Cinta Rasa Kare

Cinta Rasa Kare
12. Liburan Berakhir


__ADS_3

Seminggu telah berlalu, Berlyn dan Julian kini tengah berkemas untuk pulang. Sudah cukup waktu mereka untuk liburan. Julian juga sudah harus kembali ke kantornya. Berlibur selama sepekan pasti akan membuat semua pekerjaannya menumpuk.


"Apakah sudah siap?" tanya Julian sambil menenteng koper milik Berlyn keluar kamar.


"Sudah kak, ayo...!" Berlyn nampak berjalan di depan Julian.


Tanpa membuang-buang waktu mereka kemudian bergegas meninggalkan resort tersebut. Sepanjang perjalanan, Berlyn dan Julian saling bercanda gurau. Dan ada saja yang mereka bahas.


"Bisakah kita mampir dulu ke tempat itu kak?" tanya Berlyn sambil menunjuk warung bakso di depan mereka.


"Kamu yakin mau makan di sana?" Julian yang sedikit tak yakin dengan warung bakso tersebut merasa sangat enggan ingin turun.


"Iya yakinlah...! Cobain dulu yuk, dijamin pasti ketagihan deh!" jelas Berlyn panjang lebar.


"Tapi tempatnya kayak enggak higienis terus di pinggir jalan lagi." Julian masih sedikit ragu, namun ternyata Berlyn sudah keluar lebih dulu dari mobil dan masuk ke warung bakso tersebut.


Akhirnya setelah menunggu beberapa saat Julian keluar dari mobil dan menyusul sang adik. Sesampainya ditempat itu, dia celingukan mencari adik kesayangannya yang ternyata sudah duduk di pojokan dan tengah menikmati segelas es teller.


Julian pun dibuat melongo oleh adiknya yang memesan tiga porsi bakso kuah untuknya sendiri. Ditambah lagi dengan banyaknya sambal yang dimasukkan ke dalam mangkoknya itu.


"Apakah kamu tidak akan sakit perut dengan makan begitu banyak sambal?" tanya Julian meyakinkan.


"Menurutku ini sangat enak kak, cobalah!" jawab Berlyn.


Dengan ragu-ragu dia pun kemudian mencicipi bakso kuat itu. Dan benar saja, pedas dari kuah bakso itu membuat lidahnya seperti mau terbakar. Kemudian diminumnya segelas es teh didepannya sampai tandas tak tersisa.


"Astaga, kamu bisa meracuniku kalau seperti ini." Julian sangat kesal karena telah dijaili oleh adiknya itu. Dan akhirnya Berlyn pun memesankan seporsi bakso komplit untuk kakaknya itu.


Awalnya laki-laki blasteran itu nampak ragu saat menyantapnya. Namun akhirnya dia memakannya dengan sangat lahap dan tak tersisa.


"Katanya nggak doyan, tapi kok habisnya?" ledek Berlyn.


"Berisik banget sih." jawab Julian sambil melangkah pergi menuju mobil.


"Eh kak bayarin dulu, main kabur aja!" Namun sayangnya Julian sudah masuk ke dalam mobil mereka. Dan mau tak mau Berlyn pun mengeluarkan dompetnya.

__ADS_1


Setelah drama semangkok bakso, kedua orang itu pun akhirnya melanjutkan perjalanan mereka untuk pulang. Karena terlalu kenyang, Berlyn pun terpulas.


"Dasar tukang makan, kenyang terus molor." ejek Julian. Namun sayangnya Berlyn sudah tidak mendengarnya. Karena gadis itu sudah terlelap ke alam mimpi.


Sementara dirumah para bibi dan penjaga rumah tengah sibuk untuk menyambut kedatangan tuan dan nyonya besar kediaman Jackson. Hari ini Thomas Stevano Jackson dan Marsha Kalana kembali ke tanah air.


Dari seminggu lalu, Marsha merengek pada suami agar cepat-cepat menyelesaikan pekerjaan disana. Jelas itu semua supaya mereka bisa cepat kembali dan bertemu putra dan putrinya.


"Selamat datang kerumah kembali tuan, nyonya!" sapa bi Ana di depan pintu.


"Terima kasih bi, tapi kenapa rumah sangat sepi?" ucap Thomas.


Lelaki paruh baya itu nampak mencari keberadaan putri kesayangannya. Bukan dia tak tau kedua anaknya sedang berlibur. Dia hanya mengira Julian dan Berlyn akan kembali lebih cepat, sehingga mereka berdua tidak bisa memberikan kejutan untuk Berlyn.


