Cinta Gadis Tak Sempurna

Cinta Gadis Tak Sempurna
Aku Menyerah


__ADS_3

Saga yang hendak menghampiri Kejora mengurungkan niatnya saat ia melihat Kejora yang malah sudah berdiri dan keluar meninggalkan kafe itu.


Setengah jam kemudian Saga dan Leony memutuskan untuk pulang. Sebenarnya Saga ingin sekali menyusul Kejora pulang sejak tadi, namun karena para koleganya terus menahan, akhirnya mau tak mau saga pun mengikuti acara itu hingga selesai.


Setelah sampai di rumah, Saga langsung membaringkan diri di samping Leony. Karena ini memang jatah mereka tidur bersama.


Saga memang tak begitu sadar karena kepalanya tiba tiba saja terasa begitu pusing sejak di perjalanan tadi, hingga ia memutuskan untuk langsung istirahat.


Namun hanya sebentar saja Saga dapat memejamkan matanya, karena baru beberapa menit ia terpejam, tiba tiba saja tubuhnya terasa panas. Saga terbangun. Ia benar benar gelisah malam ini. Ia rasa ada sesuatu telah terjadi dalam tubuhnya.


sial..! Siapa yang sudah berani beraninya memasukkan obat sialan itu kedalam minumanku?


Saga begitu berkeringat, sepertinya obat perangsang itu sudah mulai bereaksi dalam tubuhnya.


Aku tak bisa menahannya, aku harus ke kamar kejora sekarang juga


Saga pun memilih keluar dari kamar, meninggalkan Leony yang tengah tertidur pulas saat itu. Saga berniat menemui Kejora di dalam kamarnya, namun ternyata Saga tak menemukan Kejora di sana.


Ia sudah mencari ke kamar, ke dapur, ke taman, bahkan ke seluruh sudut ruangan di rumah itu pun tak luput dari pencariannya.


Dimana Kejora? kenapa saat aku begitu membutuhkannya dia malah tidak ada?


Saga baru teringat ponsel. Ya, Ponselnya. Saga belum mengecek ponselnya sejak tadi.


Dan saat Saga membuka ponselnya, ia begitu terkejut kala melihat notif di layar ponselnya yang ternyata sudah ada sepuluh panggilan dari Kejora. Bahkan ada satu chat wa yang dikirimkan untuknya sejak sore tadi.


📩 kak, malam ini aku tidak pulang. Aku menginap di apartemen Hanna.


Jelas saja Saga tak mendengar notifikasi di ponselnya sesab Saga lupa tidak memberikan nada lagi setelah tadi ia sempat senyapkan ponselnya saat acara itu berlangsung.

__ADS_1


Saga mencoba menghubungi ponsel Kejora, namun berulang kali ia memanggil, berulangkali pun panggilan itu tak tersambung juga. Sepertinya hp Kejora sedang dalam kondisi off.


Saga benar benar frustasi di buatnya. Disaat kesadarannya masih dalam keadaan baik, namun tidak dengan tubuhnya. Tubuhnya sudah benar benar tak bisa terkontrol lagi. Ia sangat membutuhkan pelepasan secepatnya.


Saga mondar mandir di kamar Kejora. Ia mencoba menghubungi sekretarisnya itu, tapi sama juga, panggilan itu tak tersambung.


Ya, Hanna memang ikut mematikan ponselnya atas permintaan Kejora. Karena ia tahu, Saga pasti juga akan menghubungi sekretaris itu.


Kejora memang merasa sangat kecewa atas tindakan Saga itu. Mengapa Saga tak memberitahukannya saja secara terus terang bahwa ia akan mengajak Leony bertemu dengan teman temannya.


Jika saja Saga berterus tetang sejak awal twntang pertemuan itu, mungkin rasa sakit di hati Kejora tak akan separah ini.


Kejora benar benar merasa sangat tersisihkan. Niat hati ingin memberitahukan Saga tentang kehamilannya malam ini pun ia urungkan. Dan mungkin ia tak akan pernah memberitahu Saga sampai Saga tahu dengan sendirinya karena perut yang semakin membesar nantinya.


