Cinta Gadis Tak Sempurna

Cinta Gadis Tak Sempurna
Emosi Yang Meluap


__ADS_3

bugh


bugh


bugh


Saga langsung menarik tubuh Kenzo hingga terjungkal dan langsung memberinya hadiah bogem mentah.


Kenzo yang belum siap dengan keadaan dan situasi pun tak bisa memberikan perlawanan untuk melindungi dirinya, hingga kini tubuhnya terasa remuk karena Saga memukulnya dengan sangat keras dan membabi buta.


"stop"


Awalnya Kejora hanya diam saja saat melihat kedua laki laki itu sedang melakukan baku hantam. Namun Kejora yang melihat Kenzo di pukuli secara brutal oleh suaminya pun merasa tak tega.


Saga tak menggubris teriakan Kejora hingga satu gerakan dari Kejora mampu membuat kedua lelaki itu menghentikan aksinya.


Ya, Kejora dengan nekatnya memposisikan dirinya berada di tengah tengah perkelahian itu hingga membuat dirinya terkena pukulan dari Saga tepat di pipi sebelah kanan.


bugh


"KEJORA" teriak keduanya secara bersamaan.


Tubuh Kejora pun langsung lunglai terjatuh ke lantai. Meskipun tidak sampai pingsan, namun pukulan yang saga berikan terlalu kuat hingga membuat Kejora merasa pusing dan kesakitan di area pipinya. Apalagi saat ini pipinya sudah sangat memerah dan memar kebiruan.


"Saga! apa yang kamu lakukan? kenapa kau memukul Kejora?" Kenzo yang sudah babk belur pun langsung bangkit. Entah karena kekuatan cinta atau yang lain, Melihat Kejora terluka malah memberikan dirinya kekuatan untuk bangkit dan mendekati kejora.


"Kejora, kau tidak papa kan?"


"Pipi kamu memar sayang, apa ini sakit? kau harus segera diobati" Kenzo mendekap separuh tubuh Kejora dan mengelus wajah kejora yang nampak kebiruan tersebut.


"tidak kak, aku tidak apa apa" Meskipun sakit, Kejora akan menahannya. Ia rela mengorbankan dirinya asal kedua lelaki itu berhenti berkelahi.


Sementara Saga, Ia hanya diam mematung sembari menatap kepalan tangannya sendiri. Kepalan tangan yang perlahan mulai terbuka membuktikan bahwa Saga merasa menyesal telah melakukan kekerasan pada Kejora.

__ADS_1


Meskipun tanpa disengaja, namun Saga tahu, pukulan yang ia berikan sangatlah keras. Pastinya Kejora akan sangat merasakan sakit. Ya, Saga tahu akan hal itu.


Namun di seperkian detik berikutnya, kesadaran Saga mulai pulih. Otak yang kosong kini sudah mulai di penuhi oleh bayang bayang Kejora.


"Kejora.." lirih Saga


Saga yang melihat pemandangan di depannya pun entah mengapa tiba tiba mulai tersulut emosi kembali. Namun sebisa mungkin ia berusaha untuk tetap tenang dan tak akan gegabah lagi seperti tadi yang nantinya akan mencelakakan kejora.


Perlahan Saga pun mendekati dua anak manusia yang tengah duduk di lantai. Dengan gerakan cepat, Saga langsung menarik tubuh Kenzo ke belakang dan menggantikan posisinya memeluk tubuh Kejora.


"pergilah dari sini sekarang juga!" Saga berbicara tenang dan tak menatap pada diri Kenzo


"aku tidak akan pergi sebelum memastikan keadaan Kejora baik baik saja"


"Kejora bukan lagi menjadi urusan mu! sekarang pergilah!


"sudah ku katakan aku tidak akan pergi dari sini"


Mata Saga menatap tajam pada Kenzo. Ia sebenarnya ingin sekali memukul kenzo karena berani beraninya menyentuh istrinya.


Kejora yang mulai melihat ada aura ketegangan yang tercipta kembali di antara kedua lelaki itu, memilih bangkit dari duduknya dan mendekati Kenzo.


"kak.. aku mohon pulanglah sekarang"


"tapi__"


"aku sudah tidak apa apa"


"baiklah, aku pergi, tapi ingat! aku akan kembali lagi besok untuk menemuimu"


Kejora hanya tersenyum menanggapi. Ia tak menerima juga tak menolak.


Setelah kepergian Kenzo, Saga pun mulai mendekati Kejora yang sudah duduk di atas sofa. Ia ikut mendudukkan dirinya di samping Kejora.

__ADS_1


"Kejora, maafkan aku, aku tak sengaja memukulmu. Andai saja kau tak menghalanginya, keparat itu pasti sudah habis ditanganku"


"apa kakak ingin menjadi seorang pembunuh? tidak kan? sudahlah kak, aku gak papa kok"


"tapi pipi kamu merah sekali. aku obati memarnya ya?"


Kejora hanya mengangguk.


"Kejora, kenapa ada Kenzo disini?" tanya Saga sembari terus menepuk pelan pipi Kejora dengan kapas dan salep pereda nyeri yang ia beli dari apotik rumah sakit barusan


"aku juga tak tahu, pas aku terbangun, dia sudah ada di sampingku. Mungkin kak kenzo mau menjenguk mama. Mau bagaimanapun juga kan mama adalah tantenya. jadi wajarkan kalau kak kenzo berada disini?"


"tapi kenapa pas kamu yang jagain mama? kenapa pas bukan aku yang ada disini? apa dia sengaja ingin menemuimu?"


Kejora hanya mengedikkan bahunya


"lagi pula kenapa juga kamu tadi mau di peluk peluk gitu? Ingat ya, status kamu itu adalah seorang istri!"


"aku tau, aku dan kak Kenzo tadi hanya terbaw suasana"


"kau itu jangan sembarangan mau di peluk olehnya, seperti wanita murahan saja, mau di peluk sana sini"


Mata Kejora membulat sempurna saat menangkap sebuah kalimat yang keluar dari mulut Saga yang ia anggap sebagai sebuah penghinaan untuk dirinya.


Kejora menatap tajam wajah Saga. Ia pun langsung menarik dan membuang kasar tangan Saga dari area wajahnya.


Sementara Saga yang baru menyadari dengan perubahan sikap Kejora, kini mulai sedikit resah karena terus di pandang oleh istrinya itu.


Ya, Saga baru menyadari jika dia lagi lagi tanpa sengaja malah menambah beban dan luka pada diri Kejora.


"Kejora, aku___" Saga hendak meraih tangan Kejora untuk minta maaf, namun seketika itu juga . .


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2