"Tuan dan nona muda masih belum pulang tuan besar." jawab Bi Ana sambil menundukkan kepala.


"Baiklah, kalau begitu kami mau istirahat dulu ya bi." ucap Marsha yang kemudian melangkah menuju ke kamarnya.


Mereka berdua akhirnya menuju ke kamar. Dan karena sangat merasa lelah, Thomas dan Marsha pun akhirnya beristirahat.


Tepat pukul tiga sore, Julian dan Berlyn telah sampai dirumah. Berlyn yang merasa sangat lelah akhirnya kembali melanjutkan istirahat di kamarnya. Sementara Julian langsung menuju ke ruang kerjanya dan membaca beberapa laporan via email yang sudah menantinya.


"Beristirahatlah dulu son!" ucap Thomas yang tiba-tiba muncul dari balik pintu.


"Daddy...!" Julian yang tengah serius dengan pekerjaannya merasa kaget. Dia pun buru-buru berdiri dan memeluk ayahnya dengan erat.


"Kapan kau kembali dad?"


"Tadi pagi sebelum kamu pulang." jawab Thomas sambil melepaskan pelukannya dari sang putra.


"Lebih baik kamu istirahat dulu saja! Dan jangan lupa mandi, badanmu sudah sangat apek sekali! Bagaimana mungkin para gadis mau denganmu yang bau ini?" lanjut Thomas sambil terkekeh.


"Baiklah ... baiklah, terserah apa katamu dad." jawab Julian dilanjutkan suara tawa dari keduanya.


Julian pun akhirnya kembali ke kamarnya untuk memberikan diri. Sementara Thomas dan Marsha sedang asyik bercengkrama di serambi belakang rumah.

__ADS_1


Sore telah berganti malam, jam juga sudah menunjukkan waktu makan malam. Semua penghuni rumah sudah berkumpul diruang makan untuk makan malam. Namun ternyata Berlyn belum kunjung turun.


"Mom aku rasa dia belum bangun. Biar aku saja yang memeriksanya ke atas." kata Julian. Dia tahu, adik kesayangannya itu pasti masih terpulas diatas kasur.


Dan benar saja. Ketika membuka pintu, kamar Berlyn masih sangat gelap. Perlahan Julian mencari sakelar listrik untuk menghidupkan lampu. Nampaklah wanita itu terpulas bak putri tidur.


"Bear, sudah waktunya makan malam. Ayo segeralah turun makan!" ujar Julian sambil mencubit kedua pipi adiknya.


"Aku sangat lelah kak, biarkan aku tidur saja ya." pinta Berlyn.


"Tidak bisa, kamu akan sakit bila melewatkan makan malammu."


"Baiklah kak, lima menit lagi aku akan turun." Berlyn bergegas bangun dan menuju ke dalam kamar mandi. Sementara Julian akhirnya kembali turun ke ruang makan. Dan kedua orang tuanya masih menunggunya.


"Dimana adikmu?" tanya Marsha pada Julian sebelum dia sempat turun dari tangga.


"Sedang mandi mom."


"Kalau begitu kita tunggu sebentar lagi ya!" kata Marsha.


Berlyn yang telah selesai mandi akhirnya turun ke bawah untuk makan malam bersama keluarganya. Saat masih berada ditengah-tengah tangga, dia melihat kedua orang tuanya sedang mengobrol dengan Julian.


"Moms .... Dad....!" teriaknya. Berlyn kemudian berlari dan langsung memeluk sang mommy yang telah dirindukannya.


"I miss you moms!"


"I miss you too my princess!" Marsha pun kemudian menciumi kedua pipi putrinya itu. Dielus-elusnya kepala anak perempuannya itu dengan penuh sayang.


"Hemm... Jadi cuma mommy saja yang dipeluk, daddy nggak nih?" kata Thomas yang pura-pura ngambek.


"Oh daddy, aku sangat rindu." Berlyn kemudian menghampiri daddynya dan memeluknya sangat erat.


"Daddy juga rindu nak."


"Sepertinya diudahin dulu deh peluk-pelukannya, aku sudah sangat lapar!" ucap Julian yang sontak di lempari apel yang berada diatas meja oleh adiknya.

__ADS_1


"Sewot aja sih kak!" kata Berlyn, wanita itu kemudian menuju ke kursi sebelah Julian.


__ADS_2