Kejora benar benar butuh ketenangan. Ia butuh mengembalikan rasa sakit hatinya untuk kembali ke perasaan yang semula. Perasaan yang seolah olah tak terjadi apa apa sebelumnya.


Sementara Saga, ia benar benar sudah kehabisan akal menghadapi gejolak yang terus timbul di dalam tubuhnya tersebut.


Leony yang sedang tertidur pulas pun akhirnya terbangun dengan hati yang luar biasa senangnya. Mendapatkan sentuhan dari Saga memanglah hal yang ia inginkan sejak dulu.


Awalnya, Leony hanya berpura pura tidur. Ia ingin sekali menyaksikan bagaimana Saga memohon kepadanya untuk menuntaskan hasratnya. Ia ingin sekai melihat bagaimana Saga meminta bercinta dengannya.


Namun sayangnya, Leony malah lupa menyembunyikan kunci pintu kamar itu. Sehingga Saga dapat keluar kamar untuk mencari Kejora tadi.


Saga dan Leony pun akhirnya menghabiskan satu malam itu dengan penuh kenikmatan dan kepuasan. Bahkan hari yang sudah menunjukkan pukul sembilan pun tak mereka hiraukan. Keduanya masih asik dalam balutan selimut tebal dalam posisi yang saling memeluk.


Sementara di sudut ruang yang berbeda, Kejora yang sudah rapi langsung pulang. Suasana hatinya memang masih marah, namun ia tak mungkin terus berada di sini.


"Hanna, terimakasih untuk tumpangan satu malamnya ya"

__ADS_1


"iya Kejora.. kapanpun kau membutuhkan aku, aku sangat siap membantu"


Tak butuh waktu lama untuk sampai di rumah. Kejora mengerutkan keningnya saat mendapati kondisi rumah dalam keadaan sepi. Tak ada pelayan disana. Karena setiap weekend, mereka akan dapat jatah libur satu hari itu.


Kejora yang sedang melewati tempat pembersihan, ia tak sengaja melihat ada dua jaket tebal milik Saga yang tergantung di jemuran. Ia pun lantas mengambil jaket itu dan melipatnya.


Kejora membawa jaket itu ke dalam kamarnya. Ia pun mengerutkan keningnya saat melihat kondisi sprei kamarnya yang terlihat berantakan. Padahal seingat dia, kemarin pas ia tinggal, kondisi kamarnya dalam keadaan rapi.


Kejora mulai mencurigai sesuatu. Ia tak ambil pusing. Ia pun langsung membuka kamar milik Leony yang ternyata dalam keadaan tak terkunci.


Jeduar


Bak tersambar petir di siamg bolong. Kejora membeku saat menatap dia tas ranjang ada suaminya yang sedang terlelap dalam posisi miring memeluk Leony.


Selimut yang hanya menutupi kakinya membuktikan kalau Saga masih tak mengenakan busana apapun. Bagian punggung hingga pinggangnya terlihat jelas karena tak tertutup selimut itu.


Kejora pun langsung menutup pintu itu dan masuk ke dalam kamarnya. Ia mengeluarkan koper besar dan memasukkan semua pakaiannya dedalam koper tersebut.


Hatinya benar benar hancur berkeping. Ia merasa terhianati dan terbodohi hari ini. Luka yang Saga berikan kemarin saja belum sembuh sutuhnya, kini malah di tambah lagi dengan luka yang tambah dalam dan tambah parah. Kejora tak mampu lagi untuk bertahan.


Aku pikir dengan kau mengiyakan semua permintaanku, kau mulai menyayangi dan mencintaiku kak..


Tapi ternyata aku salah. Cintamu padanya lebih besar hingga kau tega mengingkari janjimu padaku.


Aku pamit.


Aku pergi.


Kakak tak perlu mencariku, hatiku sudah tak sanggup lagi untuk bertahan.

__ADS_1


Aku menyerah, aku yang akan keluar dari pernikahan poligami ini


__ADS_2