. Ya, Leony pasti ingin selalu bersamaku. Pasti!
ah, lebih baik aku pulang sendiri saja, dan aku akan mencari Kejora sampai di temukan. gumam Saga
Akhirnya Saga memilih langsung ke bandara, ia harus terbang malam ini juga supaya cepat sampai ke tanah air.
*
Semalam berlalu, Saga tak hentinya mencari Kejora. Ia bahkan lupa memberi kabar pada Leony sang kekasih. Ia jiga mengabaikan beberapa panggilan dari kekasihnya itu. tujuannya saat ini hanyalah bagaimana caranya menemukan Kejora.
deg
Tiba tiba Saga teringat akan kota S. Dan tanpa pikir panjang, Pagi ini, Saga pun langsung melajukan mobilnya menuju kota tersebut. Ia hanya pergi seorang diri, karenia mrmangbia tak ingin di temani oleh siapapun termasuk para pengawalnya.
*
Sementara di sebuah rumah kecil dan sederhana, seorang gadis cantik tengah duduk seorang diri di halaman belakang rumah. Ia nampak menatap kosong pada langit indah yang di penuhi hiasan bintang gemerlapan.
Gadis cantik itu ialah Kejora. Ia memilih menjual apartemennya dan kembali ke kota kelahirannya.
Jika ditanya apa alasan Kejora menjual apartemen miliknya? alasannya hanyalah satu, ia tak ingin mengingat apapun tentang apartemen itu. Apalagi tentang kekadian menjijikkan yang di lakuan oleh mantan kekasihnya.
Kejora tak berniat melarikan dirinya dari Saga. Karena ia yakin, sejauh apapun ia berlari dan pergi, Saga pasti menemukannya.
Kejora ingin menormalkan hatinya dengan menjauh dan menjaga jarak dari Saga. Ia melakukan semua itu agar benih cinta yang hampir saja tumbuh tak berkembang menjadi lebih besar lagi.
Paginya, Kejora tengah berjalan menuju ke pasar. Ia ingin membeli beberapa bahan makanan untuk persediaan di dalam kulkas.
Setelah mendapatkan beberapa belanjaan yang ia inginkan. Kejora terlihat sangat kerepotan karena barang yang ia beli lumayan banyak.
Bruk
Tanpa sengaja seorang pemuda menabrak Kejora hingga beberapa belanjaannya jatuh berserakan di jalanan.
"maaf mbak, maaf, saya tidak sengaja" Pemuda itu membantu Kejora berdiri dan memunguti beberapa barang yang berserakan.
"iya mas, gak papa"
Kejora pun mengambil alih tas yang di pegang pemuda itu.
__ADS_1
Dan betapa terkejutnya saat kedua insan itu saling menatap.
"Kejora?"
"Reyhan?"
Keduanya begitu kaget saat bertemu. Pasalnya ini sudah lebih dari dua belas tahun mereka tak pernah bertemu
Ya, mereka adalah teman satu kelas. Dulu hanya Reyhan lah yang terkadang mau berteman dengannya.
Sebenarnya Reyhan sering membantu Kejora, namun tentu saja tanpa sepengetahuan dari Kejora.
Seperti saat Kejora di kerjain teman sekelasnya dengan menyembunyikan buku PRnya, Reyhan lah yang sengaja memasukkan PR miliknya ke dalam tas Kejora hingga dirinya lah yang di hukum oleh guru.
Atau pernah satu waktu Kejora di palak oleh kakak kelas dann ia tak memiliki uang untuk jajan, Reyhan pula yang membelikan makanan untuk Kejora lewat ibu kantin. Dengan alasan ada pembagin makanan gratis.
Dan masih banyak lagi kebaikan kebaikan lainnya yang Reyhan berikan secara diam diam. Namun Kejora pun sudah mengetahui keanehan bantuan itu, hinggga pada suatu hari, Kejora mengetahui bahwa itu adalah perbuatan Reyhan.
