Cinta Gadis Tak Sempurna

Cinta Gadis Tak Sempurna
Tak Diakui


__ADS_3

Saga hanya diam dan menatap Kejora yang tengah sibuk berkutat dengan peralatan dapur. Meski dalam keadaan kaki yang tidak sempurna, ternyata Kejora sangat mahir dalam melakukan pekerjaan rumah.


Andai saja kau memiliki fisik yang sempurna, aku pasti sudah memamerkanmu pada teman temanku.


Saga menggelengkan kepalanya, mengusir semua pikiran aneh yang mulai menerjang otaknya.


"Kak.. silahkan di makan" ucap Kejora sembari menata semua makanan di atas meja


"terima kasih"


Keduanya makan dalam diam. Hanya ada suara dentingan sendok dan piring yang menghiasi suasana sarapan di sana.


Setelah makan, Saga mendekati Kejora yang kembali berkutat dengan peralatan dapurnya. Ia mengerutkan kening ketika melihat Kejora malah kembali memasak dalam menu yang berbeda.


"Kejora, kita hanya berdua disini, kenapa kau memasak lagi? bukankah kita sudah sarapan? bahkan kita sarapan sudah hampir jam makan siang loh? lagi pula kau memasak dalam porsi yang cukup banyak"


"ini bukan untuk kita berdua"


"lalu?"


"nanti sore teman lamaku mau main"


"teman? laki laki atau perempuan?"


"laki laki?"


"apa? kau akan memasukkan laki laki di rumah ini?"


"memangnya kenapa? kan ada kakak di sini?"


"tapi ini teman kamu itu laki laki Kejora? apa kata orang coba? seorang istri memasukkan laki laki ke dalam rumah sedangkan ada suaminya di dalam?"


"kak.. bukankah semua orang tak ada yang mengetahui pernikahan kita? jadi kita tak perlu malu dengan mereka. iya kan?"


skak mat


Saga tak bisa berkutik. Lagi lagi ia harus diam saat Kejora mengatakan bahwa pernikahan mereka adalah pernikahan yang harus di rahasiakan. Ya, benar saja, ini adalah permintaan Saga waktu itu.


Saga memilih pergi ke kamar dan beristirahat dari pada ia harus meladeni ucapan Kejora yang suka sekali membuatnya mati kutu dan bungkam.


Hari sudah mulai petang. Kejora juga sudah menyiapkan semua hidangan di atas meja. Dan tak lama kemudian, pintu rumah pun mulai di ketuk.


"hay"


"Reyhan.. ayo masuk"


Reyhan pun mengikuti langkah Kejora. Kini mereka berdua tengah duduk di meja makan.


"Kejora, kau benar benar membuat banyak sekali makanan?"


"tentu saja! dan kau harus menghabiskan semuanya"


"hah?? kalau sebanyak ini perutku mana muat?"


"aku gak mau tau, pokoknya harus habis"


"what?"


"hihi.. bercanda Rey"


"ah syukurlah.. aku kira kau berubah menjadi sang pemaksa"


"kau itu bisa saja, ayo duduk"


Dan disitulah Kejora dan Reyhan mulai bercerita banyak tentang kehidupan mereka masing masing. Keduanya pun nampak langsung akrab tanpa ada rasa risih atau canggung.


"jadi kau sudah menikah?" tanya Kejora antusias


"ya, tapi istriku meninggal saat melahirkan putri kecilku"


"Rey.. maaf aku tidak tau kalau__"

__ADS_1


"aku gak papa, itu juga sudah tiga tahun berlalu"


"jadi.. putrimu berumur tiga tahun dong?"


"ya"


"wah.. aku jadi ingin melihat putrimu, pasti dia sangat cantik dan lucu"


"benarkah?"


"ya"


"kalau begitu, kapan kapan aku akan mengajaknya main kesini"


"baiklah, kau bisa mengajak putrimu kesini kapan saja"


Reyhan hanya mengangguk pelan sembari menyunggingkan senyum manis pada Kejora.


"ehemm"


Sebuah suara deheman tiba tiba terdengar dari arah belakang mereka.


"Kejora, siapa?" tanya Reyhan dengan mengerutkan keningnya dan menatap sekilas wajah Saga.


"aku__"


"dia kakakku" jawab Kejora memotong ucapan saga


Saga melotot tajam pada Kejora namun tak dihiraukan.


"kakak?" Reyhan semakin di buat bingung dengan pengakuan Kejora. Karena setahunya, Kejora adalah anak tunggal.


"ya, dia kakak sepupu sekaligus kakak angkatku"


"oh.. jadi ini yang namanya Saga"


Kejora hanya mengangguk malas dan berlalu ke kamar mandi, meninggalkan kedua lelaki yang tak saling mengenal itu.


"Kejora yang memberitahu"


"apa?? cerita apa saja dia ke kamu?"


"tidak ada, Kejora hanya bercerita tentang kehidupannya bersama keluargamu waktu lalu"


"lalu?"


"sudah itu saja"


"yang lain?"


"tidak ada"


"apa kau yakin?"


"ya"


"apa dia bercerita tentang kecelakaan itu?"


"ya, dia bercerita. Aku turut berduka cita atas kepergian papa kalian"


"hah? ya, terimakasih. tapi bukan itu yang aku maksut. Apa Kejora bercerita tentang permintaan terakhir mama?"


"tidak. Kejora tidak bercerita apapun. memangnya apa permintaan terakhir mama kalian?"


"tidak. Lupakan saja"


Saga pun ikut pergi meninggalkan meja makan tersebut. Mendengar penuturan Reyhan tadi, entah mengapa ada rasa kecewa dalam hati Saga. Ia kira, Kejora juga bercerita tentang pernikahannya. Ternyata tidak sama sekali.


Apa Kejora sangat ingin menutupi pernikahan ini?


dugh

__ADS_1


Suara benturan pintu kamar mandi dengan dahi Kejora membuatnya meringis kesakitan.


"aw" Kejora mengelus dahinya yang habis berciuman dengan daun pintu kamar mandi. Karena saat ingin keluar, bertepatan dengan itu, Saga ingin masuk ke dalam.


"Kejora? kau tak papa? mana yang sakit?" Saga mengecek seluruh wajah Kejora


"kakak.. kenapa kakak membuka pintu itu keras sekali?"


"maaf, aku mana tau kalau ada kau di dalam sana"


"ya sudah, kakak minggir! aku mau keluar"


"tunggu!" Saga menahan langkah Kejora. Ia menatap dalam wajah itu. Semakin dekat.


deg


Jantung Kejora kembali berdegup kencang dikala ia berada sedekat ini dengan Saga. Bahkan reflek, ia memejamkan matanya perlahan


"dahimu terluka"


apa? ternyata dia hanya mengecek dahiku? ah tentu! memangnya apa yang kau harapkan Kejora?


"ini harus segera diobati"


Kejora menggelengkan kepalanya pelan mengusir keanehan pikiran yang dirasakan.


"tidak usah kak, aku bisa mengobatinya sendiri. Bukankah kakak ingin ke kamar mandi?"


"ah ya, aku lupa! kau tunggulah di luar, habis ini aku akan mengobati dahimu yang terluka"


Saga langsung menutup pintu kamar mandi dan menuntaskan hajat yang sejak tadi terpendam di dalam perutnya.


Lama waktu berselang, Ia pun selesai dengan urusannya di dalam kamar mandi tersebut.


"dimana Kejora?" Saga celingua saat tak mendapati Kejora di sana.


Hingga ia menatap jam dinding yang tergantung di dekat dapur.


"ternyata aku sudah hampir dua puluh menit di kamar mandi? pantesan Kejora gak betah nungguinnya"


"kamu sih! ngapain juga pake acara mules segala? kan jadinya lama"


Saga mengomel sendiri sambil memegang perutnya. Dan akhirnya ia memutuskan untuk mencari Kejora dan memaksa Kejora untuk mengobati dahi yang terluka karenanya tadi.


Deg


Langkah Saga terhenti saat ia melihat sebuah pemandangan yang membuatnya marah. Tangannya terkepal erat saat menatap Kejora yang tengah diobati oleh Reyhan.Dan tanpa sengaja, Kejora pun juga tengah menatapnya.


Keempat mata yang tanpa sengaja saling menatap itu memiliki isyarat masing masing.


Jika Saga menatap dengan penuh amarah dan menahan emosi. Sedangkan Kejora, ia menatap dengan rasa cuek bercampur bercampur takut.


"ini sudah malam, kau bisa pulang sekarang" Kata Saga pada reyhan yang masih sibuk mengurus Kejora


"aku akan pulang setelah aku selesai membalut luka Kejora"


"berhenti dan cepat pulang sekarang juga"


"tapi__"


"cepat"


Melihat Saga yang mulai tersulut emosi, Kejora pun mengangguk pada Reyhan. Mengisyaratkan untuk mengiyakan.


Akhirnya Reyhan pun pamit pulang.


"kau!" Saga menatap Kejora tajam


dan..


.

__ADS_1


.


__ADS_2