
"kak.. kau kenapa?" tanya Kejora yang sedang memasuki ruang Kerja Saga dan tengah melihat suaminya itu sedang memegang kedua kepalanya
"sayang, kepalaku sangat sakit" sahut Saga lirih
Mendengar kata sakit, Kejora langsung meletakkan kopi yang ia bawa ke atas meja. Ia pun langsung mendekati suaminya dan memijit ringan kepala Saga.
"sayang.. kenapa bisa sakit? apa tadi kau makan daging terlalu banyak?"
"tidak"
"atau tadi malam kau begadang sampai pagi lagi?"
"tidak juga"
"aduh kak.. lalu kenapa? kalau begitu ayo kita ke dokter"
"apakah perlu?"
"ya harus dong"
"kalau begitu panggilkan saja dokter pribadi kita ke rumah"
"ah ya aku lupa"
Kejora pun segera menelfon dokter pribadi mereka. Setelah itu, ia menuntun Saga masuk ke kamar. Dan tak berapa lama kemudian, sang dokterpun sudah sampai di kediaman megah itu.
"bagaimana dokter?" tanya Kejora penasaran
"aneh! setelah saya cek, semuanya terlihat normal dan baik baik saja"
"tapi kak Saga bilang di sangat pusing! cobalah periksa sekali lagi"
Dokterpun mengikuti permintaan Kejora. Sedangkan Saga, ia malah terlihat santai dan tanpa meringis sedikitpun seperti semula tadi.
__ADS_1
"bagaimana dokter?"
"masih sama, tidak ada yang berubah dari pemeriksaan pertama" jawab dokter sembari menghela nafas dalam, sepertinya ia mencurigai ada gelagat aneh dari pasien yang juga temannya sendiri itu.
"kak.. dokter bilang kakak tidak apa apa. kenapa kakak bilang kepala kakak sakit?"
"jelas saja kepalaku sakit, aku tak bisa konsentrasi saat mengecek data perusahaan tadi karena di dalam pikiranku itu sudah terpenuhi oleh kamu sayang" Saga menarik Kejora hingga terjatuh di pangkuannya dan ia pun malah mencubit pipi Kejora dengan gemas serta menciumnya sekilas.
Mata Kejora membulat sempurna, mulutnya menganga tak percaya saat dengan entengnya Saga malah memeluk dan menciumnya di depan dokter mereka.
Sang dokter pun hanya mampu menggelengkan kepalanya sambil merutuki kebodohannya yang percaya begitu saja pada Saga. Padaha ini bukanlah kali pertama ia di kerjai oleh temannya itu.
Dasar bucin akut! tidak punya rasa iba sedikitpun pada diriku yang masih sendiri. Apa mereka tidak tau kalau jiwa jombloku ini sedang meronta melihat mereka bermesraan..
"Dokter, maafkan kami. Maafkan suami saya yang sering mengerjai anda. Karena jujur saja, saya pun tak tau jika dia sedang membohongi saya juga, saya pikir suami saya benar benar sakit, ternyata__"
"tidak apa apa Kejora, aku sudah terbiasa dengan keahlian menipunya" jawab sang dokter saat melihat istri temannya itu nampak tak tak enak hati kepadanya
Lagi lagi Saga menarik Kejora hingga jatuh kepangkuannya. Saga terus memeluk perut kejora. Bahkan ia menelusupkan kepalanya ke ceruk leher sang istri.
"kak.. jangan seperti ini, tidak enak dilihat sama dokter" Kejora terus berusaha melepaskan diri dari pelukan saga, namun semakin ia berusaha lepas, semakin erat pula sang suami memeluknya.
"biarkan saja! nanti juga pergi sendiri"
"kak, aw__" Kejora menjerit saat dengan sengaja Saga tengah menjilat telinga miliknya
Kini gantian sang dokter yang membulatkan matanya. Bagaimana tidak, Saga tak henti hentinya membuat dokter itu mati kutu dengan mempertontonkan kemesraannya pada Kejora.
Hingga tanpa sebuah kata dan sapa, Dokter itupun langsung keluar dari kamar yang akan membuatnya meradang. Karena jika ia terus berlama lama berada disini, ia bisa mati berdiri menyaksikan olah raga pagi pasangan bucin yang begitu keterlaluan menurutnya.
Dokter pun menuruni tangga. Namun saat sampai di tangga, ia bertemu denga seorang gadis dengan membawa beberapa tumpukan berkas. Dokter yakin jika dia itu adalah sekretaris mereka.
"hey! kau mau kemana?" tanya dokter sembari mencekal tangan Hanna
__ADS_1
"tuan, lepaskan. Anda tidak sopan"
"ups maaf" secepatnya dokter itu melepaskan cekalan tangannya
"memangnya kau mau kemana?" sambung dokter itu
"saya mau menemui tuan Saga dan nona Kejora"
"mau apa?"
"ya mau minta tanda tangan mereka"
"aku sarankan kau untuk mengurungkan niatmu"
"kenapa?"
"karena mereka sedang olah raga pagi"
"olahraga pagi? dikamar? tapi kenapa harus dikamar? kan mereka bisa olahraga di ruangan fitnes?"
Dokter menonyor kepala Hanna pelan, "mereka itu berolahraga kuda kudaan. Apa kau tau olah raga berkuda itu apa?"
Hanna menggelengkan kepalanya.
Kini giliran dokter itu yang menepuk jidatnya, ia tak habis pikir, mengapa ada wanita sekolot itu di jaman elite seperti ini?
"mereka sedang bercinta" bisik Dokter tepat di telinga Hanna.
Hanna yang sudah tau apa maksut dari semua itupun seketika wajahnya memerah. Ia memilih turun kembali dan memilih menunggu mereka di ruang tengah saja.
.
.
__ADS_1