Saat kejora berterimakasih dan ingin berteman dengan Reyhan. Reyhan malah sering di bully oleh yang lain. Hingga Kejora memilih menjauhi Reyhan karena tak ingin melihat Reyhan menjadi bahan bullyan. Kejora takut mental Reyhan akan terganggu, karena ia adalah anak yang pendiam. jadi, biarlah dirinya saja yang menjadi tempat cemoohan teman temannya. Begitu pikir Kejora.
"Kejora? kau ada disini?"
"iya Rey, aku baru saja pulang dua hari yang lalu"
"aku sangat ingin berbicara banyak denganmu, tapi aku ada meeting pagi ini"
"tapi belanjaanmu banyak yang rusak"
"gak papa rey.. its okey, buruan gih! ntar telat loh"
"boleh minta nomor ponselmu?"
Kejora terdiam.
"Kejora?" Reyhan menyadarkan lamunan sesaat itu
"iya" Keduanya pun saling bertukar nomor ponsel
"aku janji aku akan bertanggung jawab atas semua ini. aku duluan ya"
"ya, hati hati Rey"
Reyhan tersenyum sumringah pagi ini. Entah mengapa bertemu dengan Kejora membuatnya begitu bersemangat mengawali pagi yang penuh dengan pekerjaan yang melelahkan.
__ADS_1
Saat sampai di depan rumah, Kejora mendapatkan satu notif pesan di ponselnya. Ia pun segera membuka pesan tersebut.
📩 Kejora, jangan lupa masak yang enak ya, nanti malam setelah pulang kantor, aku akan ke rumahmu. Sekalian mau bayar hutang aku yang tadi pagi. oh ya, jangan mahal mahal ya, soalnya masih tanggal tua. he.. he..
Kejora tersenyum membaca pesan Reyhan. Ia tak menyangka, anak laki laki yang dulu terlihat culun dan pendiam, kini berubah menjadi laki laki dewasa dan tampan.
"Kenapa senyum senyum sendiri?"
Sebuah suara mengagetkan dari laki laki yang kini berdiri di hadapannya membuat Kejora langsung mengubah ekspresinya
"kak Saga?"
"kau masih memegang hp. Lalu kenapa nomor ponsel mu tidak aktif?"
"maaf kak, ponselku hilang, jadi aku beli ponsel baru beserta kartunya"
"dan kau tak memberi kabar padaku?"
"aku lupa"
"apa? lupa kau bilang? mana mungkin kau melupakan nomor ponsel suamimu sendiri?"
"aku tidak hafal kak.. lagi pula jangan berkata tentang suami dan istri lagi. Itu menunjukkan seolah olah kita menjalani pernikahan ini dengan baik. Karena nyatanya, ini adalah sebuah pernikahan rahasia diantara kita kak"
"Kejora, apa maksutmu?"
"tidak, aku hanya tak ingin merusak image kakak. Kakak pasti akan malu memiliki istri cacat sepertiku. Jadi levih baik jangan ada yang tau tentang pernikahan kita. Bukankah lebih baik begitu kak?"
Saga terdiam. Ia merasa di kuliti oleh istrinya sendiri. Karena jujur saja, sampai saat ini pun Saga masih malu jika bersama dengan Kejora. Saga pun tak pernah bersikap baik pada kejora jika di hadapan umum. Sangat bertolak belakang sekali dengan sikapnya saat berdua. Hangat dan manis.
"Kejora, aku hanya belum siap jika__"
"tidak apa kak. Lagi pula kau kan kekasih adikku. Jadi aku tak akan menuntut apapun dari pernilahan kita in"
"tapi__"
"sudahlah kak. Ayo masuk, kakak pasti lelah kan? beristirahatlah di dalam. aku akan membuatkan makanan untuk kakak. Tidak enak di lihat tetangga kalau di luar"
Kejora pun masuk ke dalam meninggalkan saga yang masih mematung di teras rumah.
.
.
__ADS_1
"
"