
Setelah menempuh hampir dua jam perjalanan, akhirnya Kejora sampai di kota B. Ia langsung memesan taxi dan menuju ke alamat yang di berikan oleh Hanna tadi.
Tak berapa lama kemudian, Taxi itu berhenti di sebuah Villa yang sangat indah. Villa dengan tatanan taman yang sangat bagus. Villa yang jauh dari keramaian dan kebisingan. Dan Villa yang jauh dari jalan raya, pastilah semakin menambah suasana villa itu terasa sangat nyaman.
Setelah memasuki gerbang pun Kejora masihvtampak ragu dan takut untuk masuk ke dalam. Padahal sang penjaga sudah mengantarkannya hingga di depan pintu villa itu.
"kejora"
Sebuah tepukan di pundak Kejora mampu membuyarkan ketakutan yang sejak tadi bersarang di benaknya.
"kak Nata?"
Ya, seorang wanita cantik dengan menggendong seorang bayi perempuan itu ialah Nata. Yang tak lain adalah tante dari Saga.
Nata begitu terkejut saat mendengar cerita dari Hanna. Namun ia tak banyak bertanya. Nata pun segera mengiyakan saat hanna ingin menitipkan Kejora padanya. Nata pikir biarlah nanti ia bertanya saja pada Kejora secara langsung tentang permasalahannya.
Nata dan hanna adalah teman satu kampus dulu. Meakipun jarang terlihat bersama, namun mereka bisa di bilang cukup dekat.
Hanna memang sengaja menitipkan Kejora pada Nata. Karena ia tahu jika Nata adalah salah satu keluarga Saga yang paling dekat dengan Saga. Mungkin karena perbedaan umur mereka yang tak terlalu jauh. Karena umur Saga dan Nata hanya berjarak enam bulan.
Bukankah persembunyian paling aman adalah berada di dekat orang yang mencari kita? Karena mereka tak akan mungkin berfikir bahwah kita ada di sekitarnya. Begitu pikir Hanna.
"Kejora, beristirahatlah! kau pasti lelah stelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh"
"iya kak"
"Kejora, tapi setelah lelah mu berkurang, kau harus janji untuk menceritakan apa yang terjadi antara dirimu dan Saga"
"iya kak. Aku janji akan menceritakan semuanya"
Alhirnya Kejora pun merebahkan dirinya ke ranjang. Begitu nyaman. Namun tetap saja, hatinya masih memikirkan Saga sampai saat ini.
Tanpa terasa ia meneteskan air matanya. Hanya berpisah setengah hari dari Saga dan tak melihat wajah tampan suaminya itu ternyata sudah membuat kejora begitu rindu.
Apakah kejora bisa menjalani hari hari tanpa Saga? Entahlah, ia sendiri pun tak tahu. Yang pasti, Kejora akan menjalani kehidupan ini dengan penuh semangat.
__ADS_1
Meski tak bisa mendapatkan hati dan cinta dari Saga, paling tidak, Kejora sudah mendapatkan sesuatu yang ada pada bagian diri Saga. Ia begitu senang mendapatkan janin yang saat ini tumbuh di rahimnya.
Hari sudah petang, Kejora masih asik duduk di sebuah kursi taman sembari menatap pada langit malam yang di penuhi dengan bintang.
Kejora merasa sangat bersyukur sekali berada diantara orang orang baik. Meski bukan seorang keluarga, namun Kejora begitu bahagia karena ia merasa begitu di sayangi.
Lamunan Kejora buyar saat ia mendengar auara tangisan seorang bayi. Ia pun segera masuk dan melihat ke dalam.
"kak, kenapa dengan dedek bayinya?" tanya Kejora pada Nata yang sedang kerepotan dengan ulah sang bayi yang terus meminta turun dari gendongannya
"tidak tau, tiba tiba saja dia menangis, padahal tadi sedang aaik main loh" jawab Nata
"bolegkah aku menggendongnya?"
"tentu saja"
Kejora segera mengambil bayi itu dari gendongan sang mama. Anehnya, bayi itu langsung diam setelah Kejora mengajaknya bermain. Bahkan Kejora mampu menidurkan bayi itu tanpa rewel sedikitpun. Hal itu tentu membuat Nata dan suaminya begitu senang.
"kak, dia sudah tidur"
"kakak bisa saja"
"Kejora, apa yang akan kau lakukan setelah ini? apa kau akan terus bersembunyi dari Saga?" tanya Nata
"iyak kak. Aku belum siap untuk bertemu dengan kak Saga. Ingin mengurus surat perceraianpun juga tidak mungkin kak kak? aku sedang hamil"
"ya kau benar, kau sedang hamil. Pihak pengadilan tak mungkin menyetujui pengajuan perceraianmu"
"iya kak.. saat ini aku tak ingin memikirkannya. Aku hanya ingin fokus pada kehamilanku. Aku akan membesarkan bayiku sendiri"
"kami hanya bisa mendukung apapun yang sudah menjadi keputusanmu. Tapi apa kau tak bosan karena berada di sini sendiri? Karena satu minggu lagi urusan pekerjaanku disini selesai. Jadi kami harus balik ke kota J Kejora" sabung Dante yang tak lain adalah suami dari Nata
"tidak kak, mungkin untuk menghilangkan kebosanan itu aku akan mencari pekerjaan di sekitar sini"
"bekerja? hey, kau itu sedang hamil Kejora! mana mungkin kau akan bekerja? tidak tidak! kau tak boleh bekerja! aku tak mengijinkannya"
__ADS_1
"tapi kak.. aku butuh biaya yang besar untuk anakku nanti"
"kau pikir kami ini tak mampu membiayai dirimu dan calon anakmu itu?" sahut Nata dengan sedikit emosi
Dante pun langsung menggenggam dan mengusap lembut jemari istrinya guna meredamkan emosi yang hampir saja meluap.
"Kejora, maafkan istri saya. Tapi apa yang dikatakannya itu benar. Kau sedang hamil. kau tak boleh melakukan aktifitas berat. Kau tak boleh kecapean nantinya. Kasihan bayi yang ada di dalam kandunganmu. Kau tenanglahh, kami akan menanggung semua biaya kehidupanmu dan anakmu. Kau tak perlu sungkan. Anggaplah kami seperti keluargamu sendiri" sambung Dante.
Benar benar suami yang sangat bijak dalam apapun. Menurutnya, Dante begitu menjunjung tinggi harkat dan martabat seorang wanita. Mungkin itulah yang membuat Nata semakin hari semakin mencintai suaminya itu.
"terimakasih kak. Aku sangat berhutang budi pada kalin berdua"
"tidak masalah. jangan sengkan"
Kejora hanya mengangguk dan tersenyum. Ia lantas berpamitan masuk ke dalam kamarnya untuk beristirahat karena hari memangsudah larut malam.
Sepeninggal Kejora, Dante terus menatap wajah cantik istrinya tersebut. Tatapan yang sudah bisa di pastikan apa artinya.
"kenapa kakak melihatku seperti itu?" tanya Nata
"semuanya sudah tidur, yuk!"
"yuk kemana?"
"yuk bermain sekarang? Aku ingin sekali mencangkul ladang malam ini"
"tapi kan dedeknya masih tidur?"
"nah karena dedek sedang tidur, kita bisa puas berladangnya"
Nata hanya mengangguk dan tersenyum. wajahnya begitu bersemu merah.
Dan tanpa menunggu lama, Dante pun langsung menggendong bayinya, diikuti dengan nata di belakangnya, mereka bertiga pun langsung masuk ke dalam kamar mereka. dan melanjutkan rencana mereks.
.
__ADS_